Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Ini Persiapan Mental untuk Jadi Relawan Vaksin Virus Corona

Ini Persiapan Mental untuk Jadi Relawan Vaksin Virus Corona

Tidak hanya kesehatan secara fisik, kesiapan mental juga jadi syarat yang harus dimiliki relawan vaksin virus corona.

Kini vaksin virus corona sudah masuk ke dalam tahap uji pada manusia. Tidak sedikit orang yang ingin jadi relawan untuk uji coba vaksin tersebut. Anda salah satunya?

Jika ya, Anda perlu memenuhi beberapa syarat sebelum benar-benar dapat ditetapkan sebagai relawan vaksin COVID-19. Selain siap secara fisik, para relawan juga diminta untuk siap secara mental, lho!

Harus Paham Risiko Jadi Relawan Vaksin Virus Corona

Karena masih dalam tahap uji coba pada manusia, efek samping atau risiko-risiko berbahaya mungkin saja terjadi. Kedua hal inilah yang harus dipahami terlebih dahulu oleh para relawan.

Oleh karena itu, selain siap secara fisik, relawan vaksin COVID-19 juga wajib mempersiapkan diri secara mental.

“Memang orang yang memiliki minat sebagai relawan tentu harus memahami risiko yang akan mereka dapatkan. Jika hanya siap secara fisik tapi tidak siap secara mental, hal ini akan jadi sia-sia,” ujar psikolog, Ikhsan Bella Persada, M.Psi.

“Masing-masing dari para relawan punya motivasi yang besar. Mereka memiliki kebanggaan tersendiri yang membuatnya merasa lebih berharga dan percaya diri. Ketika seseorang sudah siap jadi relawan, motivasi dan rasa bangga ini biasanya akan lebih besar sehingga tidak terlalu khawatir,” tambah Ikhsan.

Artikel Lainnya: Petugas Medis Rentan Trauma Psikologis Pasca Penanganan Virus Corona!

1 dari 4 halaman

Persiapan Mental untuk Relawan Vaksin COVID-19

Berdasarkan penuturan Ikhsan, berikut ini adalah beberapa persiapan mental yang harus dimiliki oleh para relawan vaksin virus corona.

  • Para relawan wajib tahu bahwa vaksin ini masih dalam tahap uji pada manusia sehingga akan ada risiko atau efek samping yang mungkin terjadi.
  • Para relawan juga wajib memahami batas kemampuan diri. Jika para relawan merasa tidak sanggup atau takut untuk mengikuti serangkaian tes yang panjang, langsung lapor pada pihak yang bertanggung jawab.
  • Para relawan diminta untuk berolahraga secara rutin agar tubuhnya lebih bugar dan relaks selama menjalani proses uji coba vaksin. Menurut Ikhsan, ketika tubuh Anda relaks, hati dan pikiran juga jadi ikut tenang.
  • Berinteraksi dengan sesama relawan vaksin virus corona untuk saling menguatkan dan memotivasi.

Bertemu dengan orang lain yang nantinya juga akan ikut menjadi relawan vaksin bisa memberikan perasaan tenang dan merasa memiliki teman senasib.

Artikel Lainnya: Coba New Normal dengan Bekerja dari Kantor Lagi, Ini Kata Psikolog

2 dari 4 halaman

Kekhawatiran yang Muncul saat Akan Jadi Relawan Vaksin COVID-19

Rasa khawatir bisa saja muncul dalam pikiran para relawan vaksin virus corona. Misalnya, khawatir akan efek samping, khawatir akan prosedur penyuntikan yang mungkin menyakitkan, khawatir akan kemampuan diri sendiri dalam prosedur vaksin virus corona, dan sebagainya.

Bagi Ikhsan, rasa khawatir itu sangat wajar terjadi, apalagi jika Anda tahu bahwa ini masih dalam tahap uji coba pada manusia alias bukan vaksin pasti yang bisa menangkal virus corona.

“Khawatir itu wajar. Biasanya, muncul pikiran mengenai tepat atau tidaknya keputusan untuk menjadi relawan vaksin. Rasa cemas atau ragu juga wajar muncul,” ujar Ikhsan.

“Namun, kembali lagi kepada tujuan awal ikut dalam uji coba vaksin. Apakah rasa khawatir itu setara dengan keberhasilan vaksin? Apakah rasa khawatir itu setara dengan pride  yang mungkin diterima ketika vaksin itu berhasil?” tambahnya.

3 dari 4 halaman

Bila Jadi Keresahan, Haruskah Mundur Jadi Relawan?

Merasa panik ketika masuk dalam tahap uji klinis wajar dirasakan oleh para relawan. Namun, perlukah untuk mundur dari serangkaian tes yang hendak atau sedang dijalani?

“Tergantung. Biasanya, orang yang resah atau panik sesaat, mereka hanya butuh motivasi, sedikit diyakini, dan butuh dukungan dari teman-teman penguji maupun teman-teman relawan,” tutur Ikhsan.

“Bila rasa resah itu sampai buatnya tidak bisa tidur, tidak bisa makan, sakit kepala, tidak fokus, dan sebagainya, orang tersebut diminta untuk mundur guna menghindari hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Bagi yang ingin menjadi relawan uji coba vaksin virus corona, Anda perlu mempersiapkan diri secara fisik dan mental.

Hal ini dilakukan agar efektivitas uji coba vaksin dapat sepenuhnya diketahui, sekaligus untuk meyakinkan diri akan segala tanggung jawab yang telah dilimpahkan.

Masih ingin bertanya mengenai virus corona atau masalah kesehatan lainnya? Anda bisa menggunakan layanan LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Jika ingin mendeteksi dini gejala virus corona, gunakanlah layanan Cek Corona Online.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar