Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ibu Operasi Caesar, Siapkan Sejumlah Barang Ini Sebelum Persalinan

Ibu Operasi Caesar, Siapkan Sejumlah Barang Ini Sebelum Persalinan

Sudah siap dengan koper persalinan di dalam mobil? Tunggu dulu, pastikan 11 barang ini sudah ada dalam koper bila Anda hendak jalani operasi caesar.

Apakah waktu persalinan Anda sudah dekat? Bila iya, tidak hanya kesehatan fisik dan mental saja yang perlu disiapkan. Namun, koper berisi perlengkapan bersalin pun harus sudah siap di kamar atau mobil. 

Persiapan secara matang akan membuat Anda jadi lebih tenang ketika menghadapi persalinan. Karenanya, pastikan telah mempersiapkan barang-barang yang wajib dibawa ke rumah sakit saat hendak operasi caesar.

1 dari 3 halaman

Barang yang Harus Dibawa saat Operasi Caesar

Meski ibu memutuskan untuk melahirkan dengan cara operasi caesar, tas persalinan tetap perlu dipersiapkan dari jauh hari. 

Pasalnya, barang-barang yang dibutuhkan ibu hamil yang operasi caesar akan lebih banyak ketimbang ibu hamil yang melakukan persalinan normal. 

Dokter Devia Irine Putri menjelaskan, ada dua kategori barang yang harus ada di setiap tas persalinan, yaitu kebutuhan untuk ibu dan kebutuhan untuk sang bayi. 

Lantas, barang-barang apa saja yang wajib ibu hamil bawa saat hendak melakukan operasi caesar? Berikut daftarnya: 

  1. Barang Wajib untuk Ibu

  • Dokumen Data Diri 

Dokumen data diri terdiri dari KTP, kartu BPJS, dan buku kehamilan. Ibu juga diminta membawa surat-surat penting lainnya terkait kesehatan bila memang punya riwayat penyakit. 

  • Pakaian Longgar

Karena ibu akan menginap di rumah sakit untuk beberapa hari, pastikan membawa pakaian lebih untuk menginap. 

Tidak perlu pakaian pas badan, disarankan bawa pakaian longgar dan memiliki kancing. Baju ini memudahkan ibu saat menyusui dan beraktivitas selama di rumah sakit.

  • Bra dan Pakaian Dalam 

Selain pakaian longgar, bra dan pakaian dalam juga jangan sampai ketinggalan. Untuk branya sendiri, pilihlah model khusus ibu menyusui. 

  • Perlengkapan Mandi 

Rumah sakit biasanya sudah menyiapkan alat mandi untuk ibu pasca melahirkan. 

Namun, belum tentu nyaman dan cocok menggunakan produk dari rumah sakit. Karenanya, tetap bawa peralatan mandi sendiri menjelang persalinan. 

  • Peralatan Menyusui 

Ibu juga diminta membawa peralatan menyusui seperti breast pad, alat pumping, bantal menyusui, dan sebagainya. 

  • Korset 

Pasca operasi caesar, ibu biasanya diminta untuk menggunakan korset. Lamanya penggunaan korset bergantung pada seberapa cepat luka jahit kering dan keputusan dokter. 

Artikel Lainnya: Pilih Mana, Persalinan Normal atau Bedah Caesar?

  1. Barang Wajib Bayi 

  • Baju Bayi 

Pastikan membawa baju bayi yang nyaman untuk newborn. Hindari baju yang sulit dikenakan agar bayi terasa lebih nyaman dan tidak rewel.

  • Topi, Kaus Tangan, dan Kaus Kaki 

Ketiga barang ini juga bisa dibawa dalam tas persalinan. Fungsinya untuk menghangatkan tubuh bayi. 

  • Selimut Bayi 

Rumah sakit biasanya sudah mempersiapkan selimut untuk bayi baru lahir. Kalau Anda tidak nyaman dengan selimut dari rumah sakit, bawalah selimut dari rumah.

  • Kain Lampin atau Bedong Bayi

Kain lampin atau bedong juga harus ada dalam tas persalinan. Ibu bisa bawa kain lampin dengan jumlah lebih banyak. 

  • Popok Bayi

Terakhir ialah popok bayi. Jumlah yang disiapkan juga sebaiknya lebih banyak untuk mencegah kekurangan popok selama di rumah sakit. 

“Sebenarnya tidak ada yang berbeda [persalinan normal dan caesar], secara umum sama. Biasanya yang membedakan itu pemakaian korset pasca bersalin,” ujar dr. Devia.

“Kalau persalinan normal biasanya boleh langsung. Tapi, kalau ibu pasca operasi caesar biasanya harus menunggu beberapa waktu dulu. Ini tergantung luka sudah kering atau belum dan tergantung dari dokternya juga,” lanjutnya. 

Artikel Lainnya: Usai Persalinan Caesar, Kapan Boleh Berhubungan Seks Lagi?

2 dari 3 halaman

Serba-serbi Operasi Caesar

Apa pun jenis persalinan yang Anda rencanakan dan harapkan, tidak boleh melupakan kemungkinan operasi caesar. 

Operasi caesar (C-section) adalah prosedur melahirkan bayi melalui sayatan pada bagian perut dan uterus. Umumnya, operasi ini dilakukan usai minggu ke-38 dalam masa kehamilan.

Baik persalinan normal maupun caesar, keduanya memang memiliki risiko tersendiri. Untuk operasi caesar, risiko pada bayi adalah kemungkinan terjadinya transient tachypnea of the newborn, atau masalah gangguan pernapasan pada bayi. 

Masalah ini cukup sering ditemukan sehingga tidak perlu terlalu khawatir dengan masalah yang satu ini. 

Bagi ibu sendiri, biasanya yang melakukan operasi caesar berisiko mengalami endometritis, perdarahan, pembekuan darah, dan infeksi pada sayatan operasi. 

Jika ibu mengalami hal-hal yang disebutkan tadi, maka biasanya akan dipisahkan sementara oleh bayi agar proses pemulihannya lebih cepat. 

Sebelum tanggal kelahiran bayi tiba, persiapkan hal-hal di atas secara matang dan dari jauh-jauh hari. Agar tidak terlalu tegang, ibu bisa perbanyak melakukan hal-hal yang disukai agar lebih nyaman dan relaks. 

Jaga juga komunikasi dengan dokter kandungan dan jangan ragu mengungkapkan rasa khawatir atau keluhan yang Anda rasakan. Pakai fitur Chat Premium dengan dokter spesialis kandungan bila ingin konsultasi lebih praktis seputar kehamilan dan kandungan di aplikasi Klikdokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar