Sukses

Mengapa Siklamat Berbahaya bagi Kesehatan?

Siklamat adalah pemanis buatan yang cukup populer di Indonesia. Namun, adakah bahayanya bagi kesehatan?

Beragam hidangan manis tentu menarik untuk Anda cicipi, terutama jika Anda memang penggemarnya. Namun, konsumsi gula berlebih bisa berdampak terhadap kesehatan tubuh. Anda bisa mengalami gigi berlubang, obesitas, hingga diabetes melitus tipe 2.

Sebagai alternatifnya, tak sedikit orang mempercayakan hidangan manisnya kepada pemanis buatan, salah satu yang cukup populer adalah siklamat. Lalu, adakah bahaya dari konsumsi siklamat?

 

1 dari 3 halaman

Apa Itu Siklamat?

Siklamat merupakan pemanis buatan yang memiliki rasa manis 30 hingga 50 kali lebih tinggi dibandingkan gula. Namun, di antara pemanis buatan lainnya, rasa manis siklamat tergolong paling rendah.

Siklamat cenderung stabil saat dipanaskan dan sering digunakan pada produk makanan seperti kue (yang harus dipanaskan), di mana pemanis buatan lain tidak dapat digunakan.

Siklamat juga sering digunakan bersamaan dengan pemanis lainnya seperti sakarin sehingga dapat menambah rasa.

Selain itu, karena harganya yang murah dan tidak meninggalkan rasa pahit di lidah seperti beberapa pemanis buatan lainnya, siklamat populer digunakan oleh produsen makanan.

Artikel Lainnya: Mengenal Aneka Pemanis Lebih Dekat

2 dari 3 halaman

Efek Samping Siklamat bagi Kesehatan

Meskipun cukup digandrungi karena lebih ekonomis, terdapat efek samping siklamat yang tidak bisa disepelekan. Dampak negatif yang dimaksudkan di sini bisa muncul jika penggunaannya melewati batas yang telah dianjurkan.

Batas maksimum penggunaan siklamat menurut ADI (acceptable daily intake) yang dikeluarkan oleh FAO ialah 500-3000 ppm (parts per million). Level yang aman untuk penggunaan pemanis buatan hanya 45 persen dari nilai ADI, yakni maksimum 11 mg/kg berat badan (BB).

Nah, jika melewati batas yang telah direkomendasikan tersebut, maka ada peningkatan risiko bahaya siklamat berikut ini:

1. Karsinogenik

Salah satu efek samping siklamat adalah diduga memicu kanker. Ini dibuktikan oleh sebuah percobaan yang dilakukan terhadap seekor tikus.

Ketika bahan siklamat digunakan melebihi batas kadar yang dianjurkan dan terus dikonsumsi dengan jumlah yang berlebihan serta dalam waktu lama, maka akan muncul zat yang bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.

Artikel Lainnya: 5 Alternatif Pemanis sebagai Pengganti Gula

2. Meningkatkan Tekanan Darah

Selain menunjukkan adanya zat pemicu kanker, percobaan yang sama pada seekor tikus tersebut juga menunjukkan adanya peningkatan tekanan darah sebagai efek samping dari siklamat.

3. Atrofi Testis

Bahaya siklamat lainnya adalah dapat menyebabkan atrofi testis. Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Food Additives & Contaminants, disebutkan bahwa ketika dimetabolisme di dalam tubuh, siklamat dapat menyebabkan terjadi atrofi testis pada tikus.

Selain itu, studi lain yang berhubungan dipublikasikan di jurnal Toxicological Sciences. Penelitian tersebut melaporkan bahwa monyet yang diberikan siklamat dalam jangka waktu yang lama mengalami gangguan pematangan sperma, sehingga terjadi gangguan ketidaksuburan.

4. Meningkatkan Risiko Prematur

Salah satu efek samping siklamat, terutama pada wanita hamil adalah meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

Terdapat sebuah penelitian yang melaporkan bahwa wanita hamil yang mengonsumsi minuman soda berpemanis seperti yang mengandung siklamat berlebihan (lebih dari 1 kaleng per hari), berisiko mengalami kelahiran bayi prematur.

5. Meningkatkan Risiko Diabetes Tipe 2

Menurut studi yang dipublikasikan oleh American Diabetes Association, konsumsi minuman soda diet (yang mengandung pemanis buatan) meningkatkan risiko sindrom metabolik sebesar 36 persen dan risiko diabetes tipe 2 sebesar 67 persen.

Setelah mengetahui bahaya siklamat, mulailah kritis saat memilih alternatif pengganti gula seperti pemanis buatan. Meski dapat membantu Anda mengontrol berat badan dan mengurangi kadar gula, tetaplah gunakan pemanis buatan sesuai anjuran.

Bagi Anda yang memiliki pertanyaan seputar topik terkait ataupun masalah kesehatan lainnya, tanyakan saja secara langsung kepada dokter melalui fitur Live Chat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

[WA]

0 Komentar

Belum ada komentar