Sukses

Ragam Pilihan Olahraga yang Baik untuk Penderita Mag

Olahraga yang baik harus disesuaikan dengan kondisi tubuh. Nah, untuk penderita mag, berikut ini adalah beberapa jenis olahraga yang bisa dijadikan sebagai pilihan.

Perut begah, terasa nyeri dan perih adalah beberapa gejala yang bisa terjadi saat penyakit mag kambuh. Penderita penyakit ini mesti benar-benar memerhatikan pola makan dan gaya hidup, termasuk soal olahraga yang dilakukan.

Ya, penderita mag tidak bisa sembarangan dalam melakukan olahraga. Bukannya meringankan gejala, olahraga yang salah malah bisa memperberat penyakit yang dialami.

Penderita Mag Tetap Butuh Olahraga

Penderita mag memang disarankan untuk tidak berolahraga secara sembarangan. Dengan kata lain, mereka tetap butuh berolahraga secara rutin asalkan memilih jenis aktivitas fisik yang benar-benar sesuai untuk kondisi tubuhnya.

“Untuk para penderita mag, terutama yang sudah terkena GERD, mag kronis, atau luka pada lambung, olahraga tetap harus dilakukan dengan benar. Ini guna mencegah komplikasi atau kekambuhan gejala mag,” kata dr. Arina Heidyana.

Lebih lanjut, dr. Arina juga mengatakan, olahraga yang dilakukan dengan tepat bagi penderita mag turut membantu menjaga kestabilan berat badan.

Dengan demikian, risiko terjadinya obesitas yang dapat membuat penyakit mag semakin parah dapat dihindari.

“Obesitas dapat memengaruhi fungsi metabolisme tubuh. Ketika metabolisme dalam tubuh tidak bekerja dengan baik, sistem pencernaan jadi sulit untuk mengurai makanan,” ujar dr. Arina.

“Nantinya makanan akan menumpuk jadi lemak, dan membuat berat badan Anda jadi terus meningkat. Alhasil, mag bisa bertambah parah,” sambungnya.

Artikel Lainnya: Asam Lambung Naik, Bikin Badan Lemas?

1 dari 3 halaman

Pilihan Olahraga yang Baik untuk Penderita Mag

Gerakan-gerakan olahraga yang salah bisa meningkatkan tekanan pada perut seseorang. Akibatnya, asam lambung bisa naik dan mencetuskan gejala mag. Jika hal ini terus terjadi, risiko komplikasi juga bisa semakin meningkat.

Guna menghindari terjadinya hal tersebut, penderita mag disarankan untuk melakukan olahraga secara rutin dan teratur. Dijelaskan oleh dr. Arina, berikut ini adalah beberapa pilihan olahraga yang baik untuk penderita mag:

  • Berenang

Ketika berenang, semua otot pada tubuh akan bekerja. Gerakan berenang akan menghindari adanya tekanan pada perut sehingga risiko lonjakan asam lambung atau GERD dapat dihindari.

  • Jalan Santai

Gerakan yang terlalu cepat bisa membuat otot menegang, dan menyebabkan perut mendapat banyak tekanan. Oleh karena itu, daripada memilih olahraga lari, lebih baik lakukan jalan santai.

Anda bisa berjalan santai di sekeliling halaman rumah atau taman, sambil menikmati pemandangan agar stres juga bisa ikut reda. Dengan demikian, penyakit mag yang Anda alami bisa semakin dikendalikan.

  • Yoga

Latihan pernapasan dan peregangan badan seperti halnya yoga juga baik untuk penderita mag. Dengan meregangkan otot di sekitar perut, tekanan yang ada dalam lambung pun akan berkurang.

Guna mendapatkan manfaat yang paling optimal dan mencegah risiko cedera berkelanjutan, lebih baik ikuti kelas yoga yang dipimpin oleh instruktur andal.

“Tiga kegiatan di atas merupakan jenis olahraga yang paling dianjurkan untuk penderita mag. Hindari melakukan latihan dengan intensitas tinggi. Ini karena bisa mengendurkan otot sfingter esofagus dan membuat asam lambung mudah naik ke kerongkongan,” tegas dr. Arina.

“Olahraga-olahraga, seperti angkat beban, berlari, lompat tali, bersepeda, muay thai, dan boxing sebaiknya dihindari, karena bisa menimbulkan tekanan pada perut,” lanjutnya.

Artikel Lainnya: Sakit Mag Tak Kunjung Sembuh, Apa Penyebabnya?

2 dari 3 halaman

Hal yang Perlu Diingat Sebelum Olahraga

Meski telah memilih jenis olahraga yang tepat, penderita mag juga perlu melakukan persiapan dengan matang sebelum “terjun ke lapangan”.

Hal pertama yang perlu dilakukan penderita mag sebelum berolahraga adalah makan dengan porsi kecil dan minum air putih secukupnya.

Pastikan untuk menghindari makanan atau minuman yang mengandung gas dan asam, karena keduanya bisa membuat asam lambung melonjak dan mencetuskan gejala mag.

“Jeruk, tomat, makanan pedas, makanan berlemak, minuman bersoda, alkohol, sebaiknya dihindari oleh penderita mag. Tidak hanya sebelum olahraga, tapi juga saat menjalani aktivitas sehari-hari,” tutur dr. Arina.

Selain itu, berikan sedikit waktu jeda setelah makan. Jika Anda langsung bergerak dalam kondisi perut yang penuh, ini bisa memberikan tekanan pada sfingter esofagus dan menyebabkan gejala mag kambuh.

“Beri jeda sekitar satu sampai dua jam bagi perut untuk mencerna makanan. Jika perut Anda sudah tidak terasa begah, sesi olahraga bisa dimulai,” kata dr. Arina.

Jangan lupa untuk mengawali olahraga dengan gerakan pemanasan, agar otot-otot di tubuh siap untuk digunakan bergerak.

Lakukan olahraga sesuai kemampuan tubuh Anda. Jika di tengah olahraga tiba-tiba mengalami gejala mag, segera hentikan dan istirahat.

Penderita mag tetap disarankan untuk berolahraga secara rutin dan teratur. Dengan memilih jenis olahraga yang tepat, gejala penyakit dapat dikendalikan agar tidak melulu kambuh dan mengganggu aktivitas.

Ingin tahu lebih lanjut mengenai olahraga yang baik untuk penderita mag? Atau, Anda punya pertanyaan seputar masalah kesehatan lainnya? Gunakan layanan LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter untuk bisa chatting langsung dengan dokter secara gratis.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar