Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Kenali Perbedaaan Plastik Sosis yang Bisa Dimakan dan yang Tidak

Kenali Perbedaaan Plastik Sosis yang Bisa Dimakan dan yang Tidak

Suka lihat lapisan plastik yang membungkus sosis, kan? Ternyata, itu ada yang bisa dimakan dan ada yang tidak. Cek perbedaannya di sini.

Sebelum memanggang atau menggoreng sosis, biasanya Anda akan melihat plastik bening yang melapisi badan sosis. Kadang-kadang, Anda pun bingung sendiri, apakah lapisan sosis itu perlu dikupas atau tidak? 

Ini karena ada yang bilang plastik tersebut bisa dimakan tanpa dikupas. Di sisi lain, Anda melihat plastik dari sosis yang Anda beli kali ini terlalu nyata dan tebal untuk dimakan.

Lantas, apa, sih, beda plastik sosis yang bisa dimakan dan yang tak bisa dimakan? Bagaimana jika telanjur menelan plastik pelapis yang sebenarnya tidak boleh dimakan?

1 dari 4 halaman

Ciri-Ciri Plastik Sosis yang Bisa Dimakan (Edible)

Sebetulnya, tidak sulit untuk membedakan dua jenis plastik sosis tersebut. Buat yang sudah sering mengolah sosis, tentu Anda sudah tak asing lagi. 

Namun, buat orang-orang yang baru belajar memasak, pengetahuan yang satu ini wajib diketahui. Adapun ciri-ciri plastik sosis bisa dimakan tanpa dikupas dan langsung dimasak, yaitu:

  • Terbuat dari Kolagen Sapi dan Tidak Mengkilap

Bukan plastik sungguhan, casing sosis yang bisa dimakan ternyata terbuat dari kolagen sapi, babi, dan ikan. Untuk di Indonesia sendiri, paling banyak menggunakan kolagen sapi. 

Selain itu, sosis yang menggunakan kolagen sebagai pelapisnya biasanya tidak punya warna yang mengilap. 

  • Susah Dikupas 

Selain tidak mengilap, pelapis sosis yang terbuat dari kolagen sapi juga lebih susah untuk dikupas. Di ujung sosis, hanya disisakan sedikit saja lapisannya sehingga susah untuk ditarik. 

Kalaupun Anda berhasil menarik dan mengupasnya, bagian daging sosis akan ikut terbawa. 

  • Ketika Dimasak, Kulit Tidak Rusak 

Pelapis yang terbuat dari kolagen akan mengikuti tekstur daging sosis yang telah dimasak. Jika Anda menggoreng, lalu lapisannya rusak atau mengkerut, maka sosis yang Anda beli memiliki lapisan plastik yang tak bisa dimakan!

  • Harganya Lebih Mahal 

Tak bisa dimungkiri, sosis yang memakai kolagen sebagai pelapisnya memiliki harga yang relatif lebih mahal. Sebab, selain lebih praktis, ini juga lebih aman bagi kesehatan konsumen. 

Artikel Lainnya: Frozen Food, Benarkah Tak Ada Gizinya?

2 dari 4 halaman

Ciri-Ciri Plastik Sosis yang Tidak Bisa Dimakan (Inedible)

Untuk mencari tahu bagaimana ciri-ciri pelapis sosis yang tidak dapat dimakan, tentu ini merupakan kebalikan dari yang di atas. Misalnya saja berikut ini.

  • Terbuat dari Selofan dan Mengilap

Plastik sosis yang tidak dapat dikonsumsi harus dilepas sebelum digoreng, dipanggang, atau direbus, karena ini terbuat dari bahan selofan tipis (selulosa). 

Permukaannya plastik selofan pun lebih mengilap daripada plastik sosis kolagen. Anda harus bisa langsung mengenali bahwa ini adalah plastik yang mesti dikupas. 

  • Mudah Dikupas 

Di ujung sosis, pelapis yang terbuat dari selulosa akan tersisa lebih banyak. Bukan tanpa tujuan. 

Kondisi tersebut sengaja dibuat seperti itu oleh produsen supaya Anda mudah untuk melepasnya. Ketika ditarik, rasanya mudah dan tak ada daging sosis yang menempel. 

  • Ketika Dimasak, Lapisannya Mengerut

Plastik inedible umumnya akan mengerut dan terpisah dari dagingnya ketika dipanaskan. Kalau sudah ketahuan seperti itu, lebih baik matikan kompor sejenak dan kupas lapisan sosis tersebut, jangan dibiarkan. 

  • Harganya Lebih Murah

Sosis-sosis yang lebih murah biasanya menggunakan plastik selofan atau selulosa sebagai pelapisnya. Maka itu, Anda masih harus mengeluarkan waktu untuk mengupasnya terlebih dulu, alias tidak praktis.

Artikel Lainnya: 4 Alasan Mengapa Daging Olahan Buruk bagi Kesehatan

3 dari 4 halaman

Adakah Bahaya Makan Plastik Sosis yang Inedible?

Beberapa orang tidak tahu bahwa pelapis sosis yang dimasaknya adalah inedible. Bahkan, ada yang terang-terangan langsung menggoreng sosisnya tanpa mengupas atau membuang pelapis inedible-nya terlebih dahulu. 

Menurut dr. Sara Elise Wijono, M.Res, ada risiko yang bisa terjadi jika plastik sosis inedible dikonsumsi tubuh. 

Kemungkinan plastik tersebut tidak dapat tercerna oleh tubuh, sehingga akan keluar lewat feses saat Anda buang air besar.

“Meski begitu, ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas seharusnya sudah bisa membuat Anda paham perbedaannya. Ketika dimakan, itu terasa, kok, bedanya. Jarang ada yang benar-benar tidak peka dan terus memakannya. Dikhawatirkan, kalau terus-menerus dimakan dan tidak tercerna di dalam tubuh, itu bisa memicu sumbatan di saluran pencernaan,” terangnya. 

Kondisi ini juga bisa lebih diperhatikan untuk anak-anak yang umumnya belum terlalu paham soal perbedaan tekstur. Orang tua harus memastikan bahwa sosis yang diberikan memiliki lapisan pembungkus yang terbuat dari kolagen. 

Setidaknya, jika Anda memberikan sosis yang lapisannya terbuat dari plastik selofan atau selulosa, itu wajib dikupas dulu.

Itu dia perbedaan plastik sosis yang bisa dimakan dan yang tidak. Apabila masih ada pertanyaan seputar keamanan makanan tertentu, konsultasikan hal tersebut pada dokter kami lewat fitur LiveChat 24 jam di Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar