Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hati-hati, Zat Phthalates pada Plastik dan Kosmetik Bikin Mandul!

Hati-hati, Zat Phthalates pada Plastik dan Kosmetik Bikin Mandul!

Produk plastik dan kosmetik yang kita gunakan sehari-hari banyak yang mengandung phthalates. Kandungan apa ini dan bagaimana bisa pengaruhi kesuburan?

Pernahkah Anda mendengar zat kimia bernama phthalates? Terdengar asing di telinga, tetapi nyatanya produk mengandung phthalates kerap digunakan dalam kegiatan sehari-hari. 

Phthalates sendiri merupakan salah satu bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik jadi lebih fleksibel. Biasanya, juga terdapat pada beberapa produk seperti kosmetik, produk skin care, parfum, dan deterjen.

Bahkan, bahan ini juga bisa masuk ke dalam makanan bila kemasannya plastik yang mengandung phthalates.

Bahayanya, paparan zat kimia ini secara terus menerus bisa memengaruhi kesuburan seseorang. Simak selengkapnya berikut ini!

1 dari 3 halaman

Dampak Buruk Phthalates terhadap Kesuburan

Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan, kandungan phthalates yang diklasifikasikan sebagai pengganggu endokrin bisa mengacaukan kesuburan pria. Namun, efek tersebut pada wanita masih harus diteliti lebih lanjut.

Studi oleh beberapa peneliti dari Massachusetts General Hospital. Amerika Serikat meneliti 231 wanita yang mengikuti program IVF antara 2004 hingga 2012.

Mereka melacak apakah ada paparan phthalates dengan mengumpulkan sampel urine dari para partisipan.

Ternyata, semua wanita tersebut telah terpapar phthalates. Urine yang mengandung paling banyak zat kimia tersebut dua kali lipat lebih rentan mengalami kegagalan program IVF.

Menurut dr. Devia Irine Putri, phthalates adalah zat kimia yang bisa memengaruhi hormon dalam tubuh, salah satunya hormon reproduksi. Untuk penelitian terkait phthalates dan infertilitas sendiri masih dalam penelitian lebih lanjut.

“Namun, memang dugaannya lebih kuat pada infertilitas pria yang berkaitan dengan phthalates. Risikonya lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Namun, perlu penelitian lebih lanjut,” tutur dr. Devia.

“Kalau dari beberapa studi yang saya baca, memang di kosmetik atau parfum ada juga kandungan ini dan wanita juga bisa kena,” tambahnya.

Artikel Lainnya: Jenis Plastik dan Tingkat Keamanannya Saat Digunakan

2 dari 3 halaman

Tips Menghindari Paparan Phthalates

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menghindari dan mengurangi paparan phthalates yang terlalu banyak, yaitu berikut ini.

1. Kurangi Penggunaan Plastik

“Kurangi penggunaan plastik untuk membungkus makanan. Lebih baik pakai tempat makanan berbahan kaca. Kalaupun mau pakai alat makan plastik, pilih yang ada label BPA-free dan phthalates-free,” saran dr. Devia.

Selain itu, jangan biasakan menghangatkan makanan dan minuman yang berada dalam wadah plastik.

2. Pilih Produk Kecantikan Bebas Phthalates

Begitu juga dengan beragam produk tubuh dan wajah yang akan Anda gunakan sehari-hari, usahakan pilih yang phthalates-free.

Perhatikan, bila produk tersebut mencantumkan kandungan pewangi (fragrance) pada kemasan, mungkin di dalamnya juga mengandung phthalates.

Lebih baik, pilih produk kecantikan yang bebas pewangi tambahan (fragrance-free).

Usahakan selalu pilih produk dengan pewangi alami atau minyak esensial. Untuk produk cat kuku, pilih yang tertulis “No Dibutyl Phthalate” atau “No DBP”.

Artikel Lainnya: 10 Bahan Berbahaya yang Ada di Produk Kecantikan

3. Jeli dalam Membeli Mainan Anak Berbahan Plastik

Beberapa tipe phthalates memang sudah dilarang dalam pembuatan mainan anak, teether, botol, dan alat makan lainnya.

Namun, Anda tetap perlu cermat dalam melihat kandungan bahan produk yang tertera pada kemasan.

4. Lebih Banyak Konsumsi Makanan Segar

Pilihlah lebih banyak bahan makanan organik untuk sehari-hari. Sebab, phthalates sering digunakan dalam pestisida.

Itulah sejumlah informasi mengenai zat phthalates yang bisa memengaruhi hormon reproduksi. Terapkan tips-tips di atas agar tubuh tidak banyak terpapar secara berlebihan.

Bila ingin konsultasi seputar kesuburan, pakai fitur Chat Premium dengan dokter spesialis pilihan Anda di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar