Sukses

Hati-Hati Bahaya Nitrat Dalam Air Minum dan Mpasi Bayi

Orang tua harus waspada bahaya nitrat dalam MPASI dan air minum bayi. Berikut risiko dan cara mencegah bahaya paparan nitrat!

Meskipun kasusnya jarang, keracunan zat nitrat pada bayi bisa terjadi, lho. Kandungan zat nitrat bisa terdapat pada bahan MPASI dan air yang digunakan untuk mencampurkan susu formula bayi!

Agar terhindar dari bahaya nitrat, ketahui dulu risiko kesehatan yang mengintai dan bagaimana mencegah paparan zat tersebut pada bayi berikut ini.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Nitrat?

Nitrat adalah zat kimia alami yang terdapat pada air minum. Zat ini bisa masuk lewat sumber mata air (biasanya air sumur) dan dari aktivitas tertentu pada manusia. 

Tidak hanya itu, beberapa sayuran juga mengandung nitrat. Sebab, sayuran dapat menyerap zat nitrat dari tanah tempat mereka ditanam. 

Selain itu, faktor penambahan pupuk sintetis pun dapat menyebabkan nitrat terkandung di dalam sayuran. 

Sayuran tinggi nitrat antara lain seperti bayam, brokoli, buah bit, wortel, dan kubis. Jika diperhatikan, sebagian sayuran ini tumbuh di dalam tanah, yang bisa menyerap kandungan nitrat secara alami. 

Dalam beberapa kasus, kandungan nitrat pada air sumur dan sayuran terjadi secara alami. Nitrat dapat muncul ketika bakteri di dalam tanah memecah komponen atau zat-zat tertentu. 

Artikel Lainnya: Pola Makan MPASI Sesuai Tahapan Usia si Kecil

2 dari 4 halaman

Bahaya Nitrat bagi Bayi

Anak dapat mengonsumi nitrat ketika orang tua menggunakan air sumur atau air tanah sebagai campuran untuk membuat susu bayi. 

Selain itu, MPASI yang diolah dengan air tanah atau sayuran tertentu juga bisa menyebabkan nitrat masuk ke dalam tubuh si kecil.

Menanggapi hal ini, dr. Devia Irine Putri menjelaskan ada kondisi kesehatan yang dapat terjadi ketika bayi mengonsumsi zat nitrat dalam jumlah banyak. 

“Kalau nitrat ada di dalam makanan atau minuman bayi, ini bisa sebabkan methemoglobinemia. Masalah ini membuat darah lebih sedikit membawa oksigen. Akibatnya, organ tubuh jadi kekurangan suplai oksigen, dampaknya anak kejang, sesak, dan pucat,” jelasnya.  

Dokter Devia menambahkan anak bisa mengalami keracunan nitrat yang ditandai dengan masalah di pencernaan seperti muntah-muntah dan diare.

Artikel Lainnya: 5 Resep MPASI yang Praktis untuk Ibu Baru

3 dari 4 halaman

Cara Mengurangi Kadar Nitrat dalam Air Minum atau Makanan Bayi?

Guna menghindari paparan nitrat, dr. Devia menyarankan pakai air mineral atau air minum kemasan sebagai campuran susu formula dan olahan MPASI.

Menurutnya, air mineral atau air kemasan itu biasanya sudah diuji oleh laboratorium. Air tersebut juga sudah diperiksa dengan standar tertentu agar kandungannya aman dikonsumsi oleh bayi. 

Di samping itu, Anda dapat memeriksakan kandungan nitrat pada sumber air di rumah Anda.

“Konsentrasi nitrat lebih ke arah air sumur yang digunakan untuk minum, misalnya. Untuk cegah keracunan nitrat, kita bisa memeriksakan sampel air sumur ke laboratorium menggunakan alat seperti reverse osmosis,” saran dr. Devia.

Lantas, apa bayi harus menghindari MPASI yang bahannya terbuat dari sayuran tinggi nitrat?

“Tidak juga. Sayuran, seperti wortel, bayam, buncis, buah bit itu mengandung nitrat. Namun, aman jika dikonsumsi bayi diatas usia 3 bulan. Jadi, karena peraturan MPASI itu di atas 6 bulan, maka aman saja untuk diberikan,” kata dr. Devia. 

Konsentrasi dan jumlah nitrat yang terbentuk akan berbeda-beda. Ini tergantung pada jenis sayuran, suhu tanam, paparan sinar matahari, tingkat kelembapan tanah, dan tingkat nitrogen alami di dalam tanah.

Namun, untuk meminimalkan paparan nitrat pada sayur yang akan diolah menjadi MPASI, dr. Devia menyarankan pakai sayuran organik yang tidak diberi pupuk atau zat kimia lain selama ditanam. 

“Iya bisa pakai sayuran organik. Namun, ini hanya meminimalisir saja, ya, tidak menghapus nitrat dalam sayuran. Tetap ada kandungan nitratnya secara alami, tapi jumlahnya lebih sedikit dibanding sayuran non organik,” ujar dr. Devia. 

Apabila masih ada yang ingin ditanyakan tentang air minum, MPASI, serta bahaya zat nitrat, segera konsultasikan dengan dokter anak. Mau lebih praktis? Konsultasi ke dokter lewat fitur LiveChat 24 jam  di aplikasi Klikdokter

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar