Sukses

Hati-Hati, Jangan Makan Chia Seed secara Berlebihan!

Kerap disebut superfood, biji chia menyajikan sejumlah nutrisi penting. Namun, saat dikonsumsi berlebihan, ada bahaya chia seed yang mengintai!

Chia seed kini cukup banyak diperbincangkan oleh para pencinta makanan organik. Meski berukuran kecil, biji chia kerap disebut superfood karena besarnya kandungan nutrisi.

Namun, Anda sebaiknya tetap waspada karena ada bahaya chia seed jika dikonsumsi berlebihan.

Chia Seed, Kandungan dan Nutrisinya

Sebelum membahas lebih jauh mengenai bahayanya, Anda perlu tahu alasan mengapa biji-bijian yang berasal dari tumbuhan Salvia hispanica L ini dijuluki superfood.

Dilansir dari USDA (United States Department of Agriculture), 2 sendok makan biji chia atau setara dengan 30 gram mengandung 150 kcal energi, 5 gram protein, 12 gram karbohidrat, serta nol kandungan gula dan kolesterol.

Tak berhenti di sana, biji chia juga mengandung serat 11 gram (39 persen kebutuhan harian), 189 mg kalsium (15 persen kebutuhan harian), 2 mg zat besi (10 persen kebutuhan harian), dan 5,1 mg sodium.

Biji chia juga kaya akan antioksidan yang memberikan perlindungan dari stres oksidatif, radikal bebas, dan mengurangi risiko penyakit kronis.

“Kandungan antioksidan di dalamnya berperan untuk melawan radikal bebas. Itu juga alasannya, chia seed bisa membantu melawan dan mencegah penuaan dini. Inilah mengapa makanan ini kerap disebut sebagai superfood,” ujar dr. Atika.

Dalam sebuah penelitian, pola makan menggunakan biji chia bersama protein kedelai dan gandum terbukti dapat menurunkan berat badan, trigliserida darah, dan pembengkakan.

Biji-bijian berwarna hitam ini juga salah satu sumber asam lemak omega-3 nabati terbaik, yang terbukti membantu meningkatkan kolesterol HDL baik dan menurunkan kolesterol LDL jahat.

Artikel Lainnya: Manfaat Biji Chia bagi Ibu Menyusui

1 dari 3 halaman

Ini Bahaya Konsumsi Chia Seed Berlebihan

Sayangnya, di balik deretan nutrisi dan khasiatnya bagi kesehatan tersebut, chia seed menyimpan bahaya jika tidak dikonsumsi dengan benar dan berlebihan. Beberapa masalah kesehatan akibat kebanyakan makan chia seed adalah berikut ini.

  • Gangguan Pencernaan

Mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti biji chia, sangat baik untuk sistem pencernaan. Akan tetapi, terlalu banyak makan serat dapat bermasalah pada sebagian orang.

“Mengingat chia seed kaya akan serat, gangguan pencernaan bisa terjadi akibat mengonsumsi makanan ini secara berlebihan. Misalnya, nyeri perut, konstipasi, diare, dan kembung,” ujar dr. Atika.

Kondisi bisa semakin parah jika Anda tidak terhidrasi dengan baik. Air punya peran yang sangat penting dalam membantu serat melewati sistem pencernaan.

  • Risiko Tersedak

Konsumsi chia seed berlebihan juga meningkatkan risiko tersedak. Saat diberikan air, biji chia kering akan membengkak dengan menyerap cairan sekitar 10-12 kali lipat dari beratnya.

Inilah yang membuat Anda berisiko tinggi tersedak, terutama jika mengalami kesulitan menelan.

Kasus berbahaya ini pernah menimpa seorang pria berusia 39 tahun. Sang pria menelan satu sendok makan biji kering dan kemudian minum segelas air.

Hal yang terjadi kemudian, benih-benih ini berkembang dan membesar di kerongkongannya, hingga menyebabkan penyumbatan. Dia harus masuk ruang gawat darurat untuk mengeluarkannya sumbatan tersebut.

Itu sebabnya, rendam biji chia 5–10 menit sebelum dimakan. Anda yang punya masalah menelan mungkin perlu ekstra hati-hati menghadapi biji berukuran mini ini.

Artikel Lainnya: Manfaat Berlimpah Chia Seed untuk Ibu Hamil

  • Mungkin Terkait dengan Kanker Prostat

Biji chia mengandung tinggi asam alfa-linolenat (ALA), sejenis asam lemak omega-3 yang ditemukan terutama pada sumber nabati.

Senyawa ini telah terbukti mendukung banyak aspek kesehatan, termasuk fungsi kognitif dan kesehatan jantung.

Hanya saja, meski asam lemak omega-3 diakui bermanfaat bagi kesehatan, beberapa penelitian menemukan hubungan antara asupan ALA dan kanker prostat.

Sebuah studi observasional yang melibatkan 288.268 pria menunjukkan asupan ALA dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat lanjut.

Studi lain menunjukkan, orang yang punya konsentrasi asam lemak omega-3 tertinggi dalam darah berisiko lebih besar kena kanker prostat. Akan tetapi, temuan ini masih diperdebatkan.

Beberapa studi justru mengklaim asam lemak ALA dapat melindungi dari kanker prostat. Karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut terkait asupan ALA dan kanker prostat.

  • Alergi

Meski jarang, beberapa orang dapat mengalami reaksi alergi setelah makan biji chia. Gejala alergi dapat berupa diare, muntah, serta gatal di bibir atau lidah.

Dalam kasus yang berat, alergi makanan dapat menyebabkan anafilaksis, suatu kondisi kesulitan bernapas dan sesak di tenggorokan serta dada. Ini adalah gangguan kesehatan serius yang bisa mengancam jiwa.

Apabila Anda baru pertama kali mencoba biji chia dan mengalami gejala alergi makanan, segera hentikan penggunaan. Konsultasikan dengan dokter Anda.

Artikel Lainnya: Rutin Konsumsi Chia Seed bisa Melangsingkan Tubuh?

2 dari 3 halaman

Berapa Dosis yang Disarankan?

Betul chia seed bergizi tinggi dan memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, mengonsumsinya dalam takaran yang pas adalah kuncinya. Mengonsumsi terlalu banyak bisa menyebabkan efek samping.

Agar tidak terjadi sejumlah bahaya di atas, dr. Atika memberikan anjurannya.“Jumlah anjuran konsumsi biji chia memang belum ada yang secara spesifik. Namun agar lebih aman, ada yang menyarankan untuk mengonsumsinya dimulai dari dua sendok makan atau 28 gram chia seeds dulu,” ujar dr. Atika.

“Lalu, boleh deh ditingkatkan jumlahnya bila memang tubuh bisa menoleransi. Ini karena seseorang juga bisa mengalami alergi akibat chia seeds. Maka sebaiknya konsumsi awalnya tidak usah terlampau banyak,” dia menjelaskan.

Selain itu, usahakan tetap terhidrasi saat Anda mengonsumsi biji chia. Sebelum dikonsumsi, rendam biji chia selama 5–10 menit sebelum memakannya.

Jika dikonsumsi dengan cara yang tepat dan jumlah yang pas, biji chia bisa menjadi teman diet yang sehat dan seimbang.

Jangan kelewatan info kesehatan dan gaya hidup lainnya, hanya di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

1 Komentar