Sukses

Manfaat Timun yang Kaya Nutrisi untuk MPASI Bayi

Sayur timun yang mengandung banyak air dan menyegarkan ini bagus untuk menu MPASI bayi, simak ragam manfaatnya di sini!

Sering disantap sebagai lalapan, timun memang menjadi salah satu jenis sayuran yang digemari. Tak hanya untuk orang dewasa, timun juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan bayi.

Menjadikan timun sebagai menu MPASI si kecil adalah hal yang tepat sebagai asupan tambahan selain ASI. Menurut dr. Devia Irine Putri, bayi sudah bisa mulai mengonsumsinya pada usia enam bulan. 

1 dari 4 halaman

Manfaat Timun untuk Kesehatan Bayi

Tak heran bila timun merupakan sayuran yang kaya nutrisi. Melansir Medical News Today, timun mengandung air, protein, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, vitamin C, folat, beta karoten, vitamin K, dan lain-lain.

Dengan beragam kandungan sehat dalam timun tersebut, berikut manfaat mengonsumsi timun bagi bayi:  

  1. Mengurangi Keluhan pada Perut dan Pencernaan

Timun dapat membantu mengatasi dan meringankan keluhan pada perut bayi, misalnya akibat masalah lambung atau konstipasi. 

Berikan timun yang sudah dimasak dan dihaluskan kepada bayi agar lebih mudah dicerna. 

Bila bayi Anda siap menerima asupan timun, saran penyajiannya juga dapat Anda konsultasikan kepada dokter sesuai kondisi bayi. 

  1. Menghidrasi Tubuh Bayi

Kecukupan cairan adalah salah satu hal penting untuk kesehatan bayi. Nah, timun dapat membantu memenuhi komponen tersebut berkat kandungan airnya yang cukup banyak.

Artikel Lainnya: Si Kecil Tumbuh Gigi, Berikan Teether atau Biskuit Bayi?

  1. Sumber Vitamin

Kandungan vitamin dalam timun yang cukup banyak menjadikan sayuran ini sangat baik untuk bayi, khususnya dalam hal pertumbuhan fisik, neurologis, penglihatan, sirkulasi darah, kesehatan tulang, dan lain sebagainya.

  1. Meningkatkan Imun Tubuh

Timun juga mengandung antioksidan yaitu flavonoid dan tanin. Kandungan tersebut mampu membantu tubuh bayi untuk meningkatkan kekebalan dan menangkal radikal bebas. 

Flavonoid dan tanin pun dapat menghasilkan efek analgesik (menghilangkan rasa sakit dan nyeri).

  1. Menyehatkan Kulit

Jus timun yang dioleskan pada kulit dapat menghasilkan efek menenangkan dan melembapkan. 

Perawatan rumahan ini juga bisa digunakan untuk mengurangi efek kulit yang terbakar matahari. Namun, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Sebaiknya, konsultasi dulu dengan dokter agar risiko reaksi alergi atau iritasi dapat dihindari.

Artikel Lainnya: Bolehkah Ibu Hamil Makan Timun?

2 dari 4 halaman

Cara Mengolah Timun untuk MPASI si Kecil

Ketika bayi Anda sudah menginjak usia enam bulan ke atas, ia boleh mulai mengonsumsi timun namun harus dalam tekstur yang lembut (puree).

Untuk langkah menyiapkannya, berikut cara-cara yang bisa diikuti:

  • Pastikan timun dalam keadaan segar, lalu cuci bersih. Agar nutrisi sehatnya tidak berkurang, lebih baik kulit timun tidak perlu dikupas.

“Kulitnya mengandung serat juga, tapi takut susah dicerna karena lebih padat dibandingkan dagingnya. Kalau memang mau sama kulitnya, blender sampai halus agar tidak ada bagian keras yang tertinggal,” jelas dr. Devia.

  • Kukus atau rebus timun selama 10-15 menit, atau sampai cukup lembut ketika ditusuk garpu.
  • Potong-potong timun, lalu blender. Tambahkan air secukupnya agar tekstur pure timun lebih lembut.

Artikel Lainnya: Resep dan Cara Membuat Bubur Bayi Sesuai Tingkatan Usia

3 dari 4 halaman

Hal yang Harus Diketahui Sebelum Beri MPASI Timun

Sebelum Anda memberikan timun untuk bayi, pastikan sudah berkonsultasi dengan dokter. Dokter Devia berpesan, jangan memberikan timun yang masih mentah.

Bila bayi baru pertama kali makan MPASI atau puree timun, lakukan secara perlahan dan jangan kenalkan dulu dengan makanan baru lainnya.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, Amerika Serikat, hindari pengenalan terhadap makanan baru lainnya dalam 3-5 hari. 

Hal ini untuk memastikan apakah bayi benar-benar cocok mengonsumsi timun atau justru muncul reaksi alergi atau keluhan tertentu.  

“Jangan lupa cek alergi saat pemberian pertama kali. Ada reaksi seperti merah di kulit, gatal, bentol, atau tidak,” ujar dr. Devia.

Tidak ada ruginya, kan, memberikan timun untuk mendukung tumbuh kembang bayi? Bila si kecil sudah siap dan boleh mengonsumsinya, jadikan timun sebagai menu tambahan sehari-hari yang sehat!

Konsultasikan seputar tumbuh kembang dan gizi bayi dengan dokter spesialis pilihan Anda lewat fitur Chat Premium di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar