Sukses

Tips Merawat Bayi dengan GERD

Bukan hanya orang dewasa, GERD juga bisa terjadi pada bayi. Bagaimana gejala dan cara perawatannya? Mari kita simak di artikel ini.

Gastroesophageal reflux disease (GERD) terjadi ketika asam lambung kembali naik ke kerongkongan.

Gangguan di sistem pencernaan ini umumnya diderita orang dewasa, tapi bukan berarti bayi tidak bisa mengalaminya.

Lalu, bagaimana caranya mengatasi dan merawat bayi yang mengalami GERD? Berikut ini cara penanganannya.

Gerd pada Bayi, Ini Gejalanya

Bayi lebih rentan terhadap refluks asam karena secara fisiologis sistem pencernaannya belum berkembang dengan sempurna.

Diperkirakan, lebih dari separuh bayi mengalami refluks asam seperti gumoh, sampai tingkat tertentu.

“Kalau bayi sering gumoh, Anda harus lihat dulu usianya. Bayi sering gumoh di bawah usia 7 bulan masih dikategorikan normal. Kalau lebih dari 7 bulan masih sering banget gumohnya, Anda perlu curiga jangan-jangan bayi itu GERD,” tutur dr. Reza Fahlevi.

“Gejala awal GERD bayi biasanya muntah berulang, sering gumoh, rewel, dan nggak mau makan,” ujar dia.

Selain itu, gejala GERD pada bayi dapat berupa beberapa hal berikut ini.

  • Lekas marah saat menyusui.
  • Sendawa basah atau cegukan.
  • Sering tersedak.
  • Nyeri dada atau mulas.
  • Tidur terganggu.

“Lama-lama hal tersebut bisa menimbulkan komplikasi. Misalnya, anak jadi gagal tumbuh, berat badan nggak bagus naiknya, bisa juga muntah disertai adanya bercak darah, atau anak batuk-batuk lama karena ada asam lambung yang masuk ke dalam saluran napas,” ujar dr. Reza.

Saat bayi sudah sampai ke dalam tahap GERD, artinya harus segera ditangani dan dirawat dengan tepat secara medis.

Artikel Lainnya: Kenali Gejala GERD pada Ibu Hamil

1 dari 3 halaman

Bagaimana Cara Merawat Bayi Penderita GERD?

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani dan merawat bayi dengan gangguan GERD, yaitu berikut ini.

  • Posisikan Kepala Lebih Tinggi Saat Menyusu

Seperti yang dijelaskan dr. Reza, saat menyusui atau memberi makan (MPASI) bayi, posisikan kepalanya lebih tinggi dari badan. “Posisikan kepala lebih tinggi sekitar 45-60 derajat dari badan,” kata dia.

Anda juga dapat menjaga bayi tetap tegak selama sekitar 30 menit setelah menyusui atau makan.

  • Hindari Makanan Asam

Saat bayi sudah didiagnosis memiliki GERD, tentunya ada sejumlah pantangan terhadap asupan hariannya.

Menurut dr. Reza, jangan berikan makanan-makanan yang asam, pedas, dan mengandung kafein. Ketiganya diketahui dapat memicu kenaikan asam lambung.

  • Jangan Susui atau Beri Makan secara Berlebihan

Hindari memberi makan atau menyusui bayi secara berlebihan. Lebih baik, ikuti takaran susu formula atau ASI yang dianjurkan.

  • Konsultasi ke Dokter Anak

Saat gejala-gejala GERD di atas sudah ditemukan pada anak, Anda perlu berkonsultasi ke dokter spesialis anak.

Nanti dokter spesialis anak akan menilai apakah bayi perlu obat-obatan atau masih bisa dengan terapi biasa dulu.

“Terapi biasa maksudnya seperti mengatur pola makannya, minumnya diatur, positioning kepala diatur. Lalu, untuk bayi-bayi tertentu juga bisa perlu pakai susu pengentalan. Dokter spesialis anak yang akan melihat apakah susu pengentalan dengan tepung beras diperlukan,” kata dr. Reza.

Kalau dengan terapi biasa atau cairan-cairan tersebut tidak bisa, berarti memang dibutuhkan pengobatan.

Artikel Lainnya: Bayi Sering Cegukan, Berbahaya atau Tidak?

2 dari 3 halaman

Mencegah Kekambuhan GERD pada Bayi

Nah, agar kekambuhan GERD tidak terjadi, menurut dr. Reza caranya mirip dengan merawat bayi dengan gangguan refluks asam.

“Selain positioning 45-60 derajat dan menghindari makanan asam serta pedas di atas, jangan lupa untuk membuat bayi sendawa sehabis minum,” kata dr. Reza.

Kalaupun nantinya diresepkan obat-obatan dari dokter, minum obatnya harus teratur terlebih dahulu sebelum dievaluasi kembali.

“Biasanya, obat-obatan GERD itu diminumnya tidak singkat, yakni 2-4 minggu. Aturan minumnya harus diikuti untuk mencegah kekambuhan,” dia menjelaskan.

Masih ada pertanyaan seputar penyakit GERD pada bayi dan balita? Jangan ragu, tanyakan langsung pada dokter melalui fitur LiveChat 24  jam di aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar