Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Naik Turun Tangga saat Hamil, Kapan Sebaiknya Boleh Dilakukan?

Naik Turun Tangga saat Hamil, Kapan Sebaiknya Boleh Dilakukan?

Beberapa menganggap naik turun tangga saat hamil tidak dianjurkan. Sebagian lagi berpendapat sebaliknya. Mana yang benar? Adakah waktu yang direkomendasikan dokter?

Ibu hamil direkomendasikan untuk membatasi aktivitas sehari-hari. Karena itulah, penggunaan lift diprioritaskan buat mereka yang tengah mengandung agar tidak kelelahan karena harus naik turun tangga saat hamil.

Akan tetapi, ada juga beberapa ibu hamil yang tetap ingin menggunakan tangga. Dengan alasan, agar lebih aktif bergerak sehingga kesehatan tetap terjaga. 

Lantas, apa kata dokter mengenai naik turun tangga saat hamil? Apakah tindakan ini menyehatkan atau justru membahayakan?

1 dari 4 halaman

Ibu Hamil, Bolehkah Naik Turun Tangga?

Menanggapi pertanyaan di atas, dr. Arina Heidyana mengatakan, sebenarnya tidak ada batasan tertentu yang mengatur naik turun tangga saat hamil. 

“Jadi, usia kehamilan berapa pun boleh-boleh saja asalkan hati-hati supaya tidak terjatuh dan membahayakan diri atau janin,” jelas dr. Arina. 

Ketika ibu hamil naik dan turun tangga, risiko untuk terjatuh memang lebih besar ketimbang berjalan di permukaan yang datar. 

Namun, jika ditanya soal boleh atau tidaknya, jawabannya adalah boleh asalkan tetap berhati-hati. 

Benar adanya, naik turun tangga membuat ibu hamil tetap aktif. Manfaatnya pun sama dengan ketika bumil berjalan kaki atau berolahraga intensitas ringan. 

Bahkan, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Heart Association, ibu hamil yang naik turun tangga memiliki risiko preeklampsia lebih rendah ketimbang bumil yang jarang bergerak. 

Tak hanya itu, laporan tersebut juga mengatakan naik turun tangga dengan hati-hati saat hamil dapat mengurangi risiko diabetes gestasiona. Sebuah komplikasi umum dalam kehamilan yang terjadi akibat kadar gula darah terlalu tinggi.

Ibu hamil ingin naik turun tangga agar merasakan manfaat sehatnya? Biar tetap aman, cobalah minta didampingi seseorang supaya bisa memegang Anda jika hendak tergelincir. 

Artikel Lainnya: Ragam Tanda Awal Kehamilan yang Jarang Orang Tahu

2 dari 4 halaman

Kapan Ibu Hamil Dilarang Naik Turun Tangga?

Tak ada patokan pasti kapan ibu hamil benar-benar dilarang tidak naik turun tangga. Oleh karena itu, dr. Arina mengembalikan keputusan tersebut ke kondisi yang dirasakan oleh masing-masing ibu hamil.

“Naik turun tangga saat hamil muda (trimester pertama) tetap harus hati-hati. Sebab, hamil muda masih rentan terjadinya keguguran apabila terlalu lelah,” ujar dr. Arina.

“Sedangkan, jika perut sudah besar sekali alias hamil tua (trimester ketiga), beban akan semakin berat, cepat lelah, dan kaki bengkak. Itu bikin bumil jadi susah naik turun tangga,” sambungnya. 

Trimester kedua mungkin bisa menjadi waktu yang aman bagi ibu hamil untuk naik turun tangga. Namun, semua keputusan tetap dikembalikan ke kondisi masing-masing ibu hamil. Jika memang kondisi fisik tak memungkinkan, pastikan untuk tidak memaksakan diri. 

Perlu diingat, ibu hamil yang sedari awal punya masalah medis seperti tekanan darah terlalu rendah atau terlalu tinggi, lebih baik hindari aktivitas naik turun tangga. 

Ini karena kondisi tersebut membuat kondisi ibu hamil rentan pusing dan kehilangan keseimbangan.

Artikel Lainnya: Kegiatan Rumah Tangga yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil

3 dari 4 halaman

Tips Aman Naik Turun Tangga untuk Ibu Hamil

Tak semua gedung yang didatangi memiliki lift dan eskalator, begitu pula di rumah sendiri dan jembatan penyeberangan. Mau tak mau, ibu hamil harus menyiapkan diri saat menggunakan fasilitas tersebut. 

Tips aman naik turun tangga untuk ibu hamil yang direkomendasikan oleh dokter adalah sebagai berikut ini.

  • Usahakan untuk selalu menggunakan pegangan tangga agar tidak gampang terpeleset.
  • Gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin.
  • Khusus di rumah sendiri, ruang yang ada tangganya diberikan penerangan yang baik supaya ibu hamil dapat menginjak anak tangga dengan teliti terutama saat malam hari.
  • Saat kondisi sedang tidak fit, lebih baik hindari naik turun tangga.
  • Untuk di fasilitas umum, akan lebih aman bila Anda meminta bantuan orang lain untuk memegangi. Jika tidak ada orang, pastikan fokus Anda hanya berada di langkah kaki, bukan ponsel, tas, ataupun hal lain. 

Sekarang Anda sudah tahu mengenai fakta naik turun tangga saat hamil, bukan? Apabila Anda masih punya pertanyaan tentang kehamilan atau masalah kesehatan lainnya, konsultasikan secara langsung dengan dokter lewat fitur LiveChat 24 Jam di aplikasi KlikDokter

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar