Sukses

Bolehkah Ibu Hamil Makan Tutut atau Keong Sawah?

Ibu hamil diwanti-wanti untuk tidak makan sembarangan. Soal ini, apakah ibu hamil boleh makan tutut atau keong sawah? Simak apa kata dokter berikut ini!

Dalam beberapa tahun terakhir, makanan yang terbuat dari tutut atau keong sawah cukup hits dan disukai banyak masyarakat. Namun, di balik rasanya yang nikmat, banyak yang bilang ibu hamil tidak boleh mengonsumsinya.

Sebab katanya, makan tutut bisa memengaruhi kesehatan janin di dalam perut ibu hamil. Benarkah demikian?

Kenali Dulu Kandungan Nutrisi Pada Tutut

Tutut menjelma menjadi makanan kaki lima yang digemari banyak orang. Dengan harganya yang murah dan mudah ditemukan, santapan dari binatang dengan nama latin Pila ampullacea ini jadi favorit.

Menurut dr. Devia Irine Putri, tutut mengandung protein tinggi, asam lemak (omega 3, 6, 9), serat, mineral seperti kalsium yang baik untuk tulang dan otot, ada juga zat antioksidannya (vitamin E).

Menilik dari kandungan yang disebutkan di atas, keong sawah memang punya kandungan yang baik untuk kesehatan.

Namun, bagaimana dengan ibu hamil? Apa masih tidak boleh makan makanan yang terbuat dari tutut si keong sawah?

Artikel Lainnya: Panduan Makan Seafood untuk Ibu Hamil

1 dari 3 halaman

Makan Tutut Aman Dikonsumsi Saat Hamil

Ketika dikonfirmasi, dr. Devia mengatakan sajian tutut ternyata aman-aman saja dikonsumsi oleh ibu hamil.

Akan tetapi, cara membersihkan dan mengolahnya perlu diperhatikan. Sebab, kalau tututnya masih kotor, ada risiko infeksi yang mengintai ibu hamil.

"Boleh saja makan tutut, asalkan harus benar-benar bersih dalam mencucinya dan harus masak matang. Tidak boleh setengah matang atau air cuciannya masih keruh," ujar dr. Devia Irine Putri.

"Kalau masih kotor atau tidak matang, ada risiko infeksi. Mengingat keong sawah tinggalnya di tempat yang kotor," jelas dr. Devia Irine.

Apabila ingin makan tutut, disarankan untuk memasaknya hingga matang. Kalau mau makan setengah matang, pastikan sedang tidak hamil, ya.

Pasalnya, ada beberapa risiko infeksi kalau makan tutut tidak matang. "Makan tutut tidak matang bisa membuat infeksi cacing, tidak menutup kemungkinan si siput membawa telur cacing. Lalu, bisa membuat infeksi saluran cerna, muntah-muntah, pusing, dan demam tinggi," jelas dr. Devia Irine.

Artikel Lainnya: Jenis Ikan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

2 dari 3 halaman

Ini Tips Aman Makan Tutut Buat Bumil

Mengingat tutut tinggal di sawah, mencuci hewan tersebut sampai bersih adalah pencegahan utama supaya keong ini tidak meracuni tubuh Anda.

Pasti Anda tidak mau, kan, kalau kesehatan janin bermasalah gara-gara malas bersihkan tutut?

Selain itu, memang sangat mudah kalau mau beli tutut yang sudah diolah dan tinggal makan. Tetapi, apa Anda bisa menjamin kualitasnya? Apakah tutut sudah dimasak matang atau belum? Tidak ada yang tahu, kan?

Maka itu, lebih baik mengolah tutut sendiri saja di rumah. Dengan begitu, Anda bisa memastikan keong sawah benar-benar dimasak baik, rasanya sesuai selera, dan aman dikonsumsi bagi ibu hamil.

Artikel Lainnya: 7 Pantangan Makanan untuk Ibu Hamil

Untuk Anda yang masih belum tahu cara mengolah tutut, yuk, coba lakukan beberapa tips di bawah ini:

  1. Kosongkan Isi Perut Tutut

Kosongkan isi perut tutut dengan cara tidak diberi makan selama kurang lebih dua hari. Perut keong sawah adalah rumah bagi parasit, dan mengosongkan perutnya berarti menghilangkan parasit dalam perut tutut.

  1. Rebus atau Bekukan Tutut

Kalau sudah dua hari tidak diberi makan, masukkan tutut dalam air mendidih. Merebus bisa membunuh parasit dalam tubuh keong sawah. Kalau malas merebus, masukkan saja tutut ke dalam freezer, membekukan juga bisa menghilangkan parasitnya.

  1. Cabut Tutut dari Cangkangnya

Keluarkan tubuh dan usus dengan kail atau alat seperti tang. Disarankan untuk tidak memakan semua bagian tutut, apalagi sampai cangkangnya. Makan saja bagian kakinya yang lebih enak dimakan dibanding bagian lainnya.

Jadi, sudah tahu, kan, pantangan makan tutut saat hamil tidak sepenuhnya benar? Intinya, masak dengan higienis dan olah tutut dengan benar agar tidak menyebabkan risiko pada ibu dan janin.

Untuk tahu informasi lengkap tentang makanan mana yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi untuk ibu hamil, konsultasi online ke dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter, ya!

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar