Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Pelanggar PSBB Dihukum Masuk Peti, Berbahayakah untuk Mental?

Pelanggar PSBB Dihukum Masuk Peti, Berbahayakah untuk Mental?

Tidak hanya menyebabkan efek jera, hukuman masuk peti mati bagi pelanggar PSBB katanya juga bisa mengganggu kesehatan mental. Apakah medis setuju dengan ini?

Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, sempat menjadi perbincangan setelah menerapkan hukuman masuk peti bagi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurut pihak terkait, hukuman ini bertujuan agar pelanggar merenungkan kesalahan yang telah dilakukan.

Namun, merujuk pada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 51 Tahun 2020, hukuman PSBB berupa masuk peti mati selama beberapa saat sebenarnya tidak disebutkan.

Dalam Pergub tersebut, hukuman pelanggar PSBB hanya ada dua, yaitu membayar Rp250.000 atau melakukan kerja sosial selama satu jam.

Tak heran, banyak yang mengatakan hukuman pelanggaran PSBB yang ditetapkan oleh Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Pasar Rebo dianggap tidak manusiawi dan tidak masuk akal. Bahkan, tak sedikit pula yang bilang hukuman tersebut dapat mengganggu kesehatan mental.

1 dari 3 halaman

Dampak Hukuman Masuk Peti untuk Kesehatan Mental

Hukuman masuk peti bagi pelanggar PSBB sebenarnya berbahaya bagi kesehatan mental. Hal tersebut pada akhirnya dapat memicu munculnya masalah lain yang lebih berbahaya untuk banyak orang.

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, hukuman dengan menakuti-nakuti seperti halnya masuk ke dalam peti mati sebenarnya tidak efektif. Ini karena rasa takut yang dimiliki setiap orang dapat berbeda-beda.

"Sebenarnya, tujuan pemerintah menakuti itu agar mengubah perilaku seseorang. Akan tetapi, rasa takut yang dirasakan oleh setiap orang beda-beda dan hal ini bersifat subjektif," ujar Ikhsan.

Artikel Lainnya: Petugas Medis Rentan Trauma Psikologis Pasca Penanganan Virus Corona!

"Jadi, ada yang mungkin merasa takut, tapi ada juga yang tidak. Oleh karena itu, bagi sebagian orang diberi hukuman masuk dalam peti agar jera, itu kurang efektif," sambungnya.

Ikhsan berharap, hukuman masuk peti bagi pelanggar PSBB tidak diberlakukan lagi. Akan lebih baik jika pemerintah menerapkan hukuman yang benar-benar tegas, tanpa perlu menakut-nakuti.

"Lebih baik dikaji ulang hukuman apa yang lebih tepat dan lebih membuat masyarakat sadar agar memakai masker dan menerapkan social distancing. Mungkin bisa dengan menerapkan denda dengan tegas atau lainnya," saran Ikhsan.

Saat ini hukuman masuk peti sudah ditiadakan oleh Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Pasar Rebo. Petugas di lapangan juga akan diberikan hukuman apabila kedapatan masih menerapkan hukuman tersebut.

Artikel Lainnya: Coba New Normal dengan Bekerja dari Kantor Lagi, Ini Kata Psikolog

2 dari 3 halaman

Tips Jaga Kesehatan Mental Selama PSBB

Di rumah saja selama enam bulan bukanlah perjuangan yang mudah. Namun, hal ini harus tetap diupayakan agar rantai penularan COVID-19 dapat segera dihentikan.

"Untuk jaga kesehatan mental, boleh saja jika ingin melihat suasana baru. Tapi, bukan dengan pergi ke kafe, melainkan ke taman yang sepi atau jogging di sekitar rumah yang banyak pohon dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata Ikhsan.

Kalau sulit untuk keluar karena keadaan tidak memungkinkan, cobalah untuk membuat catatan harian mengenai emosi yang Anda alami.

"Coba buat jurnal pribadi. Selama 6 bulan ini, ada hal baik atau hal bermakna apa saja yang sudah pernah terjadi agar tidak hanya fokus ke emosi negatif selama pandemi," pungkas Ikhsan.

Supaya kesehatan mental lebih terjaga lagi, Anda pula hal lain yang bisa Anda lakukan. Baca selengkapnya di sini (7 Cara Memperbaiki Kesehatan Mental).

Meski hukuman PSBB berupa masuk ke dalam peti sudah ditiadakan, Anda tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku. Putuskan rantai penularan virus corona dimulai dari diri Anda sendiri.

Jika Anda punya pertanyaan mengenai dampak hukuman atau ingin tahu lebih lanjut mengenai cara menjaga kesehatan mental, tak perlu sungkan untuk berkonsultasi secara langsung pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar