Sukses

Bolehkah Ibu Hamil Naik Wahana Roller Coaster?

Roller coaster adalah salah satu wahana favorit di taman bermain. Tapi, bolehkah ibu hamil naik roller coaster?

Ibu hamil kadang ngidam suatu hal yang sulit untuk dipenuhi sebagian orang, terutama oleh suaminya. Ya, salah satu keinginan ibu saat hamil adalah naik roller coaster di taman bermain.

Bosan di rumah atau karena ingin merasakan hal yang memicu adrenalin mungkin menjadi beberapa alasan kenapa bumil ngidam naik roller coaster.

Kalau sudah begini, apa boleh mengizinkan dan membiarkan ibu hamil naik roller coaster? Berbahayakah untuk kandungan?

1 dari 3 halaman

Amankah Ibu Hamil Naik Roller Coaster?

Menurut penjelasan dari dr. Devia Irine Putri, naik roller coaster saat hamil sifatnya berbahaya.

"Tidak disarankan, ya, naik roller coaster. Sebab, kecepatan roller coaster bisa membuat guncangan pada kandungan. Bisa saja membuat plasenta terlepas dan perdarahan, malah jadi kegawatdaruratan," sambung dr. Devia Irine.

Kondisi lepasnya plasenta ibu hamil saat naik roller coaster disebut sebagai plasenta abruption. Komplikasi kehamilan ini terjadi ketika lapisan plasenta janin terpisah atau copot dari rahim.

Risikonya bermacam-macam, mulai dari ibu yang mengalami kehilangan darah, berat badan bayi lahir rendah, hingga bayi lahir dalam keadaan mati (stillbirth).

"Belum lagi naik roller coaster juga meningkatkan tekanan darah, jantung berdebar-debar, membuat janin ikut stres juga. Jadi tidak aman," tegas dr. Devia Irine.

Artikel Lainnya: Buah Terbaik untuk Ibu Hamil, Apa Saja?

2 dari 3 halaman

Tips Aman Bermain di Taman Hiburan Bagi Ibu Hamil

Sebenarnya permainan yang berbahaya bukan hanya roller coaster, ada wahana taman bermain lainnya yang harus dihindari.

Misalnya, permainan yang membuat badan ibu terguncang atau naik turun dengan cepat, itu juga berbahaya bagi kondisi ibu hamil. 

"Menurut American Pregnancy Association disarankan untuk menghindari permainan atau wahana yang berbahaya. Misalnya, ketinggian, kecepatan, atau posisi yang diayunkan dan diputar di ketinggian," jelas dr. Devia Irine.

Disarankan untuk pilih wahana permainan yang aman untuk. Bikin hati ibu hamil senang tidak harus menaiki permainan yang berbahaya, kok.

"Mungkin wahana yang paling aman itu komidi putar, ya, mengingat ini diperuntukkan anak-anak juga dan lebih banyak duduknya. Selain itu, duduk seperti di istana boneka juga bisa jadi pilihan," kata dr. Devia Irine.

"Hindari wahana yang mengagetkan seperti rumah hantu. Takutnya kalau kaget, terus lari, dan jatuh, mungkin bisa muncul kontraksi atau perdarahan akibat terjatuh," tambah dr. Devia.

Artikel Lainnya: Ibu Hamil, Jangan Sampai Kelelahan dan Kelaparan

Meskipun boleh menaiki beberapa wahana yang aman dan tanpa guncangan, sebaiknya ibu hamil tidak ke taman bermain dulu.

"Tahan dulu kalau mau ke wahana permainan, nanti setelah melahirkan bisa balik lagi ke sana," tegas dr. Devia Irine.

Pasalnya, area taman bermain atau amusement park itu tidak kecil. Kemungkinan ibu harus berjalan jauh untuk bisa mengitari atau menghampiri wahana-wahana yang akan dinaiki. Dikhawatirkan, ibu jadi kecapekan dan kondisi kehamilannya bisa terdampak.

Akan tetapi, kalau keukeuh mau main ke wahana permainan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh ibu hamil agar tubuh tetap sehat. 

"Perbanyak minum air putih untuk hindari dehidrasi, terutama kalau taman hiburannya outdoor. Hindari berdiri terlalu lama-harus diimbangi dengan istirahat juga, karena bisa meningkatkan risiko terjadinya varises," pungkas dr. Devia.

Tahan dulu, ya, ibu-ibu untuk main ke wahana permainan selagi hamil. Fokus dulu pada kesehatan kandungan dan janin. Setelah melahirkan, baru boleh ajak anak berwisata ke taman bermain sepuasnya.

Apabila ada yang mau ditanyakan lebih lanjut perihal kondisi ibu hamil atau bahaya naik roller coaster lainnya, konsultasikan ke dokter. Agar bertanya lebih praktis, gunakan fitur Live Chat 24 Jam  di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar