Sukses

Benarkah Puting Bisa Bocor Gara-gara Salah Memerah ASI?

Puting payudara bocor atau merembes adalah hal biasa bagi ibu menyusui. Tapi, benarkah bisa terjadi kebocoran karena salah memerah ASI?

Memerah ASI perkara yang gampang-gampang susah bagi seorang Ibu. Salah cara, bisa-bisa produksi air susu untuk si buah hati tidak maksimal. Tak sedikit juga yang mengalami puting bocor, ASI merembes keluar dengan sendirinya.

Masalah puting bocor biasa dialami oleh para ibu yang harus memerah ASI untuk persediaan anak mereka. Apalagi jika sang ibu bekerja, maka memerah ASI jadi ritual wajib setiap harinya. 

Sebenarnya, dalam dunia medis tidak dikenal istilah puting bocor, tapi disebut merembes. Biasanya, penyebutan bocor digunakan oleh orang awam untuk menggambarkan air susu keluar dari puting.

Mengapa Puting Payudara Bisa Bocor?

Menurut dr. Devia Irine Putri, proses merembes sangat mungkin terjadi kalau kelenjar ASI-nya penuh sehingga harus dikeluarkan. Dalam kondisi anak menyusu, air susu juga bisa merembes.

"Ada beberapa cara mengeluarkannya. Bisa disusukan langsung ke bayi, bisa juga dipompa secara manual pakai tangan atau alat. Paling penting, dikosongkan payudaranya," kata dr. Devia.

"Kalau misalnya ibu menyusui bayinya dengan payudara sebelah kiri, payudara kanan bisa saja bocor. Ini karena ada fase LDR (let down reflex), yaitu adanya rangsangan isapan yang menyebabkan pelepasan hormon oksitosin sehingga ASI mengucur deras dengan sendirinya," sambungnya.

Sementara, kalau sedang merembes, biasanya baju ibu akan basah dan harus mengganti baju dan bra.

Artikel Lainnya: Bolehkah Mengombinasikan ASI dengan Susu Formula?

Nah, soal puting bocor gara-gara salah memerah ASI, dr. Devia mengatakan sebenarnya memompa sering kali hanya berhubungan dengan pengosongan payudara.

"Kalau salah memompa, berhubungan dengan pengosongan payudara yang tidak baik. Akibatnya bisa menyebabkan penurunan jumlah ASI. Padahal, semakin dikosongkan dan sering disusukan ke bayi, produksi ASI bisa bertambah," jelas dr. Devia.

Selain itu, masalah pada puting yang bisa terjadi akibat memerah susu adalah menjadi lecet. Banyak faktor mengapa ini bisa terjadi.

"Salah memerah atau memompa juga berhubungan dengan terjadinya puting lecet. Kadang ukuran corong yang tidak sesuai bikin lecet, atau kalau memerah dengan tangan dan salah arah atau tekniknya salah, bisa bikin lecet juga," ungkap dr. Devia.

1 dari 3 halaman

Normalkah Puting Bocor Terjadi Saat Menyusui?

Puting bocor atau merembes adalah hal yang sangat wajar terjadi pada wanita, apalagi saat menyusui. Dokter Devia menyarankan, ibu-ibu yang sedang menyusui harus rajin mengosongkan payudara biar tidak merembes atau bocor.

Jadi, untuk para busui, sebenarnya hal ini bukan masalah serius. Siapa pun yang sedang menyusui pasti pernah mengalaminya.

Satu hal yang perlu diketahui, pencegahan agar tidak terjadi berulang adalah kalau payudara sudah terasa penuh, sebaiknya memang langsung diperah.

Kondisi payudara penuh juga biasanya membuat payudara ibu terasa lebih kencang dan tidak nyaman. Oleh karena itu, sebaiknya dipompa dengan teknik yang benar untuk menghindari lecet pada puting.

Artikel Lainnya: 8 Buah untuk Ibu Menyusui agar ASI Lancar

2 dari 3 halaman

Puting Bocor Bisa Terjadi Juga pada Wanita Tidak Menyusui?

Puting bocor atau merembes pada wanita yang tidak menyusui jarang sekali terjadi. Kasus ini hampir sulit ditemui. Oleh karena itu, jika ada wanita yang tidak menyusui tapi merasa merembes air dari putingnya, maka sebaiknya memeriksakan diri.

"Kalau sudah tidak menyusui, tidak bisa keluar ASI-nya, karena tidak ada rangsangan dan hormonnya juga tidak ada," jelas dr. Devia.

"Kalau ibu yang tidak menyusui namun keluar cairan dari payudara, harus dicari tahu penyebabnya," sarannya.

Wanita yang tidak hamil atau menyusui tapi merembes air dari puting bisa disebabkan oleh beberapa hal, yakni:

  • Pil KB.
  • Infeksi payudara atau abses.
  • Papilloma saluran, pertumbuhan seperti kutil yang tidak berbahaya di saluran ASI.
  • Obat yang meningkatkan kadar hormon prolaktin penghasil susu, seperti antidepresan dan obat penenang.
  • Rangsangan berlebih pada payudara atau puting.
  • Payudara fibrokistik.
  • Perubahan hormon selama menstruasi atau menopause.
  • Cedera pada payudara.
  • Ektasia saluran susu (saluran susu yang tersumbat).
  • Prolaktinoma (tumor non-kanker kelenjar hipofisis).
  • Kelenjar tiroid yang kurang aktif.
  • Kanker payudara.

Kanker payudara memang dapat menyebabkan keluarnya cairan seperti susu dari puting, terutama ductal carcinoma in situ (DCIS), suatu bentuk awal kanker payudara yang dimulai pada saluran susu.

Selain itu, hal ini juga dapat terjadi dengan penyakit payudara paget, yaitu sebuah jenis kanker payudara langka yang melibatkan puting.

Jika Anda memang menderita kanker payudara, maka cairan yang keluar mungkin hanya berasal dari satu payudara. Selain itu, Anda mungkin memiliki benjolan di payudara.

Jadi, jangan langsung panik bila air susu merembes, ya, ikuti tips dr. Devia di atas. Bagi yang sedang menyusui, harus tahu kapan waktu yang tepat untuk memerahnya.

Selain itu, Anda juga perlu tahu waktu-waktu menyusui anak, supaya tidak terjadi penumpukan air susu di dalam payudara yang justru akhirnya bisa merembes.

Bila ingin konsultasi lebih lanjut dengan dokter seputar menyusui, pakai fitur LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter.

(FR/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar