Sukses

Manfaat Madu untuk Penderita Asma

Madu dikenal ampuh dalam mengatasi batuk dan radang tenggorokan. Akan tetapi, bagaimana dengan asma. Adakah manfaat madu untuk asma?

Madu. Siapa yang tak kenal herbal alami yang satu ini? Cairan kental dan lengket yang  dihasilkan lebah tersebut memiliki sifat anti-inflamasi, dan umum dipakai dalam pengobatan alami batuk dan radang.

Tapi, bagaimana dengan khasiat madu untuk penderita asma? Apakah minum madu bisa membantu keluhan yang dirasakan atau menghindari kekambuhan? 

1 dari 4 halaman

Madu Bisa Bantu Keluhan pada Penderita Asma?

Asma merupakan masalah pernapasan di mana terjadi penyempitan dan pembengkakan saluran udara. Biasanya hal ini disertanya produksi lendir berlebih.

Anda akan sulit bernapas dan memicu batuk, serta suara siulan (mengi) saat mengeluarkan udara dan sesak napas.

“Kondisi peradangan pada saluran napas hingga ke paru tersebut dapat sangat mengganggu penderitanya dalam beraktivitas sehari-hari,” ujar dr. Nabila Viera Yovita.

Di lain sisi, madu memiliki sifat antiseptik dan antibakteri. Cairan manis ini sudah lebih dari 5.000 tahun digunakan untuk mengobati beragam penyakit, termasuk infeksi.

Bahkan, dikutip Medical News Today, WHO sudah merekomendasikan madu sebagai obat batuk alami. Lantas, apakah manfaat yang sama juga bisa dirasakan penderita asma?

Menjawab pertanyaan tersebut, dr. Nabila menjelaskan, madu memiliki banyak manfaat, tapi yang paling berkhasiat untuk penderita asma adalah kemampuannya untuk menekan batuk di malam hari. 

“Penderita asma kerap mengalami batuk di malam hari. Dengan mengonsumsi madu yang dicampur dengan air hangat, misalnya, bisa memicu kelenjar ludah untuk produksi lebih banyak agar bisa melumasi saluran pernapasan,” kata dia.

Efeknya, dr. Nabila menjelaskan, penderita asma akan batuk lebih mudah, begitu juga dalam mengeluarkan dahak.

“Pada malam hari, dada yang terasa sesak dan mengi juga akan berkurang,” tambahnya.

Saat dada terasa sesak dan mengi berkurang, penderita pun akan tidur jauh lebih tenang karena madu bisa membantu mengencerkan dahak yang memicu gejala-gejala tersebut.

Artikel Lainnya: Manfaat Madu untuk Kesehatan Tubuh

Ada beberapa penelitian yang menguji keefektifan madu sebagai penekan batuk, khususnya infeksi saluran pernapasan atas. Meski berbeda dengan asma, kedua kondisi tersebut punya gejala yang serupa.

Salah satunya studi pada 2012 yang melibatkan 300 anak berusia 1-5 tahun dengan infeksi saluran pernapasan atas. Peneliti memberi beberapa anak madu jeruk, madu kayu putih, atau madu Labiatae. Sementara, sebagian lainnya diberi plasebo.

Hasilnya, anak-anak yang mengonsumsi madu, gejala batuk di malam hari berkurang dan tidur lebih nyenyak.

Studi pada hewan pada tahun 2014, peneliti ingin menguji apakah madu yang dihirup dapat mengurangi gejala asma. 

Hasilnya, meski efektif, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk menguji manfaat madu untuk asma pada manusia.

Artikel Lainnya: 6 Manfaat Madu Hitam bagi Kesehatan Anda

2 dari 4 halaman

Bermanfaat, tapi Waspadai juga Risikonya

Mengonsumsi 1 atau 2 sendok teh madu pada umumnya aman untuk mendapatkan manfaat sehatnya. Akan tetapi, Anda juga harus mewaspadai risiko yang mungkin muncul.

Salah satunya adalah risiko botulisme, yakni jenis keracunan langka yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum yang ada di dalam madu. 

Botulisme dapat menyebabkan muntah, kesulitan bernapas, kelumpuhan, bahkan dapat mengancam jiwa. Ini terutama ditularkan melalui tanah dan makanan yang terkontaminasi.

Itu sebabnya, madu tidak disarankan untuk bayi di bawah usia 1 tahun karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna.

Selain itu, risiko alergi juga dapat muncul. Gejala reaksi dapat berupa bersin-bersin, gatal, ataupun hidung berair. Namun, reaksi dapat muncul lebih berat, seperti mengi dan kesulitan bernapas. 

Saat penderita asma mengalami reaksi berlebihan usai diberi madu, dr. Nabila menyarankan untuk langsung menghentikan pemberian.

Artikel Lainnya: Menilik Manfaat Royal Jelly yang Jarang Diketahui

3 dari 4 halaman

Perawatan Lain untuk Penderita Asma

Dijelaskan dr. Sepriani T. Limbong, madu untuk asma memang bisa membantu dalam mengencerkan dahak dan meringankan gejala batuk pada malam hari.

“Hanya saja, ingat juga kalau ini bukanlah terapi utama. Sifatnya (minum madu) cuma untuk melengkapi pengobatan asma,” kata dia.

Untuk asma secara umum, menurut dr. Sepriani, ada dua, yakni terapi pelega (reliever) dan pengontrol (controller). 

Reliever diberikan waktu pasien dalam serangan (batuk sesak mengi). Biasanya bentuknya inhaler atau nebulizer. Zatnya juga berbeda-beda tergantung derajatnya,” dia menjelaskan. 

“Kalau controller, diberikan sebagai maintenance. Jadi sifatnya untuk jangka panjang, mencegah kekambuhan. Biasanya bentuknya inhaler atau obat minum. Zatnya umumnya golongan steroid, dan ada juga golongan beta agonist,” kata dr. Sepriani. 

Dokter Sepriani menegaskan lagi, pemilihan jenis pengobatan tergantung dari derajat penyakitnya.

 

“Harus diperiksa dulu, biasanya namanya itu pemeriksaan spirometri untuk menilai kapasitas paru dan derajat penyakit asma,” ujar dia.

Masih ada pertanyaan seputar penyakit asma dan cara mencegah kekambuhannya? Tanyakan pada dokter via LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar