Sukses

Wajib Tahu, Ini Beda Pneumonia, TBC, dan Bronkitis

Pneumonia, TBC, dan bronkitis sama-sama menyerang paru. Tapi, mari ketahui lebih jauh perbedaan mendasar di antara ketiganya.

Penyakit yang menyerang paru-paru cukup banyak, terbaru adalah COVID-19. Tapi, sebenarnya penyakit yang lebih dulu dikenal menyerang paru adalah pneumonia, tuberkulosis (TBC), dan bronkitis.

Ketiga penyakit ini sangat terkenal dan bahkan sering menjadi momok mengerikan bagi siapa saja yang mengalaminya. Jadi, penyakit-penyakit tersebut memang tidak boleh dianggap remeh begitu saja.

1 dari 3 halaman

Sama-Sama Menyerang Paru

Persamaan di antara ketiganya adalah sama-sama menyerang paru-paru. Pneumonia sering juga disebut sebagai penyakit infeksi saluran pernapasan.

Orang awam biasanya menyebutnya dengan paru-paru basah. Infeksi ini menyebabkan paru-paru terisi cairan yang membuat organ tersebut jadi meradang.

Sementara, bronkitis menyerang salah satu bagian paru-paru, yakni bronkus. Hal ini sangat mungkin terjadi kalau Anda sering terpapar polusi dan asap rokok.

Untuk tuberkulosis sendiri, penyakit ini merupakan infeksi yang sangat serius di paru-paru. Bahkan, TBC menjadi salah satu dari sepuluh penyebab kematian di Indonesia.

Kasus TBC di Indonesia menurut data Kemenkes diperkirakan mencapai 800.000 lebih per tahun. Angka keberhasilan pengobatannya baru mencapai 85 persen.

Artikel Lainnya: Sering Begadang Bisa Picu Bronkitis?

2 dari 3 halaman

Pahami Beda Pneumonia, TBC, dan Bronkitis

Meski sama-sama menyerang paru-paru, ketiganya memiliki perbedaan mendasar yang perlu diketahui. Walaupun harus diakui, kadang gejalanya terkesan tumpang tindih.

"Secara mudahnya, pneumonia dan TBC disebabkan oleh infeksi, sementara bronkitis merupakan peradangan," ungkap dr. Nabila Viera Yovita.

Sekarang, mari ketahui perbedaan di antara ketiganya:

1. Pneumonia

Penyakit ini sering disebut juga dengan paru-paru basah. Pneumonia terjadi karena adanya peradangan yang menyebabkan alveolus (kantung udara) terisi cairan, sehingga kinerja paru-paru memburuk.

Berikut gejala-gejala yang umumnya sering timbul:

  • Demam, diikuti dengan nyeri di kepala dan tubuh yang menggigil.
  • Batuk tak berdahak atau dengan dahak, cairannya mengandung nanah berwarna kekuningan.
  • Nyeri dada yang bisa dirasakan saat bernapas hingga napas pendek.
  • Diare, mual, dan muntah, serta mudah lelah
  • Nyeri di otot dan sendi
  • Denyut nadi melemah hingga 100 kali per menit.

Kalau pneumonia sudah parah atau menumpuk di lapisan pelindung paru, satu-satunya jalan adalah melakukan prosedur pengeluaran cairan dari paru-paru.

Artikel Lainnya: Sering Batuk, Benarkah Selalu Gejala TBC?

2. TBC

Menurut dr. Alvin Nursalim, Sp.PD, TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyebar melalui droplet lewat batuk dan bersin.

Karena TBC termasuk ke dalam penyakit yang bisa mengancam nyawa, Anda perlu memahami gejalanya supaya mendapatkan penanganan lebih awal.

Tanda-tanda dari tuberkulosis yang aktif adalah:

  • Batuk-batuk yang terjadi selama tiga minggu atau lebih.
  • Batuk darah.
  • Nyeri dada atau nyeri yang muncul ketika batuk atau bernapas.
  • Penurunan berat badan.
  • Kelelahan.
  • Demam.
  • Keringat pada malam hari.
  • Menggigil.
  • Berkurangnya nafsu makan.

3. Bronkitis

Penyakit ini menyerang area bronkus di paru-paru. Bronkus adalah pipa tabung pernapasan yang menjadi cabang dari batang tenggorok (trakea). Fungsinya membawa oksigen ke paru-paru.

Dinding pada bronkus menghasilkan lendir sebagai cara kerja pertahanan tubuh dalam hal menangkap partikel debu atau lainnya yang bisa menimbulkan iritasi.

Penyebabnya bisa akibat bakteri maupun virus. Tapi, virus yang lebih sering terjadi pada kasus bronkitis.

Artikel Lainnya: Apakah Antibiotik Selalu Efektif Sembuhkan Pneumonia?

Penyakit bronkitis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Bronkitis Akut

Biasanya peradangan hanya terjadi beberapa saat. Produksi lendir yang terlalu banyak dan gejala batuk bisa terjadi sampai tiga minggu.

  • Bronkitis Kronis

Batuknya sangat banyak lendir dan bisa terjadi selama kurang lebih tiga bulan dalam satu tahun. Lalu, setidaknya juga terjadi selama dua tahun.

Jenis yang kronis sering menyerang orang berusia 40 tahun ke atas dan kerap berkaitan dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Gejala-gejalanya yaitu:

  • Sakit tenggorokan.
  • Sakit kepala.
  • Hidung tersumbat atau berair.
  • Nyeri perut atau dada akibat terus batuk.
  • Mudah lelah.
  • Demam dengan suhu tidak terlalu tinggi.
  • Menggigil dan meriang.

Pada penyakit bronkitis yang kronis, penderita dapat merasakan napas yang sesak atau mengi akibat radang pada saluran udara. Segera cari penanganan medis bila muncul gejala batuk disertai darah atau lendir berwarna gelap dan kental.

Sekarang Anda sudah tahu perbedaan di antara ketiganya. Mari waspadai gejalanya agar terhindar dari bahayanya. Untuk konsultasi dengan dokter lebih mudah dan cepat, gunakan fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter!

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar