Sukses

Anak Sulit Diajak Mandi, Perlukah Orang Tua Memaksanya?

Sebagai orang tua, pasti Anda pernah merasakan anak yang sulit sekali diajak untuk mandi. Tapi, perlukah memaksa mereka untuk segera mandi?

Membujuk anak yang tidak mau mandi umumnya sudah menjadi PR harian sebagian orang tua. Banyak kejadian anak menolak, bahkan menangis meraung-raung ketika dibujuk mandi oleh orang tuanya.  Kalau anak susah mandi, haruskah orang tua memaksanya?

Saat Anak Susah Mandi, Haruskah Dipaksa?

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., jangan sampai memaksa anak yang tidak mau mandi. Apalagi, memaksanya sampai menarik-narik tangan anak.

Memaksa anak justru berisiko membuat mereka memiliki pengalaman yang buruk soal mandi. Akhirnya, anak malah semakin susah untuk kebiasaan melaksanakan kegiatan rutin yang satu ini.

"Sebenarnya, anak jangan dipaksa tapi lebih baik dibujuk karena kalau dipaksa itu malah menguatkan pengalaman tidak enak ketika anak harus mandi," ungkap Ikhsan.

Kalau sampai anak punya trauma tertentu karena mandi, tentu ini akan bahaya. Seperti yang kita tahu, mandi adalah salah satu kegiatan pembersihan diri yang paling penting dilakukan.

Bila anak sampai punya trauma, tentu akan malah tambah pusing sebagai orang tua.

Artikel Lainnya: Menciptakan Bonding dengan Anak Lewat Mandi Bersama

1 dari 4 halaman

Mengapa Anak Menolak Mandi?

Sebenarnya, ada beberapa alasan kenapa anak susah atau menolak mandi. Salah satu alasannya mungkin anak punya masalah sensori tertentu ketika kena air.

"Anak tidak mau mandi sebenarnya banyak faktornya. Entah memang karena anak menolak ajakan orang tua (bukan karena mandinya), bisa juga karena anak punya masalah sensori," kata Ikhsan.

"Jadi, ketika mengenai air yang dingin anak jadi sensitif banget. Bisa juga karena ada pengalaman menakutkan saat di kamar mandi, entah ada binatang, pernah terjatuh, atau dimarahi saat di kamar mandi," sambungnya.

Namun, hal yang juga perlu diperhatikan adalah pergantian aktivitas yang terlalu cepat.

Artinya apa? Misalnya anak sedang bahagia karena bermain, lalu dipanggil untuk mandi, itu akan membuat mereka menolaknya terus-menerus.

"Bisa juga karena ada pergantian aktivitas yang cepat, jadi anak lagi happy main terus tiba-tiba harus mandi. Ini yang bikin ia berat meninggalkan kegiatan yang membuatnya happy," jelas Ikhsan.

Kalau begini, orang tua harus punya cara tertentu agar peralihan aktivitas tidak membuat mereka menolak ajakan Anda untuk mandi. Biarkan mereka menyelesaikan mainnya, lalu tenang, dan baru ajak mandi.

2 dari 4 halaman

Benarkah Bentuk Penolakan Tanda Perkembangan Mental Anak?

Jika ditilik dari perkembangan mentalnya, menolak ajakan mandi merupakan perkembangan psikososial di tahap autonomi.

Jadi, pada saat usia dua sampai tiga tahun, anak sedang ingin melakukan semuanya sendiri.

"Mereka merasa tahu apa yang mesti dilakukan. Kalau ada campur tangan dari orang tuanya, biasanya anak akan sebal atau menolak," jelas Ikhsan menambahi.

Jelas ini adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, namanya juga sedang di fase perkembangan, ya. Oleh karena itu, orang tua harus punya cara jitu untuk mengajak anak mandi.

Artikel Lainnya: Solusi untuk Anak yang Susah Mandi

3 dari 4 halaman

Ajak Anak Mandi dengan Cara Ini

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar anak mau mandi dan ini adalah tips sederhana dari Ikhsan yang bisa diikuti:

  • Beritahu bahwa mandi adalah sesuatu yang menyenangkan dan dapat bermain air. Dengan mandi, anak bisa main gelembung busa. Iming-imingi anak dengan kalimat bahwa mandi itu menyenangkan.
  • Izinkan anak untuk bawa mainan yang memang tahan air. Misalnya bebek karet atau bola kecil. Gunakan bak kecil, dan buat ia seperti sedang mandi bola.
  • Hindari memaksa anak mandi, buat anak tahu bahwa 5-10 menit lagi anak akan mandi.
  • Orang tua juga bisa ikut mandi bersama anak, dengan menemaninya mandi.

Memaksa anak mandi bukan suatu hal yang dianjurkan untuk dilakukan oleh orang tua. Sebaiknya coba lakukan cara-cara di atas, agar kegiatan mandi merupakan hal yang menyenangkan bagi mereka.

Untuk tahu tips parenting lainnya, jangan ragu ajukan pertanyaan ke psikolog lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter, ya!

(OVI/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar