Sukses

Ini Penyebab Cegukan Ketika Konsumsi Makanan Pedas

Tidak hanya membuat mulut terasa terbakar, makanan pedas juga bisa memicu cegukan. Ketahui penyebab cegukan saat makan pedas lewat ulasan ini!

Makan pedas umumnya membuat lidah terasa terbakar, sekujur tubuh berkeringat, bahkan sampai bikin seseorang jadi garuk-garuk kepala karena gatal!

Selain itu, bagi beberapa orang, makan pedas juga bisa menyebabkan cegukan. Apa yang menyebabkan terjadinya cegukan saat makan makanan pedas?

1 dari 3 halaman

Penyebab Cegukan saat Makan Pedas

Sebelum mengetahui mengapa makan makanan pedas bisa menjadi penyebab cegukan, Anda harus tahu dulu bagaimana cegukan terjadi. 

Cegukan terjadi ketika otot di antara diafragma dan lapisan perut berkontraksi. Diafragma ini merupakan organ penting dalam sistem pernapasan. 

Saat bernapas, otot diafragma akan turun atau berkontraksi dan naik saat tubuh menghembuskan napas. 

Ketika ada yang mengiritasi otot diafragma, spasme atau kontraksi otot dapat terjadi. Kontraksi atau kejang otot diafragma dapat membuat udara masuk secara cepat dan menyebabkan glottis (tempat pita suara) tertutup. Tertutupnya glottis inilah yang menimbulkan suara, “hik,” saat cegukan. 

Menurut dr. Nabilla Viera Yovita, saat makan makanan pedas mengandung cabai, ada zat capsaicin yang menyebabkan diafragma berkontraksi sehingga terjadi cegukan.

Capsaicin adalah komponen kimiawi yang memberikan cabai rasa dan profil panas. Kalau seseorang makan sesuatu yang mengandung capsaicin, saraf pada organ diafragma akan aktif. Hasilnya, diafragma dapat berkontraksi dan menimbulkan cegukan,” jelas dr. Nabilla.   

Artikel Lainnya: Kenali Cara Menghentikan Cegukan

2 dari 3 halaman

Adakah Cara untuk Menghilangkan Cegukan?

Sayangnya, tidak ada cara cepat untuk menghentikan terjadinya cegukan. Hal ini disebabkan kondisi ini adalah reaksi alami tubuh saat menerima zat capsaicin

Ada kemungkinan saat makan makanan pedas dengan jumlah zat capsaicin banyak, cegukan pun akan lebih lama hilangnya. Berikut adalah beberapa cara yang dapat meredakan cegukan akibat makan pedas.

1. Berhenti Makan 

Saat sedang kepedasan dan mulai muncul cegukan, alangkah baiknya Anda berhenti mengonsumsi makanan tersebut. 

Atur napas dengan baik sampai cegukan mereda. Berhenti makan kemungkinan juga dapat membuat Anda terhindar dari kondisi tersedak. 

2. Minum Air Dingin

Minum air dingin bisa meredakan pedas yang menjadi penyebab cegukan. Air dingin dapat membantu menghentikan iritasi pada dan membantu mengatur otot diafragma bergerak normal. 

Minum air dingin sesegera mungkin juga dapat membuat otot diafragma jadi lebih relaks dan kontraksi atau kejang penyebab cegukan pun mereda. 

Artikel Lainnya: 5 Cara Menghentikan Cegukan pada Bayi

3. Minum Susu

Menurut dr. Nabila, ibarat sabun yang mengandung detergen untuk menghilangkan lemak di piring, susu dapat menghilangkan rasa pedas di mulut. 

“Susu yang berasal dari hewan mengandung protein bernama kasein. Protein ini bersifat lipofilik (menyukai lemak) yang dapat bereaksi dengan melarutkan struktur kimiawi dari capsaicin. Hasilnya, susu bisa mengurangi rasa panas saat makan makanan pedas.” jelas dr. Nabila. 

4. Makan Roti

Saat lidah terasa pedas terbakar, cobalah untuk makan sepotong roti. Roti dapat menyerap cairan di mulut termasuk zat capsaicin yang menyebabkan rasa pedas. Roti juga dapat menarik molekul capsaicin keluar dari lidah. 

Apabila tidak ada roti, Anda bisa makan nasi putih untuk meredakan rasa pedas. Namun, efek makan nasi mungkin tidak sehebat makan roti. 

Ini karena tekstur nasi yang berbulir hanya dapat menyerap minyak atau zat capsaicin dalam jumlah sedikit jika dibandingkan dengan roti. 

Kini Anda sudah tahu, kan, apa yang menyebabkan cegukan terjadi saat Anda makan makanan pedas? Untuk mencegahnya, batasi juga asupan capsaicin yang Anda konsumsi, alias jangan makan pedas banyak-banyak. 

Untuk tahu penyebab lain cegukan dan bagaimana mengatasi efek setelah makan makanan pedas, Anda bisa tanyakan langsung ke dokter. Agar praktis, konsultasi online dengan dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi Klikdokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar