Sukses

Agar Anak Tidak ‘Kuper’ Selama Sekolah di Rumah

Orang tua banyak yang khawatir anaknya tidak bisa bergaul selama sekolah di rumah. Tapi sebenarnya tetap bisa diasah selama di rumah dengan cara berikut.

Selain takut tidak dapat memahami pelajaran dengan baik, umumnya orang tua khawatir anak kurang pergaulan alias “kuper” ketika sekolah saat pandemi dilakukan secara online.

Momen pembelajaran jarak jauh seperti saat ini pada dasarnya dapat menghambat kemampuan komunikasi dan interaksi anak secara langsung. Padahal, pada momen usia tertentu, anak butuh berinteraksi dengan teman-temannya.

Lantas, bagaimana mengasah keterampilan anak bergaul selama sekolah online di rumah?

Mengapa Anak Butuh Bergaul?

Kadang beberapa orang tua ada masih ada yang membatasi pergaulan anak dengan teman-temannya di masa pandemi.

Sudah di rumah saja, dilanda kebosanan, ditambah tidak bisa bertemu langsung dengan teman-teman, pastinya keterampilan bergaul anak akan menurun.

Padahal, anak-anak khususnya mulai usia sekolah dasar, butuh berinteraksi agar kehidupan sosialnya tetap berjalan baik.

Untuk itu, orang tua disarankan untuk tidak membatasi pergaulan anak terlalu ketat, misalnya dengan melarangnya video call atau saling telepon dengan temannya.

Sebab, menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog, bergaul sangat penting untuk menunjang perkembangan psikososial mereka.

"Bergaul itu merupakan bersosialisasi dengan lingkungannya, terutama teman sebayanya. Dengan bergaul, itu bisa mendukung perkembangan psikososial anak," ujar Ikhsan Bella.

"Ketika bergaul, anak jadi lebih memahami situasi sekitarnya dan bisa mengembangkan kemampuan emosi dirinya ketika berhubungan dengan orang lain," lanjutnya.

Coba bayangkan kalau anak Anda gagap dalam bergaul? Jelas akan menghambat kesempatan mereka untuk bisa berhubungan orang lain. Padahal, manusia adalah makhluk sosial yang butuh bergaul dengan orang lain.

Artikel Lainnya: Ini yang Harus Dilakukan Orang Tua Jika Anak Tidak Punya Teman

1 dari 3 halaman

Cara Mengajari Anak Bergaul di Rumah

Sayangnya, momen anak untuk belajar bergaul secara langsung jadi terhambat karena pandemi.

Kalau di sekolah, mereka bisa berinteraksi dengan banyak orang yang punya sifat berbeda-beda. Namun, kalau di rumah, anak-anak hanya bisa berkomunikasi dengan keluarganya saja.

Meski situasinya sedang tidak memungkinkan, Ikhsan menyarankan para orang tua untuk tetap mengajarkan dan mengasah keterampilan anak dalam bergaul.

Ini bisa dimulai dari lingkup pertama yang anak punya, yaitu dengan keluarga di rumah. Cobalah berinteraksi dan bermain lebih sering dengan anak.

"Cara bergaul itu memang diawali dari interaksi orang tua dan anak dulu. Jadi, coba orang tua lebih sering berinteraksi sama anak entah dengan bermain bersama atau bercerita tentang pengalaman masing-masing," saran Ikhsan.

"Kemudian, orang tua juga bisa memfasilitasi video call, agar anak dapat tetap berinteraksi dengan teman-temannya," sambungnya. Dengan begini, anak bisa tetap bersosialisasi dan berinteraksi baik dengan orang lain.

Artikel Lainnya: Anak Suka Menyendiri, Perlukah Orang Tua Khawatir?

2 dari 3 halaman

Kalau Tidak Belajar Bergaul di Rumah Apa yang Terjadi?

Apabila interaksi dan keterampilan bergaulnya tidak diasah, kehidupan sosial anak akan terasa sulit di kemudian hari.

Menurut Ikhsan, dampak yang paling terlihat pada anak yang kuper adalah sulit terbuka dengan apa yang ia rasakan.

"Dampaknya berbeda-beda, tapi bisa saja anak jadi lebih memendam atau menyimpan yang ia rasakan atau pikirkan. Anak juga bisa mengembangkan egosentrisnya, jadi lebih mengutamakan diri sendiri dibandingkan orang lain," jelas Ikhsan.

Dalam bergaul, anak akan belajar untuk punya respek, mengutamakan kepentingan orang lain, sampai rela menolong satu sama lain. Itu yang bisa jadi fokus orang tua untuk mengajarkan anak bergaul.

Jadi, siapa bilang anak tidak bisa bergaul meski belajar di rumah? Orang tua punya peran penting untuk membantu anak mereka tetap bisa berinteraksi, kok, dengan cara-cara di atas.

Apabila ada yang mau ditanyakan lebih lanjut tentang perkembangan anak, jangan ragu untuk konsultasi ke psikolog, ya.

Agar lebih mudah, konsultasi online dengan psikolog lewat fitur LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar