Sukses

Wajarkah Anak Perempuan Lebih Posesif kepada Ayah?

Anak perempuan biasanya lebih posesif dengan sang ayah. Apakah wajar atau merupakan tanda dari kondisi medis tertentu? Cari tahu faktanya!

"Papa jangan pergi ke kantor, di rumah saja sama aku." Itulah kata-kata yang keluar dari mulut Citra, anak perempuan berusia 5 tahun kala ayahnya berangkat kerja. Bisa dibilang, anak ini cukup posesif dengan sang ayah.

Setiap ayahnya pergi ke luar, anak tersebut selalu menangis. Bahkan, tak jarang pula si anak malah ngambek kala ayahnya menghabiskan waktu dengan teman-temannya di luar rumah.

"Papa lebih sayang temannya daripada aku," kata anak perempuan tersebut sambil merasa kesal.

Kondisi di atas mungkin tidak asing lagi bagi Anda. Memang, beberapa anak perempuan merasa ingin memiliki sang ayah seutuhnya. Tidak ingin diganggu gugat oleh apapun, termasuk rutinitas ayahnya untuk pergi ke kantor.

Pertanyaannya, apa yang menjadi penyebab anak posesif? Apakah kondisi tersebut normal atau disebabkan oleh adanya kondisi medis tertentu?

Mengapa Anak Perempuan Posesif Terhadap Sang Ayah?

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, reaksi tersebut merupakan kondisi yang biasa terjadi pada anak perempuan yang masih balita.

“Anak perempuan yang usianya masih dini cenderung bersifat egosentris. Ia merasa bahwa sang ayah adalah miliknya seorang, bukan milik orang lain,” kata Ikhsan.

“Sifat egosentris berarti tidak ingin berbagi. Jadi, kalau anak sudah sangat sayang dengan sang ayah, ia merasa ayahnya adalah miliknya seorang atau tidak untuk orang lain,” sambungnya.

Artikel Lainnya: Orang Tua Milenial Kian Ikut Campur Urusan Anak?

1 dari 3 halaman

Apa Benar Anak Perempuan Lebih Dekat dengan Ayah?

Anak perempuan lebih dekat dengan ayah, sedangkan anak laki-laki lebih dekat dengan ibunya. Anggapan ini dapat dibenarkan, dapat pula merupakan sebuah kekeliruan.

Ikhsan mengatakan tidak selamanya anak perempuan akan posesif dengan sang ayah. Begitu pula dengan anak laki-laki yang tidak melulu akan merasa memiliki sang ibu sepenuhnya.

Adakah Dampak Negatif dari Sikap Anak Posesif?

Apakah ada dampak buruk jika anak perempuan terlalu dekat dengan sang ayah? Kekhawatiran ini sangat wajar, mengingat perilaku posesif secara berlebihan bukanlah sesuatu yang baik.

“Anak perempuan yang posesif pada ayahnya tidak melulu berdampak negatif,” ungkap Ikhsan.

“Hanya saja, sikap posesif tersebut akhirnya akan menimbulkan persaingan antara anak dan ibu untuk mendapatkan perhatian sang ayah,” lengkapnya.

Artikel Lainnya: Apa yang Membuat si Kecil Melakukan Bullying?

2 dari 3 halaman

Cara Supaya Anak Tidak Posesif Terhadap Ayah

Sikap posesif anak perempuan terhadap ayahnya perlu dikendalikan agar tidak terjadi secara berlebihan atau berkelanjutan. Sehubungan dengan hal ini, berikut adalah tips dari Ikhsan.

  • Ayah harus sering ajak anak dan ibunya berpelukan. Hal ini dilakukan untuk membuat si Kecil merasa diperlakukan sama seperti ibunya.
  • Sering libatkan anak dalam kegiatan bersama dan biarkan ia mengeluarkan pendapat.
  • Ketika anak merasa cemburu, jangan dimarahi. Akan lebih baik jika si Kecil diberikan penjelasan mengenai peranan masing-masing anggota keluarga. 

Anak posesif terhadap orang tua merupakan kondisi yang wajar. Namun, keadaan ini tetap perlu disikapi dengan bijak agar tidak malah menimbulkan hal-hal yang merugikan keluarga. 

Jika Anda terkendala atau ingin tahu lebih lanjut mengenai cara mengatasi anak posesif, jangan tunda untuk berkonsultasi pada dokter atau psikolog melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar