Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mengapa Pelat di Tulang Bisa Rusak Lagi Setelah Operasi?

Mengapa Pelat di Tulang Bisa Rusak Lagi Setelah Operasi?

Salah satu masalah yang kerap terjadi usai operasi patah tulang adalah rusaknya pelat tulang. Apakah yang menyebabkan itu terjadi?

Operasi untuk pemasangan pelat tulang bisa menjadi pilihan untuk beberapa jenis masalah patah tulang. Namun, dalam beberapa kasus tertentu, pelat tulang ternyata bisa rusak atau patah lagi pasca-operasi. Kok, bisa?

Kejadian nahas ini dialami pebalap MotoGP, Marc Marquez. Rider asal Spanyol itu mengalami patah tulang lengan atas akibat kecelakaan di balapan GP Spanyol, akhir Juli lalu. Sayangnya, usai dioperasi, pelat tulangnya mengalami kerusakan.

Kalau sudah begini, biasanya harus dilakukan operasi ulang dan mengganti pelat lama dengan yang baru. Mengapa hal ini bisa terjadi, ya? Ternyata ada sejumlah penyebab pelat rusak pasca-operasi patah tulang. Ini penjelasannya.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Operasi Pelat di Tulang?

Pemasangan pelat di tulang adalah salah satu prosedur fiksasi internal untuk masalah patah tulang.

Prosedur ini mengurangi kemungkinan nonunion (potongan tulang tidak sembuh) dan malunion (penyembuhan potongan tulang bengkok).

Cara kerja metode ini seperti menyatukan potongan-potongan tulang yang patah. Pelat ini direkatkan pada tulang dengan sekrup.

Lalu, pelat dapat dibiarkan setelah penyembuhan selesai, atau dapat diangkat (dalam kasus-kasus tertentu).

"Pemasangan pelat itu sebenarnya sama seperti pemasangan pen. Kalau ada patang tulang, biasanya dipasang pen untuk membantu proses penyembuhannya," ungkap dr. Devia Irine Putri.

Namun, pemasangan plat tulang yang patah memang punya risiko untuk rusak lagi. Itu artinya, tidak selamanya aman setelah pelat dipasang.

Artikel Lainnya: Patah Tulang Jangan Dipijat! Ini Bahayanya

2 dari 4 halaman

Penyebab Pelat di Tulang Rusak Pasca-Operasi

Mengapa pelat untuk patah tulang yang dipasang dapat rusak? Menurut dr. Devia Irine, penyebabnya bisa cukup beragam. Namun, paling utama adalah karena adanya stres (tegangan) di area yang patah.

"Bisa karena tegangan di tempat yang patah. Penggunaan anggota gerak tubuh yang berlebihan menyebabkan stres di jaringan sekitarnya. Ini karena ada tekanan yang berlebih," ujar dr. Devia Irine.

Selain itu, dr. Devia Irine menjelaskan pelat rusak juga bisa karena peningkatan berat badan pasien.

Kondisi ini membuat pelat tidak bisa menahan beban tubuh pasien, terutama pelat yang berada di daerah ekstremitas bawah. 

"Pelat di tulang yang patah juga bisa rusak kalau pasien mengalami jatuh atau cedera lagi yang mengenai di area bekas pemasangan pelat," lanjut dokter muda ini.

Penyebab lainnya juga karena pemasangan pelat yang kurang tepat. Misalnya, pelatnya masih longgar dan akhirnya bisa membuat pelat patah karena ada tekanan dari jaringan sekitar.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama pada Korban Luka, Patah Tulang dan Trauma

3 dari 4 halaman

Tips Perawatan Pasca-Operasi Pelat Tulang

Jadi, setelah operasi pemasangan pelat pada tulang yang patah, Anda memang harus benar-benar menjaganya dengan baik. Berikut tips perawatan pelat pasca-operasi pelat tulang.

  • Hindari Aktivitas Berat

Pasca-operasi, sebaiknya Anda tidak melakukan aktvitas berat, seperti mengangkat beban berat. Istirahatkan dahulu bagian yang patah.

  • Latihan Fisioterapi

Biasanya, Anda akan dianjurkan untuk latihan perlahan-lahan agar tidak kaku dengan fisioterapi.

Sebisa mungkin bertemu dengan terapisnya agar tahu gerakan yang perlu dilatih. Aktivitas ini supaya kita paham gerakan yang berisiko agar lebih berhati-hati saat bergerak.

  • Jangan Sampai Terjatuh

Berhati-hatilah dalam beraktivitas sehari-hari. Jangan sampai jatuh! Hindari menggunakan alas kaki yang licin.

  • Kontrol Rutin ke Dokter

Biasanya, dokter akan meminta pasien kembali untuk kontrol secara rutin.

Dokter akan melakukan pemeriksaan rontgen untuk melihat kondisi pelat dan tulangnya apakah sudah mulai menyambung atau belum.

  • Rawat Luka Bekas Operasi dengan Baik

Merawat bekas luka sangat penting dilakukan untuk operasi apa pun. Kalau luka tidak dirawat, bisa jadi sumber infeksi.

Dalam kasus operasi pelat tulang, infeksi bisa menyebar hingga ke pelat dan tulang Anda.

Kasus pelat di tulang patah lagi pasca operasi seperti yang dialami pebalap MotoGP, Marc Marquez ini mungkin bisa terjadi pada Anda. Apalagi kalau Anda tidak melakukan treatment dengan tepat.

Kalau Anda masih tak paham perawatan seputar patah tulang dan operasi pemulihannya? Tanyakan langsung pada dokter di aplikasi KlikDokter lewat fitur LiveChat 24 jam.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar