Sukses

Sering Kentut, Adakah Manfaatnya bagi Kesehatan?

Jangan malu bila Anda sering kentut, ternyata ada beragam manfaatnya bagi kesehatan tubuh, lho, simak di sini!

Kentut merupakan suatu bentuk reaksi tubuh yang umum dialami setiap orang. Namun sayangnya, aktivitas ini sering kali dianggap memalukan dan menjijikan bagi kebanyakan orang. 

Padahal, sering kentut juga punya manfaat kesehatannya sendiri bagi tubuh!

1 dari 3 halaman

Mengapa Kentut Bisa Terjadi?

Kentut menjadi bagian dari hasil penguraian makanan yang telah Anda makan. Baik secara sadar ataupun tidak, kentut juga bisa terjadi akibat ada udara yang masuk dalam tubuh melalui mulut ketika sedang makan. 

Ketika tubuh Anda dipenuhi dengan udara, tubuh juga bisa mengeluarkan udara ini melalui kentut. 

Dokter Devia Irine Putri menjelaskan, “Biasanya, kentut disebabkan adanya aktivitas bakteri di usus, banyak mengonsumsi makanan berserat tinggi dan makanan mengandung gas, serta terlalu banyak menelan udara dari luar. Namuni, kentut sendiri adalah kondisi yang normal terjadi.”

Bahkan, menurut dr. Devia, setiap orang harus kentut agar tidak terjadi penumpukan udara atau gas dalam tubuhnya. 

Karena, jika kentut terus ditahan atau udara yang ada dalam tubuh tidak dikeluarkan, maka bisa menyebabkan gangguan pencernaan, misalnya  perut kembung.

Artikel Lainnya: Hindari Makanan Ini Agar Tak Sering Kentut

2 dari 3 halaman

Manfaat Kentut bagi Kesehatan

Umumnya, seseorang bisa kentut 5-10 kali dalam sehari. Namuni, tidak sedikit juga yang kentut lebih dari 10 kali dalam sehari. 

Walau dapat menimbulkan aroma yang kurang sedap, kentut juga jadi salah satu bagian dari sistem pencernaan manusia. Lantas, apa saja manfaat kentut bagi kesehatan? Dijelaskan oleh dr. Devia, berikut manfaatnya: 

  1. Mengurangi Rasa Sakit pada Perut 

Tidak dimungkiri lagi, perut kembung sering menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit. Belum lagi rasa begah yang dirasakan, benar-benar bikin penderitanya sangat terganggu. 

Menurut dr. Devia, kentut bisa jadi solusi dari permasalahan ini dengan cara mengeluarkan udara atau gas penyebab perut kembung. 

  1. Menjaga Kesehatan Usus Besar 

Tahukah Anda, menahan kentut bisa menyebabkan iritasi pada usus besar? Agar terhindar dari masalah yang satu ini, Anda bisa kentut untuk mengatasinya. 

  1. Jadi Peringatan Adanya Masalah pada Sistem Pencernaan

Sering kali Anda tidak menyadari adanya gangguan kesehatan pada sistem pencernaan. 

Namun, kentut bisa jadi “alarm” terkait adanya gangguan sistem pencernaan, terutama bila kentut disertai dengan bau yang menyengat dan perut nyeri.

Artikel Lainnya: Inilah Penyakit yang Bisa Menjadi Penyebab Kentut Bau Busuk

  1. Mendeteksi Alergi Makanan

Ketika Anda makan makanan yang mencetuskan alergi, tubuh akan menimbulkan reaksi gatal, ruam, bengkak, dan sebagainya. Tidak hanya itu, reaksi yang diberikan oleh tubuh juga bisa berupa kentut. 

Jika Anda sering kentut, maka bisa jadi tanda tubuh mengalami kelebihan gas setelah mengonsumsi makanan tertentu.

“Manusia itu harus kentut. Kentut menjadi tanda saluran cerna kita sehat. Selain itu, kentut juga bisa memberikan rasa nyaman karena tidak merasa sakit akibat begah atau kembung,” ujar dr. Devia. 

“Justru, kalau kita tidak kentut bisa jadi tanda ada sumbatan di saluran pencernaan. Kalau ada sumbatan, seseorang akan mengalami nyeri perut hebat, perut membesar (buncit), mual, dan muntah,” tambahnya. 

“Setiap orang punya frekuensi kentut yang berbeda-beda. Tapi, umumnya orang bisa kentut sebanyak 5-15 kali dalam sehari dan tidak berbau. Kalau lebih dari itu tapi tidak ada keluhan, maka tidak jadi masalah,” ujar dr. Devia.

“Jika frekuensi kentutnya bisa lebih dari 20 kali disertakan bau tidak sedap dan keluhan penyakit perut lainnya, bisa jadi tanda ada yang salah dengan kesehatan Anda,” ujar dr. Devia. 

Apabila keluhan ini berlanjut hingga berhari-hari, ada baiknya bila Anda periksa ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Konsultasi dengan dokter bisa lebih mudah lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar