Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Awas! Jadi Social Smoker Sama Berbahayanya dengan Perokok Aktif

Awas! Jadi Social Smoker Sama Berbahayanya dengan Perokok Aktif

Seorang social smoker hanya akan merokok saat kumpul dengan teman-teman. Sekilas terdengar lebih aman dibandingkan perokok aktif, benarkah demikian?

"Saya ngerokok cuma pas kumpul-kumpul bareng teman-teman, kok," ujar Aman (nama samaran), seorang karyawan di Jakarta.

Dia menambahkan, “Bahkan, jarak hari antara merokok dengan kegiatan merokok selanjutnya bisa sangat lama. Jadi, saya tidak merasa kecanduan.”

Secara sederhana, aktivitas merokok sekali-sekali karena keperluan sosialisasi yang disebutkan Aman di atas disebut dengan social smoker.

Sekilas terdengar lebih ringan bahkan lebih “sehat” dibandingkan perokok aktif yang rutin. Namun, benarkah demikian?

1 dari 4 halaman

Social Smoker, Betulan Lebih Sehat?

Seorang social smoker mungkin tidak mengisap rokok satu atau dua bungkus setiap hari. Mereka biasanya hanya mengisap satu atau dua batang saat bersosialisasi dengan teman-teman.

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M. Psi., hal ini bisa-bisa saja terjadi. Salah satu alasannya karena mereka ingin mengurangi ketegangan pada saat bergaul atau pada saat bertemu rekan kerja.

“Selain itu, merokok bisa membuat mereka lebih percaya diri agar lebih mudah masuk dan diterima ke dalam lingkungan sosial tertentu,” ujar Ikhsan.

Akan tetapi, mengisap satu atau dua batang rokok bukan berarti kesehatan Anda tetap baik. Faktanya, beberapa batang rokok saja sudah cukup untuk memengaruhi kesehatan Anda.

Social smoker jelas tidak lebih aman,” kata Russell V. Luepker, MD, profesor kardiologi di Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Minnesota di Minneapolis, Amerika Serikat.

Senada dengan itu, dr. Arina Heidiyana juga membantah anggapan social smoker lebih sehat dibanding perokok aktif lainnya.

“Itu karena mereka akan tetap terpapar dengan kandungan rokok dan juga asapnya,” kata dr. Arina.

Sementara itu, dr. Alvin Nursalim, Sp. PD. Dia membandingkan dua kelompok perokok, yakni perokok jarang (termasuk social smoker) dan perokok aktif berat.

“Tentu risiko kesehatan pada kelompok perokok yang jarang lebih rendah. Tapi ini bukan berarti bebas risiko kesehatan. Tetap ada risiko kesehatan yang harus diwaspadai, termasuk bronkitis dan risiko kanker,” kata dr. Alvin.

Sudah lazim diketahui merokok bisa menyebabkan kanker paru. Tapi, banyak orang tidak menyadari merokok, bahkan satu atau dua batang saja, memiliki efek yang serius dan cepat pada jantung setiap kali Anda mengisapnya.

Artikel Lainnya: Penyakit Mematikan yang Dipicu oleh Rokok

2 dari 4 halaman

Bahaya Kesehatan Jadi Perokok Sosial

Jadi, social smoker tidak bisa dibilang sehat juga, ya. Tetap ada dampak merokok bagi kesehatan Anda. Di antaranya seperti yang diungkap dr. Arina, yakni penyakit jantung dan stroke.

Saat mengambil isapan pertama rokok, metabolisme Anda telah berubah. Jantung akan berdetak lebih cepat. Dampak inilah yang sering kali tidak disadari orang dari satu batang rokok.

Selain itu, nikotin dalam rokok membuat trombosit menempel di dinding pembuluh darah. Lama-kelamaan, hal ini dapat menyebabkan menyempitnya pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung atau stroke.

Anda juga perlu tahu kalau asap rokok itu “rumah” bagi banyak sekali senyawa racun. Para peneliti telah mengidentifikasi lebih dari 250 bahan kimia beracun dan 70 racun yang dapat menyebabkan atau berkontribusi pada kanker.

Artinya, berada di sekeliling perokok, termasuk social smoker, dapat meningkatkan risiko Anda pada kanker.

Para peneliti juga menemukan bahwa merokok antara satu dan empat batang sehari dikaitkan dengan kematian akibat penyakit jantung iskemik dan kanker paru-paru.

Beberapa masalah kesehatan lain yang berisiko dialami perokok ringan dan perokok sosial adalah:

  • Aneurisma aorta.
  • Infeksi saluran pernapasan.
  • Masalah kesuburan untuk pria dan wanita.
  • Memperlambat pemulihan dari robekan tulang rawan dan cedera lainnya.
  • Kematian dini karena penyakit jantung.

Artikel Lainnya: Rokok Elektrik sebagai Alternatif untuk Mengganti Rokok, Amankah?

3 dari 4 halaman

Tips Setop Merokok bagi Social Smoker

Sekarang Anda ngeri dan memutuskan untuk berhenti menjadi social smoker? Tenang, ada beberapa cara yang bisa Anda praktikkan, yaitu:

  • Cari Tahu Apa yang Buat Tidak Nyaman

Menurut Ikhsan, berhenti menjadi social smoker sebenarnya bisa lebih mudah dibandingkan perokok aktif biasanya.

“Anda bisa cari tahu dulu kira-kira apa yang membuat tidak nyaman saat bersosialiasi dengan teman-teman,” kata Ikhsan.

Kalau diperlukan, Anda bisa konseling juga agar bisa dibantu cara menghadapi rasa tidak nyaman saat bersosialisasi.

  • Pahami Dampak Merokok

Selanjutnya, pahami juga dampak dari merokok terhadap tubuh Anda. Dengan memahami dampaknya, Anda bisa mempertimbangkan dan memilah mana perilaku yang bermanfaat untuk tubuh.

  • Alihkan Perhatian dengan Kegiatan Positif

Dokter Alvin menyarankan Anda untuk melakukan kegiatan positif untuk mengalihkan perhatian. Misalnya, berolahraga dan melakukan hobi bermanfaat lain.

Saat keinginan untuk merokok muncul, Anda bisa menggantinya dengan permen.

  • Hindari Kelompok Sosial Tertentu

“Kemudian, kalau memang ada teman yang selalu ngajak merokok saat nongkrong, sebaiknya dikurangi ketemunya,” ujar dr. Arina.

Hal yang terpenting, hindarkan diri Anda berada di dalam lingkungan perokok.

Hal lain yang perlu diingat, tak mengapa tidak merokok di saat teman-teman lainnya merokok. Ingat, merokok adalah kebiasaan buruk yang mendatangkan banyak kerugian bagi kesehatan.

Yuk, manfaatkan layanan LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar