Sukses

Benarkah Makanan Pedas Bisa Sebabkan Sakit Gigi?

Meski bisa membuat nafsu makan meningkat, makanan pedas sering dituding sebagai penyebab penyakit gigi. Apakah medis setuju dengan hal ini?

Hampir setiap orang Indonesia menyukai makanan pedas. Selain lebih nikmat, makanan pedas juga memberikan sensasi sendiri ketika mengunyah dan menelannya secara perlahan-lahan.

Sayang, di balik segala kenikmatan yang ditawarkan, makanan pedas juga bisa menyebabkan efek samping merugikan.

Tidak hanya untuk kesehatan saluran pencernaan, makanan pedas katanya juga bisa menjadi penyebab penyakit gigi.

1 dari 4 halaman

Makanan Pedas dan Kesehatan Gigi

Faktanya, makanan pedas memang terbukti dapat memengaruhi kesehatan gigi meski tidak secara langsung. Hal ini pun dikatakan langsung oleh drg. Callista Argentina.

“Terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas bisa menyebabkan dampak negatif, antara lain sariawan, dan kemerahan di bibir, pipi bagian dalam, lidah atau gusi,” kata dr. Callista.

“Selain itu, makanan-makanan  yang memberikan efek panas atau pedas seperti kunyit juga bisa menyebabkan perubahan pada warna gigi,” sambungnya.

Kandungan capsaicin dalam makanan pedas memang buat seseorang jadi ketagihan. Hanya saja, apabila asam lambung naik, hal itu pada akhirnya bisa menyebabkan kerusakan pada gigi.

“Naiknya asam lambung ke dalam mulut bisa menyebabkan kerusakan gigi, terutama jika Anda sedang tidur. Karena Anda sangat jarang menelan ludah,” ujar drg. Callista.

Selain itu, drg. Callista juga mengatakan, saus sambal yang dijual di pasaran maupun supermarket memiliki kandungan gula yang cukup tinggi. Ini bisa merusak enamel pada gigi dan meningkatkan risiko terjadinya karies gigi.

“Tidak hanya sambal botol, cuka, tomat, lemon, dan makanan asam lainnya juga bisa merusak permukaan email gigi apabila dikonsumsi secara terus-menerus,” ungkap drg. Callista.

Artikel Lainnya: Suka Makanan Pedas? Ini Manfaat Sambal untuk Kesehatan

2 dari 4 halaman

Makanan Pedas Bisa Buat Gigi Patah, Benarkah?

Dampak makanan pedas katanya juga bisa membuat lapisan gigi jadi terkikis, sehingga menyebabkan gigi patah. Apakah hal ini sesuai dengan fakta medis yang sebenarnya?

“Makanan pedas tidak serta-merta langsung menyebabkan gigi patah. Karena pada dasarnya, gigi manusia tidak serapuh itu,” jelas drg. Callista.

“Tapi, memang benar makanan pedas yang dikonsumsi terus-menerus dapat merusak gigi secara perlahan. Makan yang pedas bisa menyebabkan naiknya asam lambung, dan pada akhirnya memicu erosi gigi dan membuat lapisan email gigi rapuh,” tegasnya.

3 dari 4 halaman

Tips Merawat Gigi bagi Orang yang Gemar Makan Pedas

Agar terhindari dari keluhan sakit gigi akibat makan pedas, berikut ini beberapa tips yang perlu Anda terapkan:

  • Wajib menyikat gigi sebanyak dua kali atau lebih (jika diperlukan) dalam satu hari. Anda bisa lakukan kegiatan ini di pagi dan malam hari.
  • Hindari langsung menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan pedas. Tunggu 30 sampai 60 menit, baru boleh sikat gigi. Hal ini berguna untuk mencegah zat asam tidak tersebar ke gigi lainnya dan menyebabkan kerusakan pada lapisan email gigi.
  • Rutin melakukan pembersihan karang gigi setiap enam bulan sekali di dokter gigi. Ini dilakukan guna melihat apakah ada kerusakan gigi tahap awal sehingga bisa diperbaiki sedini mungkin.
  • Apabila gigi terasa ngilu saat makan pedas, sebaiknya kurangi tingkat rasa pedas atau hentikan dulu mengonsumsi makan pedas selama beberapa waktu.

Artikel Lainnya: Penyebab Hidung Meler Saat Mengonsumsi Makanan Pedas

  • Kalau ternyata makanan pedas yang Anda konsumsi menyebabkan naiknya asam lambung, sebaiknya hindari makanan tersebut.
  • Sebelum membeli sambal botol, baca dulu kandungan yang terdapat di dalamnya. Batasi konsumsinya jika memang banyak mengandung asam atau gula.

Makanan pedas terbukti dapat menjadi penyebab penyakit gigi meski tidak secara langsung. Kurangi risiko terjadinya hal-hal tersebut dengan memerhatikan tips yang telah disampaikan di atas.

Jika Anda punya pertanyaan mengenai sakit gigi makan pedas atau keluhan kesehatan lainnya, konsultasikan secara langsung pada dokter melalui LiveChat 24 jam atau dengan mengunduh aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar