Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Parasetamol atau Ibuprofen, Mana yang Terbaik Atasi Demam Anak?

Parasetamol atau Ibuprofen, Mana yang Terbaik Atasi Demam Anak?

Ketika berbicara soal demam pada anak, biasanya parasetamol atau ibuprofen yang jadi andalan. Tapi, di antara keduanya mana yang lebih baik?

Obat untuk menurunkan demam yang paling manjur masih didominasi oleh parasetamol dan ibuprofen. Kedua obat ini berlaku juga bagi anak-anak. 

Namun, tidak semua anak-anak cocok dengan parasetamol, begitu juga sebaliknya. Lalu, mana yang terbaik bagi anak-anak?

1 dari 4 halaman

Mengenal Parasetamol Lebih Dekat

Parasetamol secara luas diketahui untuk mengobati nyeri ringan sampai sedang (sakit kepala, periode menstruasi, sakit gigi, sakit punggung, osteoartritis, flu) dan mengurangi demam.

Ada beragam merek dan produk parasetamol yang tersedia dalam bentuk tablet maupun sirup. Jika Anda memberikan parasetamol kepada anak-anak, maka pastikan menggunakan produk yang memang ditujukan untuk anak-anak. 

Gunakan berat badan anak Anda untuk menemukan dosis yang tepat pada kemasan produk. Bila Anda tidak mengetahui berat badan anak, bisa mengacu pada usia anak.

Untuk jenis cair, ikuti semua petunjuk pada kemasan produk. Takar obat cair dengan sendok takar atau pipet, bisa juga dengan alat suntik yang disediakan untuk memastikan Anda mendapat takaran yang tepat. Jangan gunakan sendok.

Jangan minum obat ini untuk demam selama lebih dari tiga hari, kecuali disarankan dokter. Jika anak mengalami sakit tenggorokan (terutama disertai demam tinggi, sakit kepala, atau mual dan muntah), maka segera periksakan ke dokter.

Efek samping parasetamol sangat jarang muncul. Akan tetapi, bila muncul reaksi alergi serius termasuk ruam, gatal, atau bengkak (terutama pada wajah, lidah, atau tenggorokan), pusing parah, dan kesulitan bernapas, segera ke rumah sakit.

Artikel Lainnya: Ini Cara Memberikan Paracetamol yang Tepat Saat Anak Demam

2 dari 4 halaman

Bagaimana dengan Ibuprofen?

Ibuprofen mirip-mirip dengan parasetamol. Ibuprofen digunakan untuk mengurangi nyeri dari berbagai kondisi. Misalnya, saat nyeri menstruasi, nyeri pada gigi, sakit kepala, artritis, atau sakit kepala. 

Selain nyeri, ibuprofen juga berguna menurunkan demam dan juga mengurangi gejala sakit ringan akibat flu.

Ibuprofen adalah obat antiinflamasi non-steroid (NSAID). Cara kerjanya menghalangi tubuh memproduksi prostaglandin alami yang berisiko membuat peradangan. Efek ini membantu mengurangi pembengkakan, nyeri, atau demam.

Kalau Anda mau memberikan ibuprofen pada anak dan menggunakan produk yang dijual bebas, baca semua petunjuk pada kemasan produk sebelum minum obat ini. 

Bila dokter telah meresepkan obat ini, bacalah panduan pengobatan yang disediakan apoteker.

Ketika ibuprofen digunakan oleh anak-anak, dosisnya didasarkan pada berat badan anak. Baca petunjuk obat untuk mengetahui dosis yang tepat untuk berat badan anak. 

Konsultasikan dengan apoteker atau dokter bila Anda memiliki pertanyaan atau memerlukan bantuan dalam memilih produk tanpa resep.

Perlu diketahui, ibuprofen bukan tanpa efek samping. Anak mungkin bisa mengalami sakit perut, mual, muntah, sakit kepala, diare, sembelit, pusing, atau mengantuk. Bila salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, segeralah ke dokter.

Kalau dokter telah meresepkan obat ini untuk anak, ingatlah bahwa ia menilai manfaatnya akan lebih besar dibanding risiko dan efek sampingnya. Banyak orang yang menggunakan obat ini dan tidak memiliki efek samping serius.

Artikel Lainnya: Mana Lebih Picu Alergi Obat, Parasetamol atau Ibuprofen?

3 dari 4 halaman

Parasetamol vs Ibuprofen, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Lalu, mana yang terbaik antara parasetamol dan ibuprofen untuk anak-anak? Menurut dr. Devia Irine Putri, keduanya sama-sama baik bila diberikan sesuai dengan kategorinya.

Menurutnya, ibuprofen lebih aman untuk bayi dengan usia enam bulan ke atas. Sementara, parasetamol aman untuk bayi usia berapa pun.

"Keduanya sama-sama punya sifat antipiretik (menurunkan demam). Tapi, ibuprofen punya antiiflamasi atau peradangan juga," ujar dr. Devia.

"Dibandingkan parasetamol, ibuprofen harus lebih hati-hati digunakan karena jenis obat ini tidak boleh sembarangan diberikan. Karena, bisa menyebabkan gangguan ginjal dan hati, masalah pada jantung, asma, dan alergi," sambungnya.

Dokter Devia menyarankan, kalau hanya demam, bisa pakai parasetamol. Tapi, kalau ada keluhan sakit tenggorokan dan infeksi di telinga, ibuprofen bisa menjadi pilihan karena bisa mengurangi peradangan.

Itulah manfaat dan kegunaan parasetamol dan ibuprofen. Pemakaian pada anak harus disesuaikan dengan kondisinya. Konsultasikan konsumsi obat untuk anak dengan dokter via LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar