Sukses

Penyebab Anak Hiperaktif Alias Tidak Bisa Diam

Anak hiperaktif yang tidak bisa diam tingkahnya, sering dikira mengidap ADHD. Namun kata dokter belum tentu demikian.

Si kecil melompat ke sana ke mari, berteriak dengan suara kencang, bergerak meski sedang duduk, atau bahkan tak berhenti mengganggu orang lain, bisa tergolong sebagai anak yang hiperaktif.

Jika sudah begini, orang tua kadang khawatir, apakah anak mengidap ADHD atau gangguan perilaku tertentu?

Daripada menerka-nerka, simak penjelasan dokter anak tentang sikap anak yang tidak bisa diam berikut ini.

Anak Tidak Bisa Diam Tidak Selalu Mengidap ADHD

Saat anak bertingkah sangat aktif, orang tua langsung berpikir si anak mengidap ADHD (attention deficit hyperactivity disorder). Padahal, tidak selalu demikian.

Menurut, dr. Reza Fahlevi, Sp.A, ketika anak bersikap tidak bisa diam itu bukan lantas menandakan ia mengidap ADHD. Ada penyebab lain yang bisa mendasari.

“Tidak semua. Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi, misalnya kriteria tempat. Jadi, kalau anak misalnya hiperaktif di rumah tapi begitu di luar atau di lingkungan baru dia langsung diam berubah drastis, itu bukan ADHD,” jelasnya

Selain itu, menurut dr. Reza, untuk mendiagnosis ADHD karena perilaku anak yang tidak bisa diam, umumnya harus melewati skrining tertentu.

“Kita biasanya pakai kuesioner namanya conners untuk skrining awal ADHD. Kalau memenuhi kriteria, baru bisa dibilang ADHD. Selain ADHD , kan, bisa juga anaknya overexcited terhadap suatu hal. Misalnya. di rumah nggak ada temen. Begitu ketemu teman dia langsung hiperaktif,” terang dr. Reza.

1 dari 3 halaman

Penyebab Anak Tidak Bisa Diam atau Hiperaktif

Seperti yang dijelaskan dr. Reza, anak yang tidak bisa diam bukan berarti mengidap ADHD. Ada beberapa faktor lain yang menyebabkan anak mengalami hiperaktif. Antara lain seperti berikut ini.

  1. Stres

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami stres. Stres dapat terjadi ketika si kecil harus beradaptasi atau ada perubahan drastis di sekitarnya.

Misalnya, ia harus menyesuaikan diri karena berubah suasana dan rutinitas, dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar. Stres juga dapat terjadi ketika ada salah satu anggota keluarga yang meninggal, misalnya.

  1. Masalah Emosional

Anak bisa mengalami masalah emosional yang mengarah ke gangguan perilaku. Contohnya ketika anak mengalami gangguan kecemasan, ia mungkin akan sulit untuk diam selama beberapa saat.

Selain itu, ketika anak pernah mengalami trauma atau peristiwa menakutkan, anak mungkin akan sulit berkonsentrasi.

Artikel Lainnya: Anak Hiperaktif Belum Tentu Menderita ADHD

  1. Mengonsumsi Makanan yang Salah

Siapa sangka kalau salah makan bisa menyebabkan anak jadi tidak bisa diam?

Menurut dr. Reza, kebanyakan makan permen atau manisan yang mengandung gula juga bisa menyebabkan anak tidak bisa diam. “Makanya asupan gula pada anak perlu dibatasi. Itu sumber energi cepat soalnya,” jelasnya.

Selain itu, beberapa penelitian menemukan pengawet dan pewarna makanan juga dapat membuat anak jadi lebih aktif tingkahnya. 

  1. Mengalami Kondisi Kesehatan Tertentu

Ada beberapa masalah kesehatan fisik yang menyebabkan anak jadi aktif dan tidak bisa diam, salah satunya karena penyakit tiroid.

Penyakit tiroid dapat menyebabkan berbagai gejala seperti kecemasan. Tak hanya itu, penyakit ini juga dapat memengaruhi mood, kemampuan anak berkonsentrasi, membuat mereka gugup, mudah tersinggung, dan cemas. Alhasil, anak jadi tidak bisa diam dan dalam beberapa kasus bisa jadi rewel.

  1. Kurang Tidur

Kalau sedang ngantuk, orang dewasa mungkin akan terlihat lemas dan lesu. Nah, kalau anak-anak yang sedang ngantuk, mereka mungkin bisa menjadi rewel dan tidak bisa diam.

Ya, kurang tidur adalah salah satu faktor yang menyebabkan anak tidak bisa anteng dan diam.

Ketika seorang anak tidak tidur cukup, tubuhnya akan mengeluarkan lebih banyak hormon kortisol dan adrenalin agar tetap terjaga. Hasilnya, anak jadi punya lebih banyak energi untuk dikeluarkan.

Artikel Lainnya: Mempersiapkan Anak Hiperaktif untuk Mulai Sekolah

2 dari 3 halaman

Lalu, Harus Bagaimana Agar Anak Bisa Anteng?

Apabila perilaku anak tidak bisa diam disebabkan oleh masalah stres atau emosional lainnya, Anda harus mengetahui dulu pemicunya. Salah satu caranya dengan konsultasi psikologi.

Nantinya, psikolog anak akan mengetahui hal apa yang membuat anak ingin berlarian atau bergerak terus. Apabila hal ini benar disebabkan oleh adanya trauma atau stres, psikolog bisa memberikan terapi atau ide kegiatan untuk membuat si kecil lebih tenang.

Sedangkan jika anak mengalami kondisi kesehatan tertentu seperti penyakit tiroid, Anda harus konsultasi ke dokter spesialis anak.

Si kecil akan diperiksa dan diberi obat resep yang bisa mengatasi penyakitnya. Setelah penyakitnya bisa diatasi, kemungkinan anak bisa lebih tenang.

Saat konsultasi, dokter juga akan menanyakan pola makan anak. Apakah ia gemar makan manisan atau ada nutrisi yang kurang dipenuhi.

Dokter dapat membuat daftar makanan sehat apa yang bisa dikonsumsi anak agar ia lebih kalem sehari-hari.

Tidak lupa, orang tua bisa membuat jadwal rutin harian untuk anak. Sebab, anak yang hiperaktif mudah cemas ketika ia hanya diam saja tidak melakukan apa.

Buat jadwal sederhana mulai dari bangun pagi hingga sore hari.  Usahakan anak tetap sibuk, misalnya dengan menggambar, belajar di rumah, main, sampai makan dan mandi pun bila perlu dijadwalkan.

Ketika anak punya rutinitas yang jelas dan teratur, ia akan punya pikiran yang lebih terstruktur. Sehingga kondisi anak yang tidak bisa diam ke sana ke mari bisa dicegah.

Tak hanya itu, ketika anak sibuk akibat punya jadwal rutin, kualitas tidurnya di malam hari pun bisa meningkat baik. Ini bisa membantu anak bersikap lebih tenang di pagi hari.

Apabila masih ada yang ingin ditanyakan perihal perilaku anak yang tidak bisa diam, Anda bisa konsultasi langsung ke dokter. Untuk lebih mudahnya, konsultasi secara online lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar