Sukses

Bun, Baca Ini Sebelum Memberikan Air Tajin untuk Bayi

Air tajin dianggap sangat bernutrisi, sehingga sering diberikan pada bayi. Sebenarnya, apa saja kandungan nutrisi air tajin? Amankah memberikan air tajin untuk bayi?

Sebagian besar orang Indonesia mengenal air tajin. Air hasil rebusan beras ini bahkan dianggap sangat bernutrisi. Tak jarang masih ada ibu yang percaya jenis air ini bisa menjadi pengganti ASI untuk bayi.

Pertanyaannya, apa benar air tajin mengandung ragam nutrisi sehingga dapat diberikan untuk bayi sebagai pengganti ASI? Agar tidak salah kaprah, cari tahu faktanya di bawah ini!

Bolehkah Air Tajin Dikonsumsi Bayi?

Perdebatan pemberian air tajin untuk bayi rasanya tidak akan pernah berujung. Terlepas dari itu, menurut dr. Devia Irine Putri, ibu menyusui yang bisa memproduksi ASI dengan optimal, sebaiknya tidak memberikan air tajin pada bayi.

Lantas, bagaimana jika bayi sedang diare? Bukankah air tajin bisa membantu proses penyembuhannya?

"Tidak perlu mengonsumsinya. Daripada air tajin, lebih baik diberikan ASI. Berikan ASI sesering mungkin. Ini karena ASI mengandung antibodi yang sangat dibutuhkan bayi," ungkap dr. Devia.

Kendati demikian, tidak ada salahnya jika memang Anda memaksakan diri untuk memberikan air tajin pada bayi.

Namun, tindakan tersebut bisa saja memberikan dampak merugikan. Hal ini karena tidak ada yang tahu pasti apakah air tajin tersebut sepenuhnya bersih atau sudah terkontaminasi kuman maupun zat-zat berbahaya lainnya.

Artikel Lainnya: Bolehkah Mengombinasikan ASI dengan Susu Formula?

1 dari 3 halaman

Adakah Manfaat Air Tajin Untuk Bayi?

Kalau memang air tajin bisa dikonsumsi, lalu adakah manfaatnya? Soal ini memang tidak ada yang tahu pasti.

Berdasarkan penuturan dr. Devia, air tajin memang memiliki kandungan vitamin dan mineral.

"Air tajin memang masih ada vitamin dan mineralnya, tapi jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan nutrisi bayi sehari-hari," jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Devia juga mengatakan bahwa air tajin sebaiknya tidak diberikan pada bayi secara langsung.

Akan lebih baik jika air hasil rebusan beras ini dijadikan sebagai campuran untuk menu MPASI. Ini karena baru diberikan pada bayi yang lebih tua usianya, yakni 6 bulan atau lebih.

Artikel Lainnya: Pentingnya Pemberian ASI Eksklusif bagi Kesehatan Ibu dan Anak

2 dari 3 halaman

Apa Risikonya Jika Bayi Diberikan Air Tajin?

Memberikan air tajin pada bayi bisa mengundang dampak buruk yang tidak sembarangan.

Dengan adanya risiko ini, Anda sebaiknya berpikir dua kali sebelum benar-benar memberikan air hasil rebusan beras itu pada si Kecil.

Berdasarkan penuturan dr. Devia, beberapa dampak buruk yang bisa muncul akibat pemberian air tajin pada bayi adalah perut kembung dan kolik.

"Selain itu, tidak menutup kemungkinan ada zat-zat pestisida yang mungkin larut di dalamnya. Air yang seperti ini tentu bisa membahayakan kesehatan bayi," tegas dr. Devia.

Pikir dua kali sebelum memberikan air tajin untuk bayi. Bukannya untung, pemberian air rebusan beras ini pada si Kecil malah bisa menyebabkan dampak buruk yang sangat merugikan kesehatannya.

Anda tak ingin si Kecil sakit-sakitan akibat mengonsumsi yang sesuatu yang tidak semestinya, bukan?

Jika Anda masih bersikeras ingin memberikan air tajin untuk bayi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan dampak buruk yang mungkin terjadi di kemudian hari.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar