Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Tak Banyak Diketahui, BPJS Bisa untuk Perawatan Kesehatan Mental

Tak Banyak Diketahui, BPJS Bisa untuk Perawatan Kesehatan Mental

Biaya perawatan kesehatan mental tidaklah murah. Kabar baiknya, BPJS Kesehatan ternyata meng-cover biayanya. Bagaimana cara dapatkan faskes ini?

Menjadi seorang pengidap gangguan kesehatan mental tak semudah yang dibayangkan. Selain harus menghadapi stigma negatif dari masyarakat, penderita juga harus menanggung biaya perawatan yang tidak murah. Kabar baiknya, BPJS Kesehatan ternyata menanggung biayanya.

Namun sayang, belum semua orang tampaknya mengetahui klaim dari BPJS Kesehatan ini. Salah satunya seperti yang ada dalam “kicauan” yang ditulis @jellyfishcina soal pengalamannya menggunakan BPJS Kesehatan untuk perawatan kesehatan mental.

Dari berbagai komentar di tweet tersebut, terlihat banyak yang baru mengetahui bahwa BPJS Kesehatan menanggung perawatan psikologis.

Sebenarnya, apa dan bagaimana klaim biaya perawatan dari BPJS untuk masalah kesehatan mental? Simak ulasannya di sini.

1 dari 5 halaman

Perawatan Kesehatan Mental Bisa Diklaim di BPJS

Mendapatkan perawatan kesehatan mental sebaiknya tidak dilakukan ketika kondisi sudah parah dan mengganggu. 

Dalam sebuah percakapan dengan psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, dijelaskan tubuh sebenarnya punya alarm saat alami masalah psikologis. Salah satu bentuknya adalah timbulnya kecemasan.

“Jadi, kalau Anda merasa sulit berkonsentrasi, banyak kegiatan sehari-hari yang terganggu, dan mudah marah tanpa tahu sebabnya, sebaiknya langsung minta bantuan profesional agar dicari akar dan penyebab masalah tersebut,” ujar Ikhsan.

Sayangnya, sebagian orang yang punya masalah kesehatan mental terbentur dengan biaya perawatan profesional yang lumayan tinggi. Mereka pun enggan, dan memilih menunda bertemu psikolog dan psikiater.

Padahal, biaya berobat penyakit mental dapat diklaim dengan BPJS Kesehatan. Hal tersebut disampaikan Kepala Humas BPJS Kesehatan, M. Iqbal Anas Ma’ruf, Selasa (4/8).

Menurut M. Iqba Anasl, BPJS Kesehatan memang menjamin biaya pelayanan kesehatan bagi orang yang mengalami gangguan mental. Perlindungan ini ada dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Seperti apa pelayanan kesehatan mental yang didapat pasien? Kata Iqbal, layanan faskes ini fokus terhadap rehabilitasi dan kuratif. Salah satu aktivitasnya pasien dapatkan terapi medikasi.

Namun, pasien kesehatan mental yang dijamin wajib memiliki status kepesertaan BPJS Kesehatan aktif. 

Lalu, sudah sesuai prosedur pelayanan serta benefit yang ditetapkan oleh pemerintah yang dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI.

Prosedur pelayanan kesehatannya pun bersifat berjenjang. Maksudnya. pasien dengan JKN-KIS mendapatkan pengobatan sekaligus terapi gangguan kesehatan mental yang dideritanya. Tentunya, ini disesuaikan dengan aturan BPJS Kesehatan.

Artikel Lainnya: Daftar Perawatan Gigi yang Ditanggung BPJS

2 dari 5 halaman

Sudah Banyak Dimanfaatkan

Pelayanan kesehatan mental yang dijamin oleh Program JKN-KIS sudah dilaksanakan di seluruh Indonesia. Itu artinya, sudah cukup banyak masyarakat memanfaatkan perawatan psikologis tersebut.

“BPJS Kesehatan juga sudah bekerja sama dengan rumah sakit jiwa maupun rumah sakit umum yang menyediakan layanan kesehatan tersebut,” ujar Iqbal Anas.

Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan, pada 2014 ada 189.221 pasien dengan jumlah kasus 793.952. Angka itu selalu meningkat setiap tahunnya. 

Pada 2018, terdapat 430.804 pasien dengan 3.015.569 kasus. Terakhir, hingga Agustus 2019, tercatat 306.184 jumlah pasien dengan 1.397.304 kasus.

Kenaikan setiap tahun ini bisa menunjukkan kalau masyarakat semakin tahu dan banyak memanfaatkan layanan kesehatan mental dengan BPJS Kesehatan.

Peningkatan jumlah pasien dan kasus sejalan dengan jumlah dana yang digelontorkan. Dalam data yang diberikan BPJS Kesehatan, terjadi peningkatan setiap tahunnya.

Pada 2014, biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp590 miliar, 2015 sekitar Rp793 miliar, 2016 sekitar Rp900 miliar, 2017 sekitar Rp1 triliun, 2018 sekitar Rp1,2 triliun, dan sampai Agustus 2019 mencapai sekitar Rp586 miliar.

Artikel Lainnya: Daftar Penyakit Berat yang Menjadi Beban BPJS Kesehatan

3 dari 5 halaman

Disambut Baik oleh Praktisi

Adanya jaminan pelayanan kesehatan mental oleh BPJS Kesehatan tentu disambut baik praktisi. Salah satunya seperti yang disampaikan dr. Dharmawan A. Purnama, Sp.KJ.

“Bagus. Sejak awal BPJS menanggung biaya pelayanan kesehatan mental, tidak seperti perusahaan asuransi swasta yang kebanyakan tidak mau menanggung,” ujar dokter yang juga Ketua IDI cabang Jakarta Utara tersebut.

Namun, dia menambahkan, belum semua peserta bisa mengklaim terkait perawatan BPJS Kesehatan.

“Sayangnya BPJS belum menanggung psikoterapi, termasuk modalitas terapi lainnya. Sebagai contoh, ECT maintenance rawat jalan, rTMS (repetitive Transcranial Magnetic Stimulation) untuk depresi resisten pengobatan, dan sebagainya,” dr. Dharmawan menjelaskan.

Dia berharap agar masyarakat peserta BPJS Kesehatan dapat mendapatkan cover biaya perawatan yang lebih maksimal lagi ke depannya.

4 dari 5 halaman

Step Berobat ke Psikolog/Psikiater Pakai BPJS

Peserta BPJS Kesehatan tentunya mau memanfaatkan faskes tersebut, dong. Supaya tidak salah, ini beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk mendapatkan klaim perawatan kesehatan mental.

  1. Anda harus mengunjungi faskes tingkat pertama atau FKTP terlebih dulu. Misalnya, puskesmas atau klinik tempat terdaftar nama Anda.
  2. Ketika masalah kesehatan mental Anda tak bisa ditangani FKTP, biasanya akan menerima rujukan ke RSUD atau rumah sakit jiwa. Tentunya, ini faskes rujukan yang bisa menerima klaim BPJS Kesehatan Anda.
  3. Kalau dalam kondisi darurat, Anda bisa langsung datangi rumah sakit. Namun, harus dalam standar kegawatdaruratan medis.
  4. Sebenarnya, manfaat medis yang diterima Anda akan sama. Perbedaannya hanya pada manfaat non-medis. Misalnya, kamar dan sebagainya disesuaikan kelas perawatan Anda.

Jika masih ada pertanyaan terkait masalah kesehatan fisik dan gangguan psikologis lainnya, Anda bisa chat langsung dokter/psikolog kami di aplikasi KlikDokter.

(AYU/ARM)

0 Komentar

Belum ada komentar