Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Korea Utara Lakukan Lockdown Setelah Muncul Suspect Pertama COVID-19

Korea Utara Lakukan Lockdown Setelah Muncul Suspect Pertama COVID-19

Korea Utara memutuskan untuk lockdown Kota Kaesong setelah ditemukan suspect virus corona. Apakah keputusan ini sudah tepat?

Di saat dunia sedang berjuang untuk mengatasi virus corona, Korea Utara tampak adem ayem. Mereka mengaku tidak ada masalah virus corona di negaranya. Namun kini, setelah sekitar setengah tahun, Korut harus me-lockdown sebuah kota karena COVID-19.

Pemerintah Korea Utara Lockdown Kota Kaesong

Seperti dilansir dari Time, Presiden Korea Utara Kim Jong-un menerapkan kebijakan lockdown di seluruh Kota Kaesong, Jumat (24/7) lalu. 

Keputusan ini diambil menyusul terjadinya satu kasus suspect virus corona pertama di negara tersebut.

Orang-orang yang telah melakukan kontak dengan pasien yang dicurigai dan mereka yang bepergian ke Kaesong dalam lima hari terakhir juga dikarantina.

Jika orang tersebut secara resmi dinyatakan sebagai pasien coronavirus, itu akan menjadi kasus terkonfirmasi pertama di Korea Utara. 

Korut sebelumnya dengan tegas mengatakan tidak memiliki kasus positif virus corona, meski klaim itu diragukan dunia. 

Kaesong, sebuah kota dengan perkiraan populasi 200 ribu orang, terletak tepat di utara perbatasan darat dengan Korsel. 

Kini, Presiden Kim mengatakan akan mengambil langkah pencegahan untuk benar-benar menutup Kota Kaesong.

Pemimpin tertinggi di Korea Utara tersebut juga mengisolasi setiap kabupaten dan wilayah dari yang lain.

Artikel Lainnya: Ini Alasan Indonesia Diprediksi Jadi Hotspot Baru Virus Corona!

1 dari 4 halaman

Umumkan High Emergency, Korut Khawatirkan Sistem Kesehatan

Kim Jong-un pun mengumumkan high emergency untuk negaranya. Ini tidak terlepas dari masalah negara itu yang memiliki sistem kesehatan yang buruk. 

Para pengamat menyatakan bahwa sistem kesehatan Korut yang buruk justru akan menimbulkan lonjakan kasus luar biasa. Ini yang perlu dipikirkan oleh Kim Jong-un.

Kekhawatiran ini beralasan karena kemampuan penyebaran virus yang cepat dan luas. Hal yang lebih mengkhawatirkan negara ini juga disebut-sebut tidak memiliki alat tes dan nyaris tidak memiliki fasilitas untuk merawat pasien virus yang memadai.

"Kalau Korut lockdown, sih, sebenarnya tidak masalah menurut saya. Orang-orang jadi terbatas untuk keluar masuk negara tersebut,” kata dr. Devia Irine Putri saat dimintai pendapatnya.

“Kalau memang Korut punya pengendalian yang baik dan menjamin bisa mengontrol jumlah yang infeksi, tenaga medis dan fasilitasnya tercukupi, sebenarnya tidak masalah," dia menambahkan.

2 dari 4 halaman

Apa Tindakan Pemerintah Korut Berlebihan atau Sudah Tepat?

Namun demikian, dr. Devia mengatakan, kalau sistem kesehatan dalam negeri tidak mampu menahan gempuran infeksi virus, sebaiknya Korut terbuka dengan data yang ada.

"Kalau pengendalian infeksinya kurang baik, (Korut) harusnya bisa terbuka terhadap negara lain, agar bisa dibantu mengendalikan infeksi di sana," ucap dr. Devia Irine.

"Keterbukaan negara Korut tentang jumlah yang suspect atau terinfeksi dapat menjadi data untuk dunia. Jadi Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan organisasi terkait lainnya bisa tahu kondisi masing-masing di negara seperti apa," sambungnya.

Mengingat persebaran virus yang sangat cepat, kebijakan lockdown kota Kaesong dapat menjadi solusi untuk membatasi penularan yang lebih luas.

Artikel Lainnya: Panduan Naik Transportasi Umum saat New Normal

3 dari 4 halaman

Kalau Sistem Kesehatan Kurang, Apa yang Dapat Terjadi Pada Korut?

Seperti yang disinggung di atas, banyak pihak menduga Korut punya sistem kesehatan dan fasilitas medis yang terbatas. 

Nah, dalam situasi pandemi, sistem kesehatan yang minim dapat menjadi tantangan besar.

Misalnya, angka pertambahan kasus yang pesat, jatuhnya korban meninggal, hingga pasien virus corona yang tidak mendapatkan perawatan.

Untuk saat ini, yang harus dilakukan pemerintah Korut adalah tracing dengan jelas suspect yang ditemukan itu. 

Pastikan yang terkena bisa disembuhkan dan tracing dilakukan bahwa untuk memastikan semuanya aman terkendali.

Sebab, sistem kesehatan yang buruk tentu akan membahayakan negara itu sendiri. Oleh karena itu, tracing yang baik akan membuat pencegahan kasus ini semakin baik.

"Paling utama utama harus di-tracing si suspect itu habis dari mana, ketemu siapa, dan lain-lain sampai terbukti dia negatif," pungkas dr. Devia Irine.

Kebijakan lockdown dirasa tepat demi mencegah penularan semakin luas virus corona di Korea Utara. Yuk, update terus informasi terbaru seputar virus corona di aplikasi KlikDokter.

Untuk bantu menentukan gejala, Anda juga bisa cek risiko virus corona online dan rapid test dari KlikDokter.

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar