Sukses

Kudis Bisa Diobati dengan Air Garam, Mitos atau Fakta?

Mau cari tahu manfaat air garam untuk kudis? Boleh saja, tapi sebelum dipraktikkan langsung, simak dulu penjelasan dokter berikut ini!

Kena kudis (scabies) sungguh tak nyaman. Penyakit ini bikin kulit sangat gatal, sehingga keinginan untuk garuk-garuk sulit ditahan!

Karena sudah tak kuat dengan gatalnya, beberapa orang memanfaatkan air garam untuk menyembuhkan kudis. Ya, katanya kudis bisa hilang saat terkena air garam. Benar, nggak, ya?

Terkenal Bisa Membunuh Parasit, Tapi…

Garam memang telah digunakan sebagai bahan untuk membunuh parasit selama ribuan tahun. Orang zaman dulu bahkan minum air garam untuk membunuh cacing parasit di tubuhnya dan mandi air laut untuk membunuh parasit kulit.

Garam bisa membunuh parasit – dalam hal ini tungau (mite) Sarcoptes scabiei – dengan cara mengeringkan (mendehidrasikan) tubuh mereka, sehingga lama-kelamaan mati.

Biasanya air garam dipakai dengan cara disemprotkan. Ada juga yang dipakai untuk mandi berendam.

Hingga saat ini, manfaat air garam untuk kudis masih dipercaya dan digunakan. Tapi, soal efektivitas dan efek sampingnya masih simpang siur. Ada yang bilang ampuh, ada juga yang bilang justru bikin kondisi kulit jadi makin parah.

1 dari 4 halaman

Belum Ada Bukti Ilmiah tentang Manfaat Air Garam untuk Kudis

Menanggapi manfaat air garam untuk kudis, dr. Nabila Viera Yovita menjelaskan, belum ada bukti ilmiah yang melaporkan dan membenarkan bahwa air asin tersebut dapat mengobati kudis.

“Iya, meski jadi kepercayaan, tetapi cara mengobati kudis dengan garam belum terbukti secara ilmiah. Biasanya, untuk mengatasi scabies, memang ada obat khusus dalam bentuk krim, salep, atau losion,” jelasnya.

Umumnya dokter akan meresepkan obat topikal (oles) yang mengandung permethrin dan obat dengan kandungan lain bila diperlukan.

Apabila gejala kudis sudah parah, obat oral (diminum) seperti antihistamin dan ivermectin pun bisa diresepkan dokter.

Baik obat topikal maupun oral, semuanya harus digunakan secara rutin dan sesuai dosis yang dianjurkan. Tidak disarankan untuk membuat ketentuan sendiri.

Artikel lainnya: Sering Gatal di Kemaluan? Mungkin Ini Sebabnya

2 dari 4 halaman

Efek Samping Pakai Air Garam untuk Kudis

Berendam dengan air hangat yang sudah diberikan banyak garam terkadang dipilih untuk mengatasi permasalahan kulit, khususnya akibat parasit seperti tungau. Kendati begitu, dr. Nabila mengatakan hal tersebut justru bisa menimbulkan iritasi pada kulit.

“Gatal pada scabies pasti membuat Anda ingin selalu menggaruk. Karena terus digaruk, alhasil kulit yang terinfeksi tungau dan area sekitarnya menjadi luka-luka,” ungkap dr. Nabila.

Nah, dalam keadaan seperti itu lalu Anda berendam air garam, maka kondisi kulit akan semakin perih dan memerah. Jadi bukan cuma gatal, rasa tidak nyaman ditambah dengan perih juga ada,” lanjutnya.

Karena itu, pikir-pikir lagi bila hendak mengobati kudis dengan air garam. Bukannya sembuh, justru bisa menimbulkan keluhan lain.

Sampai saat ini, belum ada home remedy (pengobatan rumahan) berbasis ilmiah yang menyarankan untuk mengatasi kudis dengan garam, sehingga Anda disarankan untuk tak ambil risiko.

Artikel lainnya: Mandi Saat Berkeringat, Boleh atau Tidak?

3 dari 4 halaman

Selain Obat Khusus, Lakukan Hal Ini untuk Atasi Kudis

Pakaian, bed cover, sarung bantal, dan handuk wajib dicuci bersih. Dokter Nabila juga menyarankan, sebelum dicuci menggunakan air dan sabun, rendam dulu dalam air panas supaya tungau penyebab kudis mati.

Penyakit kulit ini sangat menular. Jadi, hindari saling pinjam barang pribadi, seperti sisir, pakaian, sapu tangan, dan sebagainya.

Jika yang pertama kali menularkan adalah hewan peliharaan (memang bisa ditularkan dari hewan ke manusia) misalkan kucing atau anjing, maka mereka juga harus diperiksakan ke dokter hewan demi mendapatkan pengobatan yang tuntas.

Kudis pada hewan biasanya dapat Anda temui pada pinggiran kupingnya yang mulai berkerak, lalu lama-kelamaan menjalar ke wajah.

Apabila anggota keluarga lain ada yang mulai terasa gatal, lebih baik langsung diobati untuk menghindari penularan yang semakin parah. Kebersihan diri dan rumah harus ditingkatkan, agar ketika sudah sembuh kudis tidak menginfeksi lagi.

Manfaat air garam untuk kudis hanyalah mitos, sehingga Anda tak perlu menyemprotkan air garam bahkan berendam dengan air tersebut. Pilih pengobatan yang lebih efektif dan aman dari dokter, sehingga gatal cepat berlalu.

Bila ada keluhan seputar kulit, langsung konsultasikan kepada dokter lewat fitur live chat di aplikasi KlikDokter.

(FR/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar