Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tetap Menawan di Usia Senja, Ini Skincare untuk Usia 60-an!

Tetap Menawan di Usia Senja, Ini Skincare untuk Usia 60-an!

Merawat kulit meski tak lagi muda adalah salah satu bentuk penghargaan terhadap diri sendiri. Para lansia, yuk jaga kulit dengan pilihan skincare ini!

Kata siapa skincare tidak lagi diperlukan di usia 60 tahun? Meskipun sudah lansia, kulit tetap harus dirawat agar tak memberi masalah lebih lanjut. Lebih khusus lagi bagi wanita yang sudah menopause.

Ya, karena perubahan hormon dan pertambahan usia, masalah di kulit wajah bisa muncul dan mengganggu penampilan lansia.

1 dari 3 halaman

Masalah Kulit di Usia 60-an

Meski terkesan sepele, perubahan pada kulit bisa menurunkan kepercayaan diri seseorang hingga menurunkan kualitas hidupnya. Apalagi, jika gejala yang muncul di kulit, sampai memberikan sensasi gatal berlebih ataupun perih. 

Beragam masalah kulit yang kerap dialami oleh para lansia dan sebenarnya tetap bisa dirawat, antara lain:

  • Keriput dan Garis Halus

Akibat kulit kehilangan elastisitas, keriput dan garis halus masalah ini muncul. Memang tak menimbulkan nyeri, gatal, atau sensasi lainnya yang menyakitkan. Namun, dua hal ini bisa menurunkan kepercayaan diri lansia.

Kerutan dan garis bisa bertambah parah jika lansia kerap terpapar sinar matahari langsung. 

Artikel Lainnya: Tak Terduga, Inilah Manfaat Minum Susu untuk Lansia

  • Ekstra Kering dan Gatal

Meski semasa muda tipe kulit Anda berminyak, ketika Anda tua, kulit cenderung berubah kering dan levelnya bisa, lho

Pertambahan usia ternyata sanggup menurunkan kinerja kelenjar minyak, sehingga kulit berubah kering dan kasar. Saking keringnya, muncul rasa gatal. Kondisi ini bisa semakin parah jika ada penyakit diabetes

  • Bintik-bintik Hitam Penuaan

Kondisi ini kerap muncul di kedua pipi lansia. Jika sedari muda sering terpapar sinar matahari, tapi enggan memakai pelindung, seperti sunblock, sunscreen, baju lengan panjang, atau topi, akan berisiko tinggi mengalami bintik hitam saat tua.

  • Luka Baring 

Kondisi ini berupa borok kulit yang timbul akibat tekanan dan terlalu lama berbaring di tempat tidur atau duduk di kursi.

Lansia diabetes atau lansia dengan penyakit parah lainnya lebih berisiko untuk mengalami luka baring. Penyebabnya adalah minimnya pergerakan dan sirkulasi darah yang buruk. 

  • Kanker Kulit 

Radiasi UV matahari merupakan penyebab utama penyakit kronis ini. Meski jumlah penderita kanker kulit di Indonesia masih kalah dibandingkan jenis kanker lain, risiko untuk terkena kanker ini tetap ada.

Menurut American Cancer Society, risiko kanker kulit paling tinggi terjadi pada orang kulit putih dan berusia 65 tahun ke atas.

Artikel Lainnya: Apa Penyebab Lansia Mudah Kedinginan?

2 dari 3 halaman

Perawatan atau Skincare untuk Usia 60-an

Karena lansia berisiko untuk mengalami masalah di atas, tentu harus ada sejumlah perawatan yang harus dilakukan, antara lain:

  1. Losion atau Krim Pelembap

Menurut dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, salah satu skincare penting yang wajib dimiliki lansia adalah pelembap, entah itu cair, losion, gel, maupun krim. 

“Untuk kulit lansia, fokus utamanya memang dalam menjaga kelembapan. Degenerasi kulit sesuai usia bikin kulit ekstra kering dan kehilangan kekenyalan. Itu sebabnya, hal ini penting,” jelasnya. 

Tips tambahan dari American Academy of Dermatology (AAD), langsung aplikasikan pelembap setelah mandi (3 menit setelah mandi). Ini bisa memberikan kelembapan ekstra dan tahan lama. 

  1. Sunscreen dan Sunblock

Selain faktor usia, sebagian besar masalah kulit yang dialami oleh lansia disebabkan oleh paparan sinar matahari. 

Karena itulah, penggunaan sunscreen dan sunblock menjadi produk perawatan kulit yang penting.

“Membiarkan kulit terpapar sinar UV tanpa perlindungan akan memperburuk proses penuaan,” kata dr. Astrid.

Saat keluar rumah, jangan lupa untuk mengenakan pakaian tertutup atau topi. 

Artikel Lainnya: 5 Cara Tepat Menjaga Kesehatan Lansia

  1. Air Suhu Ruang (Tidak Panas/Tidak Dingin)

Banyak minum air putih memang bisa membantu menghidrasi kulit lansia. Saat mandi, lebih baik pilih air bersuhu ruang, alias tidak panas dan tidak dingin. 

Meski bisa merelaksasikan otot, tetapi kalau suhunya hangat ke panas, kulit lansia bisa semakin kering dan iritasi. Sebaliknya, bila terlalu dingin, lansia bisa merasa tak enak badan.

Waktu mandi lansia yang direkomendasikan oleh AAD agar kulit tak makin kering adalah tak lebih dari 10 menit. 

  1. Produk Tanpa Pewangi

Parfum, cologne, dan produk perawatan kulit yang mengandung pewangi dapat mengiritasi kulit lansia. 

Jika produk-produk tersebut berhenti digunakan (atau memilih produk-produk alami dengan aroma tersendiri, misalnya sereh), Anda dapat mengurangi gejala kulit kering dan gatal. 

Artikel Lainnya: 10 Tips Merawat Lansia yang Bisa Anda Coba

  1. Gunakan Humidifier dalam Ruangan

Satu lagi hal yang disarankan oleh AAD, yaitu menggunakan humidifier saat udara terasa kering. 

AC dapat menghilangkan kelembapan dari udara. Udara kering bisa membuat kulit lansia semakin kering dan gatal.

Menjaga kelembapan dalam ruangan antara 45% dan 60% dapat mengurangi kulit kering dan gatal. 

Anda dapat dengan mudah mengukur kelembapan udara dengan hidrometer yang dapat dibeli di toko perangkat atau perkakas rumah.

Itu dia perawatan atau skincare untuk usia 60 tahun ke atas. Bila Anda masih ada pertanyaan seputar perawatan wajah lansia, konsultasi langsung pada dokter kami lewat fitur LiveChat 24 Jam di aplikasi Klikdokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar