Sukses

Fakta di Balik Mitos Keliru seputar Minuman Beralkohol

Banyak anggapan mengenai minuman beralkohol yang ternyata hanya sekadar mitos saja. Agar Anda tidak terjebak, ini fakta minuman beralkohol yang wajib diketahui!

Saat ditanya mengenai minuman beralkohol, hal apa yang pertama kali terlintas di pikiran Anda? Apakah minuman yang bisa merusak tubuh, atau justru memberikan manfaat asalkan dikonsumsi dengan tepat?

Memang, informasi simpang siur mengenai minuman beralkohol dapat ditemukan di mana-mana. Beberapa informasi tersebut terbukti hanya mitos belaka, namun tidak sedikit pula orang yang menganggapnya sebagai fakta.

Nah, agar Anda tidak terjerat mitos-mitos yang menyesatkan dan mungkin membahayakan kesehatan, lebih baik kenali fakta sebenarnya di balik beberapa anggapan seputar minuman beralkohol di bawah ini.

1 dari 4 halaman

Mitos Keliru Tentang Minuman Beralkohol

Di bawah ini adalah beberapa mitos alkohol beserta fakta medis yang sebenarnya menurut penjelasan dr. Devia Irine Putri:

  1. Minuman Beralkohol Bisa Bikin Tidur Nyenyak

Mitos:

Minuman beralkohol memang bisa membuat orang yang mengonsumsinya mengantuk dan tidur lebih cepat. Akan tetapi, manfaat ini hanya dirasakan di awal saja.

“Kualitas tidur orang yang minum alkohol malah tidak baik. Mereka akan sering terbangun di tengah-tengah tidur, mengeluh sakit kepala dan pusing, sehingga pada akhirnya justru mengalami gangguan tidur,” ujar dr. Devia.

  1. Muntah Setelah Minum Alkohol Dapat Cegah Mabuk

Mitos:

Banyak yang beranggapan, muntah setelah mengosumsi minuman beralkohol dapat mengurangi efek samping yang ditimbulkannya. 

Menurut dr. Devia, hal itu mungkin saja lantaran dapat mengurangi jumlah alkohol yang terserap tubuh.

“Akan tetapi, muntah setelah mengonsumsi minuman beralkohol tetap bisa menimbulkan efek samping lainnya. Misalnya, badan lemas dan sakit kepala,” tutur dr. Devia.

“Muntah setelah mengonsumsi alkohol juga bisa terjadi karena jenis minuman tersebut dapat mengiritasi lambung. Akibatnya, asam lambung meningkat dan membuat keluhan muntah, begah, dan rasa tidak nyaman di perut,” sambungnya.

Artikel Lain: Agar Hangover Tak Parah, Ini Makanan Dikonsumsi Sebelum Minum Alkohol

  1. Minum Alkohol Bisa Bantu Atasi Nyeri Kronis

Mitos:

Minuman beralkohol memang bisa bantu mengatasi nyeri di tubuh, namun hanya bersifat sementara. 

Ini karena senyawa yang ada di dalam jenis minuman tersebut mengandung analgesik.

“Meski begitu, konsumsi alkohol secara terus-menerus bisa menyebabkan ketergantungan dan/atau penyalahgunaan sehingga malah menyebabkan efek samping yang justru merugikan kesehatan tubuh,” ungkap dr. Devia.

  1. Minum Kopi Setelah Alkohol Bisa Atasi Rasa Mabuk

Mitos:

Berdasarkan penuturan dr. Devia, cara kerja alkohol dan kopi benar-benar berbeda. 

Jika Anda minum kopi, maka kandungan kafein di dalamnya akan menutup efek alkohol sehingga bisa memicu rasa semangat dan mengurangi rasa mabuk.

“Walau begitu, minum kopi setelah alkohol sangat tidak dianjurkan. Ini karena hal tersebut bisa menyebabkan efek samping yang lebih buruk, seperti muntah-muntah dan nyeri perut hebat,” tegas dr. Devia.

Artikel Lain: Minum Alkohol Bisa Turunkan Kolesterol Tinggi?

  1. Minuman Beralkohol Bisa Bermanfaat Jika Hanya Dikonsumsi Sedikit

Fakta:

Seperti telah diungkap sebelumnya, minuman beralkohol dapat memberikan efek analgesik. Jika dikonsumsi dalam jumlah sedikit, alkohol dapat membantu mengurangi rasa nyeri di tubuh.

“Alkohol jenis wine juga bisa bantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar,” kata dr. Devia.

  1. Minum Alkohol Pasti Akan Bikin Perut Buncit

Fakta:

Semua jenis minuman beralkohol memiliki kadar kalori yang tinggi. Apabila dikonsumsi secara terus-menerus atau dalam jumlah berlebihan, kalori akan semakin menumpuk di tubuh dan diubah menjadi lemak.

“Oleh sebab itu, wajar jika sering mengonsumsi minuman beralkohol dapat membuat berat badan naik. Lemak paling sering menumpuk di bagian perut dan menyebabkan buncit,” pungkas dr. Devia.

Artikel Lain: 4 Dampak Fatal Minum Alkohol bagi Wanita Hamil

2 dari 4 halaman

Fakta Minuman Beralkohol yang Diakui Medis

Ada anggapan yang hanya mitos, ada juga yang benar-benar fakta dan diakui secara medis. Berikut ini adalah beberapa fakta yang dimaksud.

  • Alkohol dapat menyebabkan sirosis hati atau gagal hati.
  • Alkohol bisa memicu terjadinya dehidrasi pada tubuh, karena dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit. Apabila terus-menerus terjadi, kondisi ini juga bisa menyebabkan terjadinya kerusakan ginjal.
  • Konsumsi alkohol berlebih dapat menyebabkan kerusakan di otak. Selain itu, beberapa senyawa di dalam jenis minuman tersebut juga dapat menyebabkan perubahan mood, perilaku, dan penurunan daya ingat.
3 dari 4 halaman

Bahaya Minuman Beralkohol bagi Kesehatan

Setelah mitos dan fakta, hal selanjutnya yang perlu Anda tahu mengenai minuman beralkohol adalah bahayanya. Berikut ini adalah beberapa bahaya minuman beralkohol bagi kesehatan Anda.

  • Hepatitis Alkoholik. Ini adalah penyakit peradangan hati yang terjadi akibat mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak atau secara terus-menerus.
  • Fatty Liver. Penyakit yang juga disebut perlemakan hati ini terjadi ketika organ hati terbalut dengan lemak dalam jumlah berlebihan.
  • Pankreatitis. Penyakit ini terjadi ketika organ pankreas mengalami peradangan akibat terlalu sering terpapar senyawa di dalam alkohol. 
  • Tukak Lambung. Penyakit ini terjadi akibat adanya luka di lapisan lambung. 
  • Kanker. Beberapa jenis kanker yang bisa terjadi akibat kebiasaan minum alkohol. Misalnya, kanker esofagus, kanker laring, kanker usus besar, dan kanker payudara.

Cari tahu tentang penyakit lain yang bisa terjadi akibat alkohol di artikel berikut ini: Waspadai Penyakit Akibat Sering Minum Alkohol di Masa Muda.

Mulai saat ini, pastikan untuk menyikapi segala informasi yang didapatkan dengan lebih bijak lagi. Jangan buru-buru terpancing anggapan yang belum tentu benar, termasuk mengenai mitos alkohol.

Ingin tahu lebih dalam mengenai fakta minuman beralkohol dan hal-hal menarik lain seputar kesehatan? Tanyakan saja pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar