Sukses

Cek Dulu, Ini Tanda Anda Butuh Konsultasi ke Psikolog

Konsultasi ke psikolog bukan hanya untuk orang dengan gangguan jiwa saja. Ada lima hal yang menjadi tanda bahwa Anda butuh ke psikolog. Apa saja?

Kebanyakan orang berpikir pergi ke psikolog hanya untuk orang yang punya masalah kejiwaan atau mental. 

Tak jarang, ketika disarankan konsultasi ke psikolog, beberapa orang akan marah dan tersinggung karena dianggap “gila”.  Bahkan, ada orang yang takut dianggap lemah dan tidak punya iman!

Semua hal tersebut tidak benar. Nyatanya, pergi konsultasi atau terapi ke psikolog punya manfaat besar untuk kehidupan. 

Konsultasi ke psikolog dapat membantu Anda menjalani hidup agar tenang dan masalah yang mengganggu pikiran serta perasaan bisa diselesaikan dengan baik. Namun, Anda sering tak menyadari kondisi yang tepat untuk konsultasi ke psikolog

1 dari 4 halaman

Mengapa Butuh Pergi ke Psikolog?

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Kalau kesehatan mental yang bermasalah, bisa ditandai ketika mengalami stres atau cemas berlebih.

Ketika gejala fisik yang dialami tidak diobati ke dokter, kondisi kesehatan Anda bisa makin memburuk, bahkan fatal akibatnya. 

Begitu pun dengan kesehatan mental, keinginan menyakiti diri sendiri atau bahkan pikiran bunuh diri pun bisa terlintas. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, konsultasi atau terapi ke psikolog bisa dilakukan. 

Konsultasi atau terapi juga merupakan alternatif yang bisa dilakukan saat kondisi pikiran dan perasaan sedang kurang baik. Maka itu, Anda butuh solusi objektif dari psikolog guna menyelesaikan masalah hidup yang dihadapi. 

Bukan sekadar mendengarkan cerita lalu memberi saran, psikolog bekerja dengan membantu menemukan dasar masalah Anda melalui ilmu, pelatihan, dan keterampilan yang ia miliki. 

Nantinya jalan keluar seperti cara mengendalikan pikiran, perasaan, atau harus bagaimana bersikap saat ada masalah pun bisa Anda dapatkan. 

Tenang, psikolog punya kode etik seperti dokter yang dapat merahasiakan kondisi kesehatan Anda. Jadi, segala curhat, keluh kesah, serta masalah hidup Anda tak akan dibeberkan olehnya.

Selain itu, psikolog juga akan memosisikan diri sebagai pihak netral, alias tidak memihak pada sesuatu yang mementingkan diri atau idealismenya saja. Semuanya aman dan bermanfaat. 

Artikel Lainnya: Tips Memilih Psikolog dan Psikiater yang Tepat

2 dari 4 halaman

5 Tanda Anda Butuh Konsultasi ke Psikolog

Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog mengatakan, “Sebenarnya kita sering merasakan beberapa hal, cuma nggak ngeh saja kalo itu tanda mesti cari bantuan profesional. Mudahnya, kalau sudah sampai mengganggu aktivitas kita sehari-hari yang melibatkan emosi, fisik atau pikiran kita, coba konsultasi ke psikolog,” jelas Ikhsan 

“Misalnya badan terasa lelah, tidak bersemangat, badan terasa sakit padahal secara medis sehat, maka juga butuh ke psikolog,” tambah Ikhsan. Untuk tahu lebih lanjut tanda-tanda apa yang harus diperhatikan, simak pembahasan berikut ini.  

1. Tidak Bisa Mengendalikan Emosi

Kata Ikhsan, ketika emosi yang dirasakan mulai tak stabil, ini bisa menjadi tanda bahwa kita butuh bantuan psikolog.

“Contoh pertama, kalau ada hal yang membuat kita emosi seperti sering merasa mudah marah, sedih terus-menerus, atau frustasi”, jelas Ikhsan. 

Emosi atau perasaan yang tidak terkendali dan sering berubah-ubah bisa menjadi sinyal ada kesehatan mental yang harus diatasi. 

Terlebih, jika emosi yang labil itu dibarengi porsi makan atau jam tidur yang jadi lebih sedikit dari biasanya. Tandanya masalah yang Anda alami sudah sangat mengganggu. 

2. Mulai Tidak Fokus

“Kalau pikiran yang mengganggu ini sampai membuat sulit konsentrasi, mudah stres, dan overthinking hal negatif, coba konsultasi ke psikolog,” jelas Ikhsan. 

Apabila hal ini terjadi, kemungkinan Anda akan merasa tidak enjoy lagi dengan pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. 

Nantinya, seseorang jadi dapat menarik diri dari keluarga, teman,  bahkan merasa tidak nyaman berada di dekat mereka.

Saat konsultasi, psikolog akan membantu menemukan penyebab masalah yang Anda alami. Psikolog pun dapat membantu menemukan langkah penyelesaian masalah dengan cara yang sehat dan tepat. 

Artikel Lainnya: Heboh Dedy Susanto, Ketahui Perbedaan Psikolog dan Psikiater

3. Cari Pelampiasan Tidak Sehat

Saat sedang merasa tidak baik-baik saja, beberapa orang akan mencari cara instan untuk menenangkan gundah gulananya tersebut. Misalnya, mulai minum alkohol, terjun ke dunia seks bebas, merokok, atau bahkan mengonsumsi obat-obatan terlarang. 

Hal ini dapat menjadi candu dan membuat masalah yang Anda alami semakin memburuk. Jika stres atau cemas yang Anda rasakan mulai mengarah ke pelampiasan buruk tersebut, segera hubungi psikolog untuk konsultasi!

4. Mengalami Hal Traumatis

Berduka dalam waktu berkepanjangan, pernah dilecehkan, mengalami kekerasan, atau bahkan pernah dipecat dari pekerjaan, dapat membuat orang trauma. 

Trauma ini harus diatasi agar tidak menyebabkan munculnya pikiran negatif berulang, ketakutan, atau bahkan stres. 

Agar bisa menerima dan berdamai dengan kenyataan, butuh dukungan, terapi, dan bantuan dari psikolog untuk mengatasi trauma tersebut.

5. Orang Sekitar Mulai Khawatir

Jika kalimat seperti, “Eh, kamu lagi baik-baik aja, kan?” atau “Kok, kayaknya kamu lagi kurang semangat, ya? Kamu gapapa, kan?” mulai dilontarkan oleh orang di sekitar, kemungkinan Anda butuh pergi ke psikolog.

Beberapa orang yang akrab seperti sahabat, pacar, atau bahkan keluarga mungkin menangkap sinyal tidak biasa dari keseharian atau kondisi Anda. Jika demikian, segera hubungi psikolog agar kondisi Anda segera membaik. 

Artikel Lainnya: Dampak Depresi Bisa Picu Bunuh Diri, Kapan Harus Periksa ke Psikolog?

3 dari 4 halaman

Bagaimana Jika Masalahnya Dipendam saja?

Curhat ke teman, sahabat, atau orang tua, mungkin tidak selalu dapat membantu masalah yang Anda hadapi. Jika demikian, jangan ambil jalan berdiam diri atau malah memendam masalah, ya

“Bahaya. Ketika emosi negatif ada terus menerus dan orangnya punya pribadi yang dipendam, bisa timbul self-harm atau kalau kelamaan malah depresi. Ini bisa menimbulkan gangguan seperti psikotik, gangguan emosi, atau bahkan bunuh diri,” ujar Ikhsan saat menerangkan dampaknya. 

Tidak ada salahnya konsultasi ke psikolog. Ingat, kondisi mental sama pentingnya dengan kondisi fisik. 

Sama juga dengan berobat ke dokter, konsultasi dengan psikolog butuh beberapa kali kunjungan, tidak sekali datang langsung selesai atau sembuh batinnya. 

Apabila butuh konsultasi tentang kesehatan mental lebih lanjut tentang masalah yang Anda hadapi, jangan ragu ajukan pertanyaan kepada psikolog lewat fitur LiveChat di aplikasi Klikdokter

(AYU/ARM)

1 Komentar