Sukses

Tips Aman Mengendarai Motor bagi Ibu Hamil

Karena tuntutan pekerjaan atau urusan tertentu, ibu hamil kadang terpaksa harus mengendarai motor sendiri. Amankah untuk dilakukan?

Ibu hamil dituntut untuk menjaga kesehatan dirinya dengan baik. Hal ini berguna untuk menjamin keselamatan calon ibu dan calon bayi yang sedang dikandungnya.

Namun, karena berbagai macam alasan, ada saja kemungkinan untuk ibu naik motor sendiri. Perlu diperhatikan, mengendarai motor bisa jadi salah satu kegiatan yang berbahaya untuk ibu hamil pada kondisi tertentu.

1 dari 3 halaman

Naik Motor saat Hamil, Berbahayakah?

Banyak ibu yang khawatir dan takut untuk bepergian saat sedang hamil. Namun, tidak sedikit juga ibu hamil yang justru harus pergi ke luar rumah untuk mengurus kepentingan pribadi maupun menyelesaikan pekerjaan.

Berkendara dengan sepeda motor mungkin jadi salah satu alternatif yang dimiliki untuk sampai ke tempat tujuan.

Terutama di masa pandemi virus corona seperti sekarang, menggunakan kendaraan pribadi memang tergolong lebih aman ketimbang menggunakan transportasi umum. Seberapa bahayakah mengendarai motor sendiri bagi ibu hamil?

Dokter Devia Irine Putri mengatakan, sebenarnya naik motor selama masa kehamilan masih tergolong aman dan boleh dilakukan, asal ibu hamil berada dalam kondisi yang baik dan tahu aturannya.

“Selama ibu hamil tidak memiliki keluhan seperti nyeri perut, keluar flek pada vagina, lemas, pusing, dan sering kontraksi, mengendarai motor sendiri sebenarnya aman,” ujar dr. Devia.

Jika ibu hamil memiliki keluhan-keluhan di atas dan sudah masuk dalam bulan-bulan persalinan, maka memang tidak disarankan untuk bepergian jauh, terutama bila harus membawa kendaraan sendiri.

Artikel Lainnya: Adakah Risiko Keguguran Bila Naik Ojek Saat Hamil Muda

2 dari 3 halaman

Tips Aman Berkendara saat Hamil

Meski ibu diperbolehkan untuk mengendarai motor sendiri selama masa kehamilan, tapi tetap ada aturan-aturan yang harus dipatuhi untuk meminimalisir risiko-risiko yang mungkin terjadi.

Dijelaskan oleh dr. Devia, berikut tips aman berkendara motor untuk ibu hamil:

1. Pastikan dalam Kondisi Sehat

Bila ibu hamil sering merasa lemas selama masa kehamilan, tidak diperbolehkan untuk naik motor sendiri. Bahkan, dibonceng oleh suami maupun ojek online pun tidak dianjurkan.

2. Hindari Berkendara di Trimester Satu dan Tiga

Pada trimester pertama, kondisi ibu maupun janin masih sangat rentan mengalami masalah. Karenanya, ibu hamil sangat perlu berhati-hati dalam menjaga kondisi kesehatannya di trimester pertama.

Sedangkan, trimester ketiga adalah waktu bagi ibu hamil mempersiapkan diri untuk menjalani persalinan. Ketimbang ibu pergi naik motor sendiri, lebih baik istirahat dan berlatih untuk mempersiapkan persalinan.

Selain itu, pada trimester ketiga, perut ibu hamil juga semakin membesar, sehingga membuatnya jadi lebih susah bergerak maupun berjalan.

“Bila memang ibu hamil ingin mengendarai motor sendiri, ada baiknya dilakukan pada trimester kedua. Pasalnya, pada trimester kedua tubuh ibu sudah mulai terbiasa dengan perubahan yang terjadi saat kehamilan, sehingga lebih mudah dan leluasa dalam beraktivitas,” ujar dr. Devia.

Meski begitu, bukan berarti ibu hamil tidak menjaga dirinya dengan baik. Baik itu trimester pertama, kedua, maupun ketiga, ibu wajib menjaga kondisi kesehatannya.

Artikel Lainnya: Cara Tepat Atasi Nyeri Pinggang Saat Hamil

3. Hindari Berkendara di Cuaca Buruk

Berkendara saat cuaca panas bisa meningkatkan suhu tubuh ibu hamil. Hal ini berisiko membuat ibu jadi sesak napas, merasa gerah, tidak nyaman, dan kehilangan kesadaran.

Sedangkan pada cuaca hujan, ibu hamil berisiko tergelincir dan mengalami kecelakaan.

4. Gunakan Alat Pelindung Lengkap

“Mulai dari helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, duduk dalam posisi yang nyaman, sepatu, dan kaos kaki, semuanya wajib dilakukan. Selain berguna untuk melindungi diri dari risiko terburuk, ibu hamil juga bisa terhindar dari tilangan polisi,” ujar dr. Devia.

5. Jangan Berkendara Jarak Jauh

Hindari mengendarai motor dalam jarak jauh, terutama ketika jarak tempuhnya membutuhkan waktu berjam-jam. Hal ini penting guna mencegah kelelahan dan pegal-pegal pada ibu hamil.

Selain itu, penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan sebelum Anda memutuskan untuk mengendarai motor sendiri saat hamil. Konsultasi seputar kandungan dengan dokter bisa lewat fitur Chat Premium di aplikasi Klikdokter.

(FR/AYU)

    0 Komentar

    Belum ada komentar