Sukses

Mengenal Tahap Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Karena terlahir dengan organ yang belum terbentuk dengan sempurna, tahap tumbuh kembang bayi prematur juga akan sedikit berbeda dengan bayi normal. Yuk, kenali!

Bayi yang lahir lebih cepat dari waktu perkiraan disebut dengan prematur. Dalam kasus ini, kondisi seluruh tubuh bayi belum matang sempurna sehingga ia harus diperlakukan lebih khusus agar bisa tetap bertahan.

Tidak hanya soal itu, tumbuh kembang bayi prematur juga tidak bisa disamakan dengan bayi yang lahir cukup bulan. 

Jika tidak dipantau dengan saksama, bayi prematur bisa saja mengalami masalah tumbuh kembang yang pada akhirnya memengaruhi kehidupannya di masa depan.

Atas dasar itu, sangat penting bagi setiap orang tua untuk mengetahui tahap tumbuh kembang bayi prematur agar bisa memantau sekaligus memberikan penanganan sedini mungkin kalau-kalau terdapat masalah dalam proses tersebut.

1 dari 3 halaman

Tahap Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Dr. Sepriani Timurtini Limbong menjelaskan bayi prematur adalah bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. 

“Karena lahir sebelum waktunya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memantau tumbuh kembang bayi prematur,” kata dr. Sepriani.

“Hal pertama yang mesti diketahui terkait tumbuh kembang bayi prematur adalah usia kronologis dan usia koreksi,” sambungnya.

Lebih lanjut, dr. Sepriani juga menerangkan, usia kronologis adalah usia yang dihitung sesuai dengan tanggal lahir bayi. Sedangkan usia koreksi adalah usia kronologis bayi dikurangi jumlah jeda minggu atau bulan dilahirkan.

“Misalnya, bayi lahir satu bulan lebih awal, dan usia saat ini adalah 7 bulan. Maka, usia koreksinya adalah 6 bulan,” ungkap dr. Sepriani.

“Usia koreksi penting diketahui, karena digunakan untuk memantau dan mengevaluasi tumbuh kembang bayi prematur,” tegasnya.

Artikel Lainnya: Cara Terbaik Merawat Bayi Prematur di Rumah

Berikut ini adalah tahap tumbuh kembang bayi prematur sesuai dengan usia koreksi menurut dr. Sepriani:

  • Usia 2 Bulan

Memasuki usia 8 minggu atau 2 bulan, bayi prematur biasanya sudah bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Mengangkat kepala dan dada saat tummy time.
  • Menggerakkan tangan dan kaki secara aktif.
  • Memberikan respons terhadap suara, dan mengeluarkan suara “ooh” dan “aah”.
  • Senyum sosial, melakukan kontak mata.
  • Usia 4 Bulan

Ketika usia bayi prematur sudah mencapai 4 bulan atau sekitar 16 minggu, kemampuannya semakin bertambah. Di usia ini, bayi prematur umumnya sudah bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Memasukkan tangan ke mulut.
  • Mengangkat kepala dan mendorong tubuh dengan lengan saat tummy time.
  • Tertarik dengan mainan, bahkan mencoba untuk meraihnya.
  • Menunjukkan kelekatan dengan orang tua atau pengasuh terdekat.
  • Usia 6 Bulan

Memasuki usia 6 bulan atau sekitar 24 minggu, bayi prematur biasanya sudah bisa melakukan kegiatan berikut ini:

  • Mampu duduk tanpa topangan.
  • Menoleh saat namanya dipanggi.
  • Mengangkat dan menggoyangkan benda di tangannya.
  • Mengoceh dengan ucapan “da”, “ga”, “ba”, “ka”.
  • Usia 9 Bulan

Saat mencapai usia 9 bulan atau sekitar 36 minggu, sebagian besar bayi prematur sudah bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Merangkak dan berdiri dengan topangan.
  • Mengoceh dengan suku kata yang lebih jelas, seperti “baba” dan “mama”.
  • Senang apabila diajak bermain ciluk-ba.
  • Mengambil objek yang lebih kecil dengan jari.
  • Usia 12 Bulan

Saat bayi prematur menginjak usia 12 bulan atau genap 1 tahun, ia sudah bisa melakukan aktivitas yang lebih kompleks, seperti:

  • Berdiri sendiri dan mulai melangkah.
  • Menaruh benda kecil dalam wadah.
  • Mengucapkan kata pertama, seperti “mama” atau “papa”.
  • Belajar minum sendiri menggunakan cangkir.

Artikel Lainnya: 7 Penyebab Bayi Lahir Prematur

2 dari 3 halaman

Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Tumbuh Kembang Bayi Prematur

Setiap bayi, baik yang lahir secara prematur ataupun normal, memiliki proses tumbuh kembang yang tidak melulu sama. Ada kalanya terdapat perbedaan. Namun, tidak terlalu signifikan.

“Hal paling penting yang harus diperhatikan orang tua dengan bayi prematur adalah memastikan kebutuhan gizi si kecil selalu terpenuhi dengan baik. Jangan ragu untuk mengonsultasikan hal ini pada dokter,” ujar dr. Sepriani.

Tidak berhenti di situ, bayi juga wajib dipantau secara rutin setiap satu bulan sekali. Orang tua atau pengasuh juga wajib memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia koreksi bayi prematur. 

“Sebisa mungkin, hindari pula membawa bayi prematur ke tengah kerumunan atau bertemu dengan orang yang sakit. Ini karena bayi prematur lebih rentan mengalami infeksi,” lanjut dr. Sepri.

“Segera berobat ke dokter jika bayi prematur tidak memperlihatkan pertumbuhan yang signifikan sesuai dengan tahapan perkembangan usia koreksi, dan memiliki berat badan atau tinggi badan yang tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan,” pungkasnya.

Perhatikan dengan saksama setiap tahap tumbuh kembang bayi prematur. Jika Anda menemukan kendala atau mendapati adanya perbedaan singifikan dari yang telah dijelaskan, tanyakan lebih lanjut pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar