Sukses

Tipe-tipe Pneumonia yang Harus Diketahui

Pneumonia adalah satu penyakit di paru-paru yang menular dan berbahaya. Tapi, sudah tahukah Anda kalau ada banyak jenis pneumonia?

Pneumonia atau yang lebih dikenal dengan paru-paru basah merupakan sebuah peradangan pada jaringan paru. Pneumonia sendiri disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, jamur, maupun parasit di organ paru.

Jika tidak ditangani dengan benar, pneumonia bisa berakibat fatal bagi penderitanya. Nah, meskipun termasuk kondisi serius di organ paru, tahukah Anda kalau ada beberapa jenis pneumonia? Berikut penjelasannya.

1 dari 3 halaman

Mengenal Macam-macam Pneumonia 

Beberapa gejala pneumonia antara lain: batuk (baik batuk kering, maupun batuk berlendir berwarna kuning, hijau, cokelat, atau bernoda darah), sulit bernapas, detak jantung cepat, demam, nyeri dada, berkeringat, dan tidak nafsu makan.

Sama halnya dengan penyakit lain, jika gejala tersebut tidak ditangani dengan baik, pneumonia akan menyebabkan berbagai macam komplikasi, bahkan hingga kematian.

Pneumonia sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu berdasarkan tempat penularan dan penyebabnya.

1. Berdasarkan Tempat Penularannya 

  • Hospital Acquired Pneumonia (HAP)

HAP adalah penyakit pneumonia yang muncul setelah 48 jam dirawat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan tempat Anda berada. 

  • Community Acquired Pneumonia (CAP)

Jenis pneumonia CAP didapatkan dari satu lingkungan masyarakat, di mana infeksinya terjadi di luar rumah sakit. Pada umumnya, pneumonia jenis ini lebih sering ditemukan dan penyebaran kasusnya cukup banyak.

2. Berdasarkan Penyebabnya 

  • Pneumonia Bakterial 

Seperti namanya, pneumonia bakterial memang disebabkan oleh bakteri yang menempel pada jaringan paru manusia.

Beberapa bakteri penyebab pneumonia adalah Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Staphylococcus aureus.

Saat mengalami pneumonia bakterial, tubuh akan lebih mudah terserang penyakit dan jadi melemah. 

Artikel Lainnya: Apakah Antibiotik Selalu Efektif Sembuhkan Pneumonia?

  • Pneumonia Virus 

Pneumonia virus disebabkan oleh virus, di antaranya virus influenza, RSV (respiratory syncytial virus), dan coronavirus. Kebanyakan orang lebih sering terkena pneumonia bakteri ketimbang pneumonia virus.

Salah satu alasannya karena bakteri masih lebih banyak berkembang biak di luar lingkungan ketimbang virus penyakit. 

  • Pneumonia Fungal 

Pneumonia fungal merupakan tipe pneumonia yang disebabkan oleh jamur. Beberapa kelompok dinilai lebih rentan mengalami pneumonia jenis ini.

Antara lain, orang dengan sistem imunitas rendah, seperti penderita HIV/AIDS, orang yang sedang kemoterapi, pengguna obat-obatan tertentu, dan penderita penyakit autoimun. 

Jamur yang bisa menyebabkan pneumonia, di antaranya Pneumocystis jirovecii, Cryprococcus, Coccidioides, dan Histoplasma

  • Pneumonia Atipikal/Walking Pneumonia 

Mirip dengan pneumonia bakterial, jenis pneumonia yang satu ini biasanya disebabkan oleh mycoplasma, Legionella dan Chlamydia. Biasanya derajatnya lebih ringan daripada yang tipe bakteri. 

Selain dari kedua pembagian tersebut, dijelaskan dr. Devia Irene Putri, ada satu lagi jenis pneumonia yang mungkin cukup sering terdengar yaitu, pneumonia aspirasi.

“Pneumonia aspirasi adalah pneumonia akibat masuknya makanan, minuman, muntah, atau air liur ke paru-paru. Biasanya ini terjadi pada orang-orang yang harus bed rest dalam jangka waktu lama, misalnya karena stroke, cedera otak, bahkan pada bayi,” ujar dr. Devia.

Artikel Lainnya: Balita Sering Batuk, Itu Tanda Pneumonia atau Batuk Biasa?

2 dari 3 halaman

Termasuk Penyakit Menular, Ini Cara Mencegahnya

Seperti dijelaskan dr. Devia, pneumonia memang masuk ke dalam daftar penyakit yang menular.

“Cara penularannya antara lain melalui tetesan air atau droplet dari penderita, yang secara sengaja atau tidak sengaja terhirup oleh orang lain di sekitarnya,” ujar dr. Devia. 

Selain menghindari interaksi dengan penderita pneumonia, beberapa cara ini bisa dilakukan sebagai pencegahan: 

  • Selalu jaga daya tahan tubuh dengan baik, dan terapkan pola hidup sehat (olahraga dan makan sayur/buah secara rutin).
  • Harus rajin mencuci tangan dengan air dan sabun, dan hindari sering menyentuh area wajah (hidung dan mulut).
  • Gunakan masker jika Anda sedang bepergian ke luar rumah, terutama di tempat yang ramai dan polusi udaranya sangat tinggi.
  • Lakukan vaksinasi pneumonia (PCV). Vaksinasi ini bisa diberikan pada anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki sistem imunitas rendah. 
  • Setop merokok dan minum alkohol karena bisa membawa dampak buruk pada kesehatan manusia, terutama pada jaringan paru.

Itulah beberapa informasi terkait pneumonia yang perlu Anda tahu. Jika ada pertanyaan lain seputar pneumonia, silakan konsultasikan pada dokter spesialis melalui LiveChat di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar