Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mencampur MPASI dan ASI

Hal yang Harus Diperhatikan Saat Mencampur MPASI dan ASI

Ternyata, ibu boleh mencampur menu MPASI dengan ASI. Tetapi, ketahui cara mencampur yang benar keduanya.

Banyak ibu yang mau bereksperimen soal menu Makanan Pendamping ASI (MPASI). Salah satu yang dapat dilakukan adalah mencampurkannya dengan air susu ibu (ASI). 

Bagi beberapa orang, mencampurkan ASI untuk makanan mungkin hal yang kurang lazim. Ini karena ibu biasanya fokus memberikan makanan yang terdiri dari buah, daging, sayur, dan biji-bijian. 

Tidak ada salahnya untuk mencoba mencampur MPASI dengan air susu ibu. Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mencampur ASI untuk MPASI anak.

1 dari 4 halaman

Amankah Mencampurkan ASI dalam MPASI?

Sebelum mencobanya, mari ketahui dulu penjelasan dr. Devia Irine Putri tentang boleh atau tidaknya mencampur ASI ke dalam MPASI.

"Mencampur ASI dan MPASI boleh dilakukan dan memang aman. Namun, dicampurnya setelah makanan MPASI matang dan suhunya tidak panas," ungkap dr. Devia,

Perlu diperhatikan, jangan sekali-kali mencampurkannya saat MPASI baru matang. Sebab, suhu panas bisa merusak kandungan ASI itu sendiri.

"Kalau kita mencampur saat panas atau ikut dimasak takutnya malah merusak kandungan asi itu sendiri," jelas dokter Devia.

Artikel Lainnya: Perhatikan Hal Ini Saat Memberi MPASI

2 dari 4 halaman

Cara Mencampur ASI dengan MPASI yang Tepat

Selain tidak mencampurnya saat MPASI baru matang alias masih panas, ada beberapa aturan lainnya yang harus diperhatikan jika mau mengolah ASI. Di antaranya sebagai berikut:

1. Cairkan ASI Terlebih Dahulu

Apabila ingin mencampur dengan MPASI, pastikan ASI beku ibu sudah dicairkan terlebih dahulu. Jangan langsung dicampur ketika masih beku dan berbentuk es. 

Cara mencairkan ASI beku bisa dilakukan dengan mengeluarkannya dari freezer pada malam sebelum diolah atau letakkan di wadah berisi air hangat hingga meleleh.

2. Kocok ASI Sebelum Dicampurkan

ASI yang dibekukan kemudian dicairkan akan menghasilkan dua lapisan warna susu yang berbeda, yaitu lapisan lemak (hindmilk) dan lapisan cairan (foremilk). 

Nah, agar bagian lemak dan cairannya menyatu, pastikan Ibu mengocok ASI sampai rata sebelum diolah dengan MPASI.

"Setelah cair, dikocok dengan gerakan memutar agar lapisan lemak ASI yang biasanya mengendap paling atas bisa tercampur," kata dr. Devia Irine.

Artikel Lainnya: 10 Resep MPASI untuk Bayi Usia Enam Bulan atau Lebih

3. Pakai ASI yang Disimpan Lebih Awal

Ingat prinsip first in first out? Ya, hal tersebut juga harus diterapkan saat mau mengolah ASI dengan MPASI. Agar tidak mubazir, gunakan ASI dengan tanggal yang disimpan lebih lama.

4. Jangan Simpan Sisa MPASI

Saat MPASI yang dicampur ASI tidak habis dimakan oleh anak, jangan ada kata “sayang” untuk membuangnya. Hal ini karena MPASI yang disimpan lalu dihangatkan lagi membuat nutrisi pada makanan tersebut sudah berkurang. Anak pun tidak akan mendapat manfaat gizinya.

3 dari 4 halaman

Hal yang Harus Dihindari Ketika Campur ASI dalam MPASI

Ada beberapa hal yang harus Anda hindari juga saat mencampur ASI dan MPASI. Salah satunya jangan menggunakan ASI yang basi.

Kalau sampai menggunakan ASI basi, ini berisiko tinggi membuat bayi keracunan. 

Disarankan, untuk tidak menggunakan ASI beku yang sudah disimpan di atas waktu 5 bulan. Jika tersedia, lebih baik pakai air susu ibu yang fresh atau baru saja diperah. 

Selain itu, pastikan ASI beku yang digunakan untuk MPASI disimpan di suhu -15 derajat Celcius. 

Kalau mencampur MPASI dengan ASI adalah hal baru bagi Anda, silakan bertanya dan mencari informasi sebanyak-banyaknya pada dokter. 

Pemberian makanan pada bayi tidak boleh sembarangan karena menyangkut tumbuh kembang mereka juga. Agar lebih praktis, konsultasi ASI secara online lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar