Sukses

Deretan Penyakit Autoimun yang Dapat Menyerang Wanita

Bukan penyakit yang mudah untuk disembuhkan, wanita harus waspada dengan jenis penyakit autoimun di bawah ini!

Penyakit autoimun merupakan kondisi yang cukup umum ditemui di masyarakat. Contohnya, selebriti Ashanty Siddik yang beberapa waktu lalu didiagnosis menderita penyakit autoimun. 

Lalu, ada Selena Gomez penyanyi asal Amerika Serikat yang dilaporkan mengidap lupus autoimun. 

Jika ditelisik lebih jauh, penyakit autoimun ini lebih sering terjadi pada wanita ketimbang pria. Lantas, mengapa lebih banyak wanita yang mengidap penyakit autoimun? Lalu, penyakit autoimun apa saja yang sering menyerang wanita?

1 dari 4 halaman

Mengapa Penyakit Autoimun Lebih Sering Menyerang Wanita?

Penyakit autoimun terjadi saat sistem kekebalan tubuh (sistem imun) menyerang sel-sel tubuh Anda sendiri. Normalnya, sistem kekebalan tubuh bekerja menyerang virus, bakteri, dan parasit penyebab penyakit. 

Pada penderita autoimun, sistem kekebalan tubuhnya justru salah menilai atau keliru. Sistem imun orang tersebut malah menyerang sel, jaringan, dan organ di dalam tubuhnya sendiri. 

Menurut dr. Devia Irine Putri, hingga saat ini belum ditemukan penyebab pasti mengapa seseorang menderita kondisi autoimun. Akan tetapi, faktor genetik, jenis kelamin, hormon, dan paparan zat kimia dicurigai jadi penyebab penyakit ini muncul. 

Misalnya saja, faktor hormon estrogen yang dipercaya menjadi salah satu pemicu wanita mengidap autoimun. Di mana hormon ini berperan menciptakan peradangan dalam tubuh. 

Dibanding pria, kadar hormon estrogen di dalam tubuh wanita jumlahnya lebih banyak. Inilah salah satu dugaan yang mendasari mengapa penyakit autoimun lebih sering terjadi pada wanita 

Kendati demikian, dr. Devia mengatakan baik wanita maupun pria sama-sama berisiko mengalami autoimun. Maka itu, ia mengimbau agar wanita dan pria tetap menjaga pola hidupnya dengan baik. 

Biasanya, tes darah akan dianjurkan dokter untuk memeriksa dan menentukan ada atau tidaknya antibodi yang ‘keliru’. Untuk pengobatannya, dokter akan meresepkan obat yang harus diminum rutin guna mengendalikan gejala penyakit autoimun. 

Artikel Lainnya: Jenis Penyakit Autoimun yang Paling Umum Sering Menyerang

2 dari 4 halaman

Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang Wanita

Ada beberapa jenis penyakit autoimun yang memang lebih sering diderita oleh wanita. Berikut di antaranya menurut penjelasan dari dr. Devia: 

1. Graves Disease

Grave disease atau penyakit graves merupakan kondisi autoimun yang terdapat pada kelenjar tiroid. Kondisi ini terjadi saat respon sel kelenjar tiroid memproduksi hormon tiroid secara berlebihan. 

Dampaknya penderita jadi lebih mudah berkeringat, berat badan turun drastis, sulit tidur, diare, dan jantung berdebar lebih cepat.

2. Rheumatoid Arthritis

Rheumatoid Arthritis adalah kondisi peradangan akibat sel imun yang menyerang sendi tubuh. Biasanya, peradangan sendi ini menimbulkan bengkak serta nyeri pada bagian kaki dan tangan.

“Umumnya, rheumatoid arthritis lebih sering menyerang wanita pada usia 40 tahun ke atas. Penyakit satu ini harus ditangani dengan baik agar tidak terjadi pengikisan pada tulang penderita. Dokter akan memberikan obat sesuai gejala dan tingkat keparahan penyakit. Pengobatan ini bisa dilakukan di rumah,”  ujar dr. Devia. 

3. Hashimoto Thyroiditis

Sama seperti graves disease, hashimoto thyroiditis juga menyerang kelenjar tiroid manusia. 

Bedanya, sistem kekebalan tubuh akan menyerang sel kelenjar tiroid dan menyebabkan kerusakan pada jaringan tersebut. 

Akibatnya, tidak ada hormon tiroid yang bisa diproduksi dari kelenjar tiroid. Kekurangan hormon tiroid bisa menyebabkan penderita jadi lemas, susah buang air besar, dan sulit fokus sehari-hari. 

Artikel Lainnya: Tingkatkan Sistem Imun Anda dengan Aktivitas Ini

4. Multiple Sclerosis 

Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun yang menyerang lapisan pelindung saraf. Akibatnya, muncul kerusakan pada sistem kerja otak dan saraf tulang belakang. 

Umumnya, penderita multiple sclerosis akan mengalami mati rasa (baal), kesemutan, dan kelumpuhan tahap akut. 

5. Myasthenia Gravis 

Tidak hanya saraf yang bisa jadi sasaran penyakit autoimun, tapi bagian otot manusia juga bisa jadi korbannya. Myasthenia gravis merupakan penyakit autoimun yang menyerang bagian otot manusia. 

Penyakit ini ditandai dengan melemahnya sistem kerja otot yang mengganggu kegiatan sehari-hari. Selain itu, myasthenia gravis juga bisa menyebabkan kelopak mata tampak turun dan bicara seseorang jadi cadel. 

6. Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

SLE atau yang biasa disebut dengan penyakit lupus merupakan salah satu penyakit autoimun yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga Anda. 

Ya, penyakit lupus merupakan penyakit yang menyerang berbagai macam organ pada tubuh manusia. 

Misalnya, menyerang kulit, paru, sistem pencernaan, dan darah. Untuk itu, para penderita lupus harus menjaga pola hidupnya dengan baik dan wajib mengonsumsi obat dokter agar gejalanya tidak kambuh. 

3 dari 4 halaman

Bisakah Penyakit Autoimun Disembuhkan?

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine mengatakan, “Sampai saat ini belum ada yang bisa sembuh total. Tujuan pengobatan sendiri menjaga penyakitnya agar tidak kambuh dan mengurangi gejala yang muncul.” 

“Obat-obatan yang digunakan pun biasanya bersifat menekan sistem imun. Biasanya digunakan obat steroid, anti nyeri, atau mungkin obat hormon. Bisa juga obat dalam bentuk krim untuk kondisi psoriasis. Tergantung jenis penyakitnya dan seberapa parah kondisinya,” lanjut dr. Devia. 

Jika tidak minum obat secara teratur dan menjaga pola hidup sehat, penyakit autoimun memang bisa mengancam nyawa. 

Maka dari itu, pastikan penderita autoimun wajib makan-makanan yang sehat, stop merokok dan minum alkohol, memiliki waktu tidur yang cukup, dan periksa kesehatan rutin ke rumah sakit. 

Apabila masih ada pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu ajukan pertanyaan ke dokter. Anda bisa konsultasi secara online lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar