Sukses

Waspada, Badai Petir Bisa Sebabkan Asma Kambuh

Bukan hanya bikin gemuruh, badai petir ternyata juga bisa mencetuskan serangan asma. Waspada, agar penyakit asma yang Anda alami tidak sampai mengancam nyawa!

Penderita asma menjadi salah satu golongan yang wajib selalu waspada. Apalagi pada saat situasi sedang hujan lebat dan terdapat badai petir di sekitarnya.

Pasalnya, adanya hujan lebat atau badai petir tersebut bisa mencetuskan gejala asma yang parah.

Dalam medis, serangan asma yang terjadi akibat hujan deras atau badai petir dikenal dengan istilah thunderstorm asthma.

Meski memiliki penyebutan yang sedikit berbeda, kondisi ini ternyata serupa dengan asma pada umumnya.

1 dari 4 halaman

Ini Alasan Badai Petir Sebabkan Asma Kambuh

Berdasarkan penuturan dr. Devia Irine Putri, thunderstorm asthma adalah serangan asma yang dipicu oleh terjadinya badai di suatu daerah.

Bukan akibat suara gemuruh yang bikin kaget, melainkan akibat partikel-partikel yang beterbangan.

“Badai membuat pollen (serbuk sari), debu, dan partikel kecil lainnya terbang terbawa angin sehingga menyebabkan keluhan asma muncul,” ujar dr. Devia.

“Jika penderita asma yang tinggal di sekitar daerah badai tidak mengenakan masker, risiko terjadinya serangan asma bisa meningkat lebih tinggi,” sambungnya.

“Sebagai akibatnya, terjadi penyempitan di saluran pernapasan dan gejala penyakit bisa kambuh atau bahkan memburuk,” tutur dr. Devia.

Karena serupa dengan asma pada umumnya, gejala yang terjadi pada kasus thunderstorm asthma juga tidak berbeda. Beberapa gejala yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Batuk yang umumnya disertai mengi (suara ngik-ngik).
  • Dada terasa berat atau seperti diikat.
  • Sesak napas.
  • Jantung berdebar.

Tidak hanya itu, ada pula gejala lain yang bisa dirasakan oleh penderita asma saat penyakitnya kambuh. Cari tahu di artikel berikut: 6 Gejala Asma yang Sering Dialami Orang Dewasa.

Artikel Lainnya: Tips Makan Saat Anda Kena Gangguan Pernapasan

2 dari 4 halaman

Tips Agar Asma Tidak Kambuh di Segala Situasi

Gejala asma yang kambuh bisa benar-benar mengganggu penderitanya, apalagi jika tidak segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Akibat sangat kesulitan untuk bernapas, kemampuan penderita asma untuk beraktivitas, makan, bicara, dan tidur bisa menurun drastis.

Oleh karena itu, lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebelum gejala asma kambuh dan menyebabkan banyak gangguan, lebih baik cegah dengan melakukan tips berikut ini.

  • Gunakan masker jika memang bepergian atau berada di tempat dengan tingkat polusi udara yang tinggi.
  • Olahraga secara rutin dan teratur sesuai kemampuan tubuh. Beberapa olahraga yang bisa dijadikan pilihan, misalnya bersepeda, jalan kaki, berenang.
  • Konsumsi obat pengontrol asma (controller) secara rutin dan sesuai dengan anjuran dokter.
  • Bawa obat pelega (reliever) ke mana pun Anda pergi.
  • Lakukan medical check-up secara berkala guna memantau kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.

“Hindari hal-hal yang dapat mencetuskan asma. Contohnya, jika alergi terhadap debu, pastikan untuk tidak menyimpan barang berdebu, tidur dengan boneka berbulu, rutin bersihkan rumah, dan sebagainya,” kata dr. Devia.

Ingin tahu cara lain untuk menurunkan risiko asma kambuh? Baca di artikel berikut: Lakukan Ini agar Asma Tak Kambuh Lagi.

Artikel Lainnya: 5 Teknik Pernapasan dan Meditasi Ini Ampuh Usir Stres

3 dari 4 halaman

Tanda Bahaya yang Mewajibkan Penderita Asma ke Dokter

Menurut dr. Devia, terdapat beberapa kondisi yang mewajibkan penderita asma untuk segera berobat ke dokter. Kondisi-kondisi tersebut, antara lain:

  • Sesak napas memberat seketika.
  • Batuk secara terus-menerus atau tidak kunjung membaik beberapa saat setelah pertolongan pertama.
  • Tidak bisa berkata-kata meski telah diberikan obat pelega.

“Penderita asma yang mengalami bibir kebiruan, keringat dingin, penurunan kesadaran juga wajib segera dibawa ke dokter untuk ditangani,” pungkas dr. Devia.

Jangan abaikan tanda bahaya akibat penyakit asma, karena kematian adalah salah satu risiko yang mesti dihadapi jika kondisi tersebut terlambat ditangani.

American Lung Association, Amerika Serikat, menyebutkan hanya sepertiga kematian akibat asma yang terjadi di rumah sakit. Ini berarti, sebagian besar penderita asma meninggal dunia tanpa sempat mendapat penanganan oleh pihak medis.

Waspada dengan risiko kambuhnya asma saat hujan deras, angin kencang, atau badai petir sedang melanda kawasan Anda. Selalu terapkan gaya hidup bersih, sehat, dan jauhi segala hal yang bisa menyebabkan kekambuhan penyakit asma yang Anda alami.

Jika Anda punya pertanyaan mengenai penyebab asma atau masalah kesehatan lainnya, jangan malu untuk chatting dengan dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar