Sukses

Usia Berapa Anak Boleh Nonton Horor?

Menonton film horor memang seru dan memicu adrenalin. Tapi, bagaimana jika genre ini ditonton si kecil? Apakah ada dampak buruk anak nonton horor?

Anda adalah salah satu penggemar film horor? Film-film hits, seperti The Conjuring, It, Insidious, hingga Pengabdi Setan memang seru dan mampu memicu adrenalin. Namun, bagaimana jika genre film ini turut disaksikan anak-anak? Apakah ada dampak buruk anak nonton horor?

Usia Minimal Anak Nonton Tayangan Horor

Sebenarnya, anak-anak memang tidak disarankan untuk menonton film dalam durasi yang lama. Anda tentu tahu kalau rata-rata film horor berdurasi 90 menit atau lebih.

“Aturan screen time, untuk anak di bawah 18 bulan sebenarnya tidak boleh sama sekali, kecuali video chatting. Kalau untuk balita 18 bulan sampai 2 tahun, waktu screen time 30 menit per hari tontonan edukatif,” tutur dr. Sepriani T. Limbong saat dikonfimasi.

Sementara itu, dia menambahkan, balita usia 2-5 tahun boleh screen time sampai 1 jam, dengan pengawasan orang tua.

“Untuk anak usia lebih dari 5 tahun, screen time dengan perjanjian atau komitmen yang sebelumnya sudah dinegosiasikan dengan orang tua, termasuk jenis tontonan dan waktunya,” ujar dr. Sepri.

Dengan aturan demikian, jadi pada usia berapa anak sudah diperbolehkan menonton film horor?

 “Sebaiknya, anak nonton film horor ketika perkembangan kognitif atau daya nalarnya sudah berkembang lebih baik. Itu artinya, anak sudah berusia di atas 14 tahun,” ujar psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi.

Artikel Lainnya: Manfaat Mengejutkan Nonton Film Horor

1 dari 3 halaman

Apakah Film Horor Berbahaya untuk Anak-anak?

Anak-anak hingga usia pra-remaja nyatanya tidak dianjurkan untuk menonton horor. Apakah ini berarti film horor berbahaya dan berefek buruk bagi anak-anak?

“Anak-anak ini kan masih mengembangkan kemampuan berpikir, terutama dalam hal penalaran. Sedangkan film horor itu kan banyak ditampilkan hal-hal yang nggak masuk akal. Nah, anak-anak belum bisa tuh melihat hal ketidakmasukakalan itu,” kata Ikhsan.

Pada akhirnya, anak akan bingung mana yang nyata dan masuk akal, serta mana yang hanya ada di dalam cerita film.

Kondisi tersebutlah yang nantinya akan menimbulkan efek buruk jangka pendek dan panjang pada anak, seperti:

  • Fobia dan Gangguan Kecemasan

Anak-anak berisiko lebih tinggi mengembangan gangguan kecemasan dan fobia yang bersumber dari film horor dibandingkan orang dewasa.

Perkembangan kognitif manusia didasarkan pada skema, atau cara memahami dunia. Saat orang tumbuh dan belajar, skema mereka pun berubah.

Banyak anak belum cukup mampu menempatkan adegan di dalam film horor ke dalam perspektif yang sebenarnya. Mereka pun berisiko lebih tinggi mengalami kecemasan dan juga fobia berkepanjangan.

Jika anak tergolong pencemas, penakut, atau kesulitan membedakan fantasi dari kenyataan, jangan tonton film horor sekarang.

Artikel Lainnya: Punya Gangguan Cemas tapi Suka Nonton Film Horor, Bagaimana Risikonya?

  • Gangguan Tidur

Film horor banyak sekali adegan yang mengintimidasi, visual menyeramkan, suara mengagetkan, termasuk jumpscare. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja banyak yang sulit tidur usai menonton film horor.

Bagi sebagian besar orang, efek ini dirasakan dalam jangka pendek. Namun, dalam beberapa kasus, gangguan tidur bisa berlangsung beberapa minggu, beberapa bulan, atau menahun.

  • Agresi dan Kekerasan

Film penyiksaan berpotensi menurunkan sensitivitas terhadap kekerasan dalam kehidupan nyata. Di sisi lain, usia kanak-kanak lebih mudah menyerap apa pun yang disajikan di lingkungan mereka.

Menonton film horor dibalut kekerasan bisa saja memicu anak melakukan tindak kekerasan di kemudian hari.

Dokter Sepri juga mengatakan, efek-efek tersebut tergantung dari jenis filmnya, apakah horor hantu, kriminal, thriller, ataupun mystery.

“Efek ini bisa dirasakan temporer, tapi bisa juga permanen. Tergantung dari usia anak, karakter anak, value keluarga, dan juga komunikasi sama keluarga,” ujar dia.

Artikel Lainnya: ABG Bunuh Anak 6 Tahun, Ini Alasan Film Horor Tak Baik untuk Remaja!

2 dari 3 halaman

Tips untuk Ortu agar Anak Tidak Sering Nonton Horor

Demi menghindari efek-efek buruk tersebut, sebisa mungkin Anda tidak memberikan film horor untuk anak di bawah usia 14 tahun jangan dulu menonton horor. Menurut psikolog Ikhsan, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

“Orang tua perlu mengawasi dan memberi pendampingan saat anak menonton anak. Saat anak sudah mulai menonton film horor, baiknya diberitahu kalau film tersebut kurang tepat untuk mereka. Selanjutnya, arahkan ke film yang lebih sesuai,” kata Ikhsan.

Dokter Sepri menambahkan, sesuaikan juga dengan usia anak. 3. Misalnya, kalau masih di bawah 6 tahun, orang tua yang harus bijak menentukan film apa yang bisa ditonton, dan mana yang tidak.

“Kalau sudah usia sekolah atau praremaja, sering-sering ajak diskusi saja, film apa yang baik ditonton. Kalau anak ketahuan nonton horor, jangan langsung dihardik atau dimarahi. Baiknya ditanya dulu, apa yang dia dapat film itu, dan gimana perasaannya setelah nonton,” kata dr. Sepri.

Barulah Anda mengarahkan bahwa menonton film horor belum tepat untuk usianya. Jelaskan kalau menonton film itu minim sisi edukasi, dan lebih banyak unsur-unsur merugikannya.

Dapatkan informasi seputar kesehatan, nutrisi, dan tumbuh kembang anak hanya di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar