Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Alasan Uji Coba Vaksin Virus Corona AstraZeneca Dihentikan

Alasan Uji Coba Vaksin Virus Corona AstraZeneca Dihentikan

Harapan mendapatkan vaksin virus corona harus ditahan dulu. Uji coba vaksin AstraZeneca dihentikan sementara karena ada efek samping pada partisipan.

Uji coba vaksin virus corona ke manusia memang memberikan sebuah harapan bahwa kita akan terbebas dari penyakit COVID-19. Sayangnya, ada kabar kurang mengenakkan datang dari proses tersebut (9/9). 

Percobaan vaksin oleh perusahaan farmasi AstraZeneca yang berkolaborasi dengan Oxford University, Inggris, harus dihentikan sementara waktu. Simak info selengkapnya.

1 dari 4 halaman

Kenapa Uji Coba Vaksin AstraZeneca Dihentikan?

Melansir Business Insider, uji coba vaksin virus corona AstraZeneca tahap III di Inggris harus dihentikan. Karena, salah satu relawan uji coba merasakan efek samping. 

Kendati demikian, belum jelas seperti apa efek samping atau penyakit yang dirasakan oleh relawan tersebut. Bahkan, beberapa sumber menggambarkannya seperti sebuah penyakit yang tidak bisa dijelaskan. 

Karena tak ingin hal tersebut menimpa partisipan lainnya, maka uji coba harus dihentikan dulu untuk dievaluasi lebih lanjut. 

AstraZeneca juga telah mengeluarkan pernyataan resmi. “Sebagai pelaksanaan uji coba global, terkendali, dan berdasarkan standar proses, kami akan menunda vaksinasi untuk meninjau kembali data keamanan,” jelas mereka. 

Selama proses penundaan, peneliti akan mencari tahu lagi potensi-potensi penyakit yang bisa ditimbulkan. 

Ada kemungkinan, dengan adanya penundaan uji coba vaksin AstraZeneca, hal ini juga memundurkan jadwal uji coba vaksin dari pabrik-pabrik lain. Pihak AstraZeneca dan Oxford University akan memeriksa secara cermat demi keselamatan partisipan uji coba. 

"Tindakan ini harus dilakukan saat muncul potensi penyakit yang tidak dapat dijelaskan dalam pengujian. Kami harus bisa memastikan keamanan uji klinis," pihak AstraZeneca menyatakan.

Mereka berupaya meninjau satu kasus ini demi mengurangi dampak pada jadwal uji coba. 

Bersama dengan perusahaan lainnya, seperti BioNTech, GlaxoSmithKline, Johnson & Johnson, Merck, Moderna, Novavax, Pfizer, dan Sanofi, tidak mau terburu-terburu untuk langsung memproduksi massal dan mengaplikasikannya pada masyarakat dunia. 

Artikel Lainnya: Ini Syarat Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Virus Corona

2 dari 4 halaman

Apakah Penghentian Uji Coba Vaksin Virus Corona Wajar Dilakukan?

Menanggapi apa yang terjadi terkait efek samping uji coba vaksin AstraZeneca, begini penjelasan dr. Alvin Nursalim, SpPD. “Sebenarnya, memang sangat mungkin muncul efek samping dalam pengujian obat atau vaksin baru,” terangnya. 

Dokter Alvin menambahkan, “Justru hal inilah yang bisa menunjukkan mengapa uji klinis vaksin butuh waktu lama. Tidak bisa satu atau dua bulan. Mengapa butuh proses lama? Ya, karena ingin tahu dan memantau efek sampingnya.”

Hal-hal seperti ini tidak bisa diburu-buru. Lebih baik sulit di awal, tetapi saat diproduksi, beredar, dan diberikan ke masyarakat, efektivitasnya maksimal dan tidak ada efek samping karena sudah dievaluasi lebih dulu. 

Kalau dipaksakan cepat tanpa ada evaluasi mendalam, dikhawatirkan justru akan menyebabkan masalah baru bahkan lebih parah. 

Artikel Lainnya: Kalbe Gandeng Perusahaan Korea untuk Ciptakan Vaksin Virus Corona

3 dari 4 halaman

Apa Kata WHO tentang Penghentian Uji Coba Vaksin Sementara?

Sementara itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memberi tanggapan soal keputusan AstraZeneca yang menghentikan uji klinis vaksin virus corona fase tiga mereka.

Chief Scientist WHO, dr. Soumya Swaminathan, mengatakan hal tersebut sudah tepat dilakukan karena keamanan vaksin adalah yang terpenting.

"Harus cepat bukan berarti ambil jalan pintas. Semua prosesnya harus sesuai aturan dan harus diuji keamanannya, itu yang paling penting," ujarnya, dikutip dari Reuters

Sementara peneliti vaksin AstraZeneca dan Oxford University melakukan evaluasi dan pemantauan terhadap vaksin virus corona mereka, kita doakan saja semoga tidak ada lagi efek samping berbahaya dan semua prosesnya berjalan lancar. 

Bila Anda ada pertanyaan terkait COVID-19, langsung konsultasikan pada dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(FR/AYU) 

0 Komentar

Belum ada komentar