Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ginseng Merah Ampuh Atasi Disfungsi Ereksi, Mitos atau Fakta?

Ginseng Merah Ampuh Atasi Disfungsi Ereksi, Mitos atau Fakta?

Manfaat ginseng merah sejak lama dipercaya bisa mengatasi masalah disfungsi ereksi pria. Benarkah?

Performa seksual dapat sangat memengaruhi kepercayaan diri seorang pria. Itu sebabnya, saat pria mengalami disfungsi ereksi, beberapa aspek kehidupan dapat ikut “terguncang”. Nah, manfaat ginseng merah dipercaya bisa mengatasi masalah disfungsi ereksi pria.

Apakah ini adalah sebuah fakta atau sebaliknya? 

Ginseng Merah, Herbal Populer Asal Korea

Siapa tak kenal ginseng merah? Herbal asal Korea Selatan ini sangat populer di seluruh dunia untuk mengatasi beragam masalah kesehatan.

Tumbuhan bernama Latin Panax ginsenx itu adalah salah satu bahan ramuan tertua dan tidak dipanen sampai berumur sekitar 5 atau 6 tahun.

Ginseng adalah tanaman herba yang memiliki tangkai seperti berbentuk tubuh manusia, dengan lengan dan kaki. 

Akar kering yang belum diproses disebut ginseng putih. Sementar, akar yang telah dikukus dan dikeringkan disebut ginseng merah.

Kedua jenis ginseng ini dapat disajikan dalam bentuk teh atau dikonsumsi dalam bentuk pil yang banyak beredar di pasaran. 

Mengonsumsi ginseng merah diyakini sebagai penawar beragam keluhan kesehatan. Sebut saja, menjaga daya tahan tubuh, meredakan stres, mengurangi keparahan gejala penyakit jantung, pencegahan kanker, termasuk disfungsi ereksi.

Nah, khusus untuk yang terakhir, apakah manfaat ginseng merah untuk pria ini adalah fakta atau mitos belaka?

Artikel Lainnya: 8 Penyebab Disfungsi Ereksi yang Perlu Anda Waspadai

1 dari 4 halaman

Ginseng Merah untuk Atasi Disfungsi Ereksi?

Disfungsi ereksi terjadi ketika seorang pria tidak dapat mencapai atau mempertahankan ereksi dalam waktu yang cukup dalam aktivitas seksual.

Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), Amerika Serikat, disfungsi ereksi biasanya terjadi pada pria berusia di atas 75 tahun. Namun, pria berusia lebih muda bukan tak mungkin mengalami masalah ini.

Disfungsi ereksi dapat terjadi akibat gangguan aliran darah, kondisi psikologis, atau kondisi medis lain yang memengaruhi. 

Meskipun ada terapi dan obat yang tersedia, ginseng merah disebut-sebut dapat mengobati kondisi itu. Namun, soal benar atau tidaknya, para ahli tampaknya belum bersepakat.

Sebuah tinjauan studi pada 2008 mengenai ginseng merah dan disfungsi ereksi dimuat dalam British Journal of Clinical Pharmacology. 

Enam dari studi yang ditinjau melaporkan peningkatan fungsi ereksi bila dibandingkan dengan plasebo.

Studi lain yang diterbitkan International Journal of Impotence Research, meneliti 119 pria dengan disfungsi ereksi ringan hingga sedang. 

Para peserta mengambil 350 miligram (mg) ginseng merah empat kali sehari atau plasebo selama 8 minggu.

Pada akhir penelitian, para peneliti menemukan penurunan ejakulasi dini dan peningkatan kinerja seksual pada mereka yang mengonsumsi ginseng merah.

Namun rupanya, hasil minor didapatkan penelitian lain. Seperti dikutip dari Medical News Today, para peneliti belum tahu pasti bagaimana ginseng merah dapat membantu disfungsi ereksi.

Para peneliti telah mengukur kadar testosteron pria yang mengonsumsi ginseng merah. Pada beberapa sampel, kadarnya ternyata tidak meningkat.

Kalaupun dapat meningkatkan kadar oksida nitrat, yang melemaskan otot-otot di penis dan meningkatkan aliran darah, peneliti belum yakin apakah ini karena ginseng merah atau karena penyebab lain.

Artikel Lainnya: Penyebab Disfungsi Ereksi di Usia Muda

2 dari 4 halaman

Jadi, Benarkah Bermanfaat untuk Disfungsi Ereksi?

Menanggapi hal tersebut, dr. Arina Heidiyana mengatakan, memang sejauh ini ada penelitian yang memberikan hasil baik. Namun, ada juga yang tidak signifikan hasilnya.

“Itu artinya, masih dibutuhkan studi lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan penelitian pada manusia mengenai efek ginseng merah pada disfungsi ereksi ini,” tutur dr. Arina.

Sepakat dengan hal tersebut, dr. Sepriani T. Limbong juga berpendapat kalau ginseng merah bukannya sama sekali tak berguna untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi. Herbal ini tetap bisa membantu pria yang bermasalah dengan ereksi.

“Karena hanya bersifat membantu itulah, ginseng merah sebaiknya tidak dijadikan pengobatan utama. Dengan kata lain, herbal ini tidak bisa menggantikan pengobatan dari dokter,” dia menambahkan.

Hanya saja, Anda perlu ingat juga, terkadang setelah mengonsumsi ginseng merah, ereksi mungkin membaik, tetapi tidak selalu berbanding lurus dengan kepuasan seksual.

“Itu karena ereksi dan kepuasan seksual adalah dua hal berbeda. Kalau kepuasan seksual itu ada pengaruh faktor psikologisnya juga,” ujar dr. Sepriani.

Jadi, kalau Anda menggunakan ginseng merah sebagai obat alami untuk mengatasi disfungsi ereksi, berapa banyak jumlah yang disarankan? 

“Soal dosis konsumsinya, para ahli memang belum sepakat. Tapi kalau menurut AAFP, 900 mg, tiga kali sehari (mungkin dalam bentuk sediaan bubuk ginseng merah ya), bisa membantu mengatasi disfungsi ereksi,” ujar dr. Sepriani.

Artikel Lainnya: Obat Kuat Pria Selalu Bisa Mengatasi Disfungsi Ereksi?

3 dari 4 halaman

Adakah Efek Samping Konsmsi Ginseng Merah?

Penggunaan dosis di atas sebaiknya Anda perhatikan. Awasi juga efek samping yang mungkin timbul usai meminumnya. 

Penggunaan ginseng merah untuk jangka pendek pada umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang. 

Namun, seiring waktu, tanaman herbal ini dapat memengaruhi tubuh Anda. Meski tidak selalu terjadi, efek samping yang paling umum dari konsumsi ginseng merah adalah sulit tidur.

Efek samping lain yang dapat muncul, adalah sebagai berikut.

  • Peningkatan denyut jantung.
  • Peningkatan tekanan darah.
  • Sakit kepala.
  • Diare.
  • Pusing.
  • Ruam.

Saat Anda mengonsumsi ginseng merah untuk atasi disfungsi ereksi, tapi tidak ada perbaikan sama sekali, malah timbul efek samping di atas, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Anda punya masalah terkait disfungsi seksual? Konsultasikan langsung pada dokter lewat fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar