Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Krim Wajah Berubah Kecokelatan, Apa Masih Boleh Dipakai?

Krim Wajah Berubah Kecokelatan, Apa Masih Boleh Dipakai?

Krim wajah tiba-tiba berubah warna menjadi kecokelatan? Apa itu tanda kedaluwarsa, ya? Masih boleh dipakai tidak?

Agar kulit tampak cerah, lembut, dan sehat, umumnya kita akan menggunakan krim atau serum tertentu. Namun terkadang, beberapa krim wajah berubah warna menjadi kecokelatan setelah beberapa kali digunakan. 

Mengapa krim wajah berubah warna menjadi kecokelatan? Lalu, apa krim tersebut masih boleh digunakan ke wajah?

Mengapa Krim Wajah Berubah Warna Jadi Kecokelatan?

Menanggapi hal ini dr. Muhammad Iqbal Ramadhan mengatakan krim wajah yang berubah kecokelatan biasanya mengandung vitamin C.

Produk perawatan wajah mengandung vitamin C umumnya bermanfaat untuk meningkatkan elastisitas kulit, mengurangi kerutan, merangsang kolagen, dan memperbaiki kerusakan akibat radikal bebas.

Sayangnya, jika terpapar suhu, cahaya, atau udara yang kurang tepat, krim vitamin C bisa mengalami oksidasi (bereaksi dengan oksigen), warnanya pun akan berubah.  “Vitamin C dalam serum atau krim akan mengalami proses oksidasi akibat terpapar suhu yang tidak seharusnya. Sama seperti buah atau sayuran yang akan berubah warna akibat oksidasi karena di dalamnya mengandung beberapa jenis vitamin. Maka, serum atau krim wajah mengandung vitamin C bisa berubah warna jadi kecokelatan,” jelasnya.

Perubahan tingkat keasaman (pH) dan molekul pada krim vitamin C yang teroksidasi juga bisa membuat warnanya berubah menjadi kekuningan sebelum kecokelatan.

Artikel Lainnya: Tanda-tanda Wajah Rusak karena Merkuri

1 dari 3 halaman

Krim berubah Warna Kecokelatan, Masih Boleh Dipakai?

Dokter Iqbal Ramadhan menyarankan agar krim vitamin C yang berubah warna tidak perlu digunakan lagi.

Pasalnya, menurut Journal of American Academy of Dermatology, perubahan warna kuning kecokelatan pada krim adalah tanda kandungan L-Ascorbic acid dalam vitamin C sudah berkurang.

L-Ascorbic Acid adalah bentuk murni dari vitamin C, zat ini sangat sulit untuk dibuat stabil. Setelah terpapar udara, panas, atau cahaya, tingkat efektivitas zat L-Ascorbic acid perlahan menghilang.

Hal ini bisa terlihat dari warna krim vitamin C Anda. Semakin terang warna krimnya, semakin banyak kandungan vitamin C-nya. Lalu, semakin gelap warna krim tersebut, berarti semakin sedikit kandungan vitamin C di dalamnya.

Maka itu, Anda tidak dianjurkan mengoleskan krim yang sudah berubah warna kecokelatan ke kulit. Ini karena kandungan L-Ascorbic Acid dalam krim tersebut sedikit, manfaat yang didapat kulit pun tak terasa.

Artikel Lainnya: Jangan Asal Pakai, Begini Cara Mendapatkan Manfaat Krim Malam

2 dari 3 halaman

Tips Menyimpan Skin Care dengan Kandungan Vitamin C Tinggi

Meskipun Anda tidak dapat menghentikan oksidasi vitamin C, tetapi Anda dapat memperlambat prosesnya, lho

Tipsnya, hindari krim wajah tersebut dari panas, cahaya dan udara, karena dapat mendukung terjadinya oksidasi.

1. Jauhkan dari Sinar Matahari

Perhatikan, serum wajah yang mengandung vitamin C umumnya punya kemasan atau botol berwarna gelap atau cokelat tua, kan? Ya, ini karena produk tersebut bertujuan untuk mencegah paparan sinar matahari langsung pada kemasan.

Jika kemasan atau botol krim yang Anda gunakan warnanya bening, tempeli dengan stiker dan disimpan di laci kamar yang jauh dari terpaan sinar matahari.

2. Taruh di Suhu Ruangan

Terkadang, beberapa produk skin care diletakkan pada kotak obat atau di pinggiran wastafel kamar mandi. Tujuannya, sih, agar praktis bisa pakai krim tersebut sesaat sesudah membersihkan wajah.

Namun, tahukah Anda, ketika mandi atau berendam air hangat, suhu ruangan kamar mandi juga bisa berubah? Ya, hal ini akan berdampak pada krim atau serum vitamin C yang ada simpan.

“Semestinya, suhu udara yang sesuai adalah suhu ruangan atau suhu dalam kulkas. Jadi tidak terlalu dingin atau tidak terlalu panas,” saran dr. Iqbal.

Artikel Lainnya: Bolehkah Pria Menggunakan Produk Perawatan Wajah Wanita?

3. Beli Sample atau Travel Size Dulu

Krim atau serum yang pure mengandung vitamin C umumnya akan teroksidasi dalam waktu tiga bulan. Apabila demikian, beli produk dengan kemasan besar yang dipakai dalam jangka waktu lama terkesan sia-sia.

Jika dipakai terlalu lama, kandungan vitamin C di dalam krim atau serum perlahan akan menghilang. Untuk itu, kenapa tidak membeli serum dalam kemasan sample atau travel size saja?

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan krim atau serum yang mengandung campuran zat lain, tidak hanya vitamin C. Produk tersebut biasanya bisa lebih lama digunakan dan manfaatnya tetap sama untuk kulit wajah.

Sudah tahu, kan, krim wajah berubah warna itu disebabkan oleh apa? Bukan karena kedaluwarsa atau krimnya palsu, melainkan karena kandungan di dalamnya sudah teroksidasi.

Untuk tahu lebih lanjut tentang krim wajah atau tips kecantikan lainnya, jangan ragu ajukan pertanyaan ke dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar