Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sekat di Kendaraan Umum, Efektifkah Cegah Penularan Virus Corona?

Sekat di Kendaraan Umum, Efektifkah Cegah Penularan Virus Corona?

Pemasangan sekat kaca atau plastik pembatas di kendaraan umum ditujukan untuk mencegah penularan virus corona. Efektifkah langkah tersebut?

Anda yang selama masa pandemi sudah naik taksi online, pasti melihat ada yang berbeda dari kendaraan tersebut. Ya, kursi pengemudi kini dipasangi sekat pembatas yang terbuat dari plastik mika dan besi untuk penyangganya. Area pengemudi dan penumpang pun terpisah. 

Di bagian belakang pengemudi, ada celah sedikit yang bisa ditutup maupun dibuka supaya penumpang bisa memberikan uang atau kartu e-toll jika diperlukan.

Namun, bagaimana dengan efektivitas pemasangan sekat plastik mika tersebut? Apakah cukup efektif sebagai pencegahan virus corona di dalam mobil yang cukup sempit dan tertutup?

1 dari 4 halaman

Efektivitas Sekat Plastik Mika di Kendaraan Umum

Menjawab hal tersebut, dr. Arina Heidyana berpendapat kalau pemasangan sekat pembatas antara pengemudi dan penumpang dapat membantu mencegah penularan virus corona di area yang terbilang sempit itu. 

“Meski virus corona memang bisa menular lewat udara, kita juga tidak boleh lupa bahwa virus tersebut dapat menyebar lewat droplet. Entah ketika orang di dalamnya sedang berbicara, tertawa, bersin, hingga batuk, droplet tersebut dapat menempel lalu menginfeksi,” jelasnya. 

Dia menambahkan, “Dengan memasang sekat, setidaknya droplet tidak langsung mengenai orang-orang yang ada di dalam mobil.” 

“Jika dipasang dengan benar dan rapat, alias sama sekali tidak ada celah, udara yang berputar hanya sebatas di area plastik pembatas itu saja. Penularan virus corona lewat udara pun dapat diminimalkan,” tutur dr. Arina.

Beda halnya jika sekat pembatas itu memiliki celah yang longgar, dr. Arina berpendapat, hal itu kurang bisa meminimalkan risiko penularan lewat udara. 

Jadi, celah dari sekat pembatas yang terbuat dari plastik mika itu harus benar-benar diperhatikan. 

Artikel Lainnya: Antre Naik KRL pada Masa New Normal, Ini Beberapa Tips Amannya!

2 dari 4 halaman

Ganti Sekat Plastik Mika dengan Kaca Akrilik, Apa Lebih Oke?

Di sisi lain, CDC dan Occupational Safety and Health Administration (OSHA) berpendapat, pemasangan plexiglass atau kaca akrilik dapat menjadi penghalang yang baik antara pekerja dan konsumen atau antar-konsumen. Misalnya di meja makan restoran, kafe, atau toko. 

Plexiglass dianggap sebagai bahan sekat yang mudah didapat dan dipasang, halus, serta transparan sehingga tidak mengganggu pandangan, serta mudah dibersihkan.

Ketika hendak dipasang di sebuah ruangan, tingginya harus melebihi para penggunanya dan lebarnya harus selebar meja yang digunakan. 

Diperbolehkan juga untuk memberikan celah di kaca akrilik untuk mentransfer uang, dokumen, atau hal lain. 

Hanya saja, celah tersebut tidak boleh dibuat terlalu besar dan harus ditempatkan di sisi yang tidak langsung berada di depan zona pernapasan alias agak bawah. 

Karena ini tujuannya untuk mencegah penularan virus, khususnya lewat droplet, maka kaca akrilik yang dipasang harus dibersihkan secara rutin dengan semprotan disinfektan. Diamkan selama beberapa menit, lalu dibersihkan lagi dengan lap bersih yang kering. 

Kaca akrilik ini juga direkomendasikan oleh American College of Occupational and Environmental Medicine (ACOEM) sebagai penghalang antara pengemudi dan penumpang di dalam mobil jika physical distancing cukup sulit untuk dilakukan. 

Kendati begitu, dr. Arina mengingatkan, baik plastik mika maupun kaca akrilik, pada dasarnya tidak cukup efektif untuk mencegah penularan virus corona apabila pemasangannya tidak benar.

“Karena yang terpenting itu harus dipasang rapat. Kalau celahnya besar, ya sama saja.” tegasnya. 

Artikel Lainnya: Mau Naik Ojek Online saat New Normal? Ini Aturannya!

3 dari 4 halaman

Pencegahan Penularan Virus Corona di Kendaraan Umum

Adanya plastik mika atau kaca akrilik sebagai sekat pembatas sebenarnya tidak langsung memperbolehkan pengemudi dan penumpang untuk tidak menaati protokol kesehatan.

Adapun beberapa cara pencegahan penularan COVID-19 di kendaraan umum yang bisa dilakukan dua sisi, yaitu:

  • Pengemudi

  • Memasang sekat pembatas.
  • Pakai masker dengan benar.
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jika tidak ada, bisa gunakan hand sanitizer
  • Lebih baik transaksi dilakukan secara cashless.
  • Sediakan hand sanitizer di kantong jok belakang agar penumpang bisa pakai.
  • Disinfeksi mobil, terutama bagian dalam secara teratur
  • Penumpang 

  • Tetap pakai masker selama berada di dalam kendaraan. 
  • Jika tidak diperlukan, hindari menyentuh benda-benda di kendaraan.
  • Usahakan transaksi dilakukan secara cashless.
  • Hindari banyak berbincang dengan pengemudi atau dengan sesama penumpang.
  • Jika kondisi memungkinkan, kaca jendela dapat dibuka secara berkala agar terjadi sirkulasi dengan lingkungan luar. 

Itu dia penjelasan soal efektivitas sekat pembatas di dalam kendaraan umum sebagai pencegahan virus corona serta tips naik taksi online

Bila masih ada pertanyaan seputar COVID-19 atau penyakit lainnya, langsung saja konsultasikan hal tersebut pada dokter kami lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar