Sukses

Ini Syarat Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Virus Corona

Supaya bisa menarik kesimpulan yang lebih akurat, uji coba vaksin virus corona mesti dilakukan pada orang yang telah memenuhi standar persyaratan. Ini fakta selengkapnya!

Angin segar mulai bertiup secara perlahan di tengah kemelut pandemi corona. Kabarnya, vaksin virus corona sudah mulai masuk tahap uji coba klinis dan uji coba pada manusia.

Saat ini, para produsen vaksin virus corona tengah marak mencari sukarelawan untuk melakukan uji coba terhadap produksinya. 

Hal ini bukanlah perkara mudah, karena tak sembarang orang bisa melakukan uji coba vaksin virus corona. Ya, ada syarat-syarat tertentu yang mesti dipenuhi.

1 dari 4 halaman

Syarat untuk Menjadi Relawan Vaksin COVID-19

Vaksin virus corona memang masih dalam tahap pengembangan. Kabar baiknya, saat ini vaksin tersebut sudah masuk ke dalam uji klinis dan uji pada manusia. 

Salah satu yang akan segera melakukan uji pada manusia adalah vaksin virus corona dari perusahaan farmasi Sinovac asal China, yang bekerja sama dengan PT Bio Farma. 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan, ada sekitar 1.600 sukarelawan yang dibutuhkan untuk menjalani uji coba vaksin ini. 

Tidak sembarang orang bisa menjadi sukarelawan. Ini karena mesti ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi guna mengetahui efektivitas vaksin.

Menurut dr. Devia Irine Putri, syarat untuk menjadi relawan vaksin COVID-19 sama dengan kriteria vaksin lainnya. 

“Kalau untuk uji coba vaksin pada umumnya, para relawan harus berusia lebih dari 18 tahun dan dalam keadaan sehat. Dalam artian, tidak punya penyakit atau riwayat penyakit tertentu. Hal ini juga berlaku pada sukarelawan vaksin untuk COVID-19,” kata dr. Devia.

“Para sukarelawan juga tidak boleh mengonsumsi obat-obatan yang bisa memengaruhi sistem imun atau hormon. Misalnya, pada penderita terapi lupus, terapi autoimun dan sebagainya. Para sukarelawan juga harus sehat secara mental, dan sedang tidak dalam keadaan hamil,” lengkapnya.

Tidak hanya itu, persyaratan lain yang juga mesti dipenuhi oleh relawan vaksin virus corona adalah menandatangani surat Informed Consent. 

Surat ini berisikan bahwa penyuntikan vaksin masih dalam tahap uji coba sehingga ada efek samping yang mungkin muncul kapan saja. Apabila ada reaksi yang berlebihan, orang tersebut harus dihentikan jadi relawan.

Apakah relawan uji vaksin coronavirus dapat asuransi kesehatan? Menurut dr. Devia, memang seharusnya para sukarelawan akan mendapatkan asuransi kesehatan. 

Hal ini dikarenakan para pihak penguji juga tetap bertanggung jawab atas kesehatan dan keselamatan para sukarelawan. 

Artikel Lainnya: Kabar Baik, Vaksin Virus Corona Buatan Indonesia Siap Produksi Tahun Depan

2 dari 4 halaman

Saat Uji Coba,Tertular COVID-19, Apa Batal Jadi Relawan?

Pada dasarnya vaksin adalah virus yang dilemahkan, bertujuan untuk memicu antibodi atau sistem pertahanan tubuh. Itulah sebabnya, sukarelawan uji vaksin haruslah mereka yang bertubuh sehat sehingga tak malah justru tertular virus.

Apabila ada reaksi dari vaksin virus corona, maka orang tersebut harus segera diberhentikan menjadi relawan. 

“Jika tertular COVID-19 saat pengujian, orang tersebut tidak bisa lagi jadi relawan. Sama halnya, jika memang orang tersebut tertular setelah vaksin diberikan, maka vaksin ini harus dievaluasi ulang oleh para peneliti,” jelas dr. Devia. 

“Kalau bisa tertular, harus dikaji lagi. Kok bisa sampai tertular, apakah antibodinya belum terbentuk dari vaksin itu, apakah dosisnya harus sesuai dengan berat badan, atau ini ada strain lain? Jadi, memang tetap harus dicari tahu dulu penyebabnya,” sambungnya.

Artikel Lainnya: 2 Obat Herbal Virus Corona Kalbe Farma Ikut Uji Klinis

3 dari 4 halaman

Jika Berhasil, Siapa yang Jadi Prioritas Dapatkan Vaksin?

Bagi dr. Devia, semua orang harus dan wajib mendapatkan vaksin virus corona. Namun, untuk prioritas awal, vaksin ini sebaiknya diberikan untuk orang dengan sistem kekebalan tubuh yang kurang baik. 

Contohnya, anak-anak, lansia, atau orang-orang dengan penyakit tertentu (autoimun, HIV/AIDS). 

Vaksin virus corona diperkirakan belum akan diproduksi massal hingga tahun depan. Sementara menanti vaksin ditemukan, masyarakat harus terus menjaga kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19.

“Selagi menunggu vaksin virus corona ditemukan, masyarakat diwajibkan untuk melakukan langkah-langkah pencegahan, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, jaga jarak dengan orang sekitar, dan menghindari kerumunan,” ungkap dr. Devia.

“Jika Anda punya gejala yang mirip dengan COVID-19, jangan malu untuk memeriksakan diri. Semakin cepat diperiksa, semakin cepat juga penanganan yang dilakukan,” pungkasnya.

Punya pertanyaan mengenai vaksin virus corona atau masalah kesehatan lainnya? Tanyakan pada dokter melalui LiveChat 24 jam di aplikasi KlikDokter. Jika ingin melakukan deteksi dini gejala virus corona, Anda bisa menggunakan fitur Cek Corona Online.

KlikDokter bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk membantu memutus rantai penyebaran virus corona di Indonesia.

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar