Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Suntik Filler, Rency Milano Alami Pembengkakan dan Bernanah di Wajah!

Suntik Filler, Rency Milano Alami Pembengkakan dan Bernanah di Wajah!

Karena suntik filler beberapa waktu lalu, dagu dan bibir Rency Milano alami pembengkakan di wajah. Wah, kok, bisa, ya?

Prosedur suntik filler sudah lama populer dilakukan untuk mempercantik penampilan. Namun, bukannya mendapatkan kecantikan paripurna yang diinginkan, wajah Rency Milano malah bengkak setelah suntik filler di bagian dagu dan bibir.

Dalam foto yang diunggah sang adiknya, Elma Theana, dagu Rency Milano tampak bengkak, bahkan beberapa area di bibir dan dagunya juga mengeluarkan nanah.

Rency diduga telah menjadi korban malapraktik sebuah klinik kecantikan di Jakarta. 

Di bagian caption, Elma menuliskan, “Bagian dagu sudah dioperasi dan diangkat, tinggal masalah bibirnya yang belum tuntas, (malapraktik klinik Jakarta).”

Elma juga menjelaskan bahwa perawatan yang dijalankan oleh kakaknya itu hanya sebatas suntik filler yang dapat hilang dengan sendirinya setelah 6-12 bulan.

“Nah, ini sudah lewat dari setahun kenapa tidak hilang. Ini malah semakin mengeras dan membatu, kemudian nanah dan infeksi. Jadi ini yang disuntikkan itu berupa silikon,” tutur Elma dalam sebuah video yang diunggah di Instagram pribadinya. 

Jadi, apa sih yang dimaksud dengan suntik filler? Bagaimana bisa efek suntik filler menyebabkan kulit bengkak hingga bernanah? 

1 dari 5 halaman

Apa Itu Suntik Filler? 

Suntik filler adalah sebuah cara perawatan kecantikan untuk mengatasi masalah kerutan atau guratan halus di kulit wajah.

Di antaranya, menghilangkan smile line, kantong mata, atau keriput di dahi dan sudut mata.

Ditambahkan dr. Devia Irine Putri, filler juga berfungsi untuk memberikan volume sehingga wajah tambah lebih plump dan awet muda. 

Cara kerja suntik filler juga tergolong cepat dengan harga yang lebih terjangkau ketimbang bedah plastik.

“Suntikan filler akan diisi dengan beberapa zat tertentu yang berguna untuk mengisi garis halus, lipatan, dan beberapa area wajah lainnya. Beberapa zat yang dimaksud itu asam hialuronat, kolagen, lemak dari tubuh, atau zat-zat lainnya,” ujar dr. Devia. 

Agar mendapatkan hasil yang maksimal, suntik filler akan dilakukan berulang kali. Ini disesuaikan dengan kondisi maupun keinginan pasien.

Satu hal lagi, dr. Devia mengingatkan, lakukan suntik filler bersama dokter ahli dan di klinik terpercaya untuk meminimalkan efek samping.

Artikel Lainnya: Menyingkap Cara Kerja dan Manfaat Suntik Filler

2 dari 5 halaman

Benarkah Suntik Filler Bisa Menimbulkan Bengkak dan Nanah

Menurut dr. Devia, setiap tindakan pasti ada risikonya. Sama saja dengan suntik filler yang bisa menimbulkan risiko pada pasiennya.

“Umumnya, pasca-suntik filler, bagian wajah yang disuntik akan bengkak dalam beberapa waktu, lalu mengempes dengan sendirinya. Tapi, jika ada nanah atau ruam yang muncul, ini bisa jadi tanda awal adanya infeksi,” jelas dr. Devia. 

Perlu diketahui, ketika ada melakukan suntik filler, ada kemungkinan terjadinya perubahan warna kulit.

Umumnya, kulit yang di-filler akan memerah atau kebiruan. Namun, kondisi perubahan warna ini akan menghilang dengan sendirinya. tak perlu ada perawatan khusus. 

Namun, jika usai disuntik filler bagian wajah jadi bengkak hingga mengeluarkan nanah/darah, ini bisa jadi tanda awal Anda terkena infeksi.

Bila hal itu terjadi, Anda bisa langsung langsung ke dokter kulit untuk menerima penanganan dan perawatan. 

“Penyebab infeksi ini salah satunya karena area penyuntikannya (di wajah) tidak steril atau dibersihkan, bukan dilakukan oleh dokter yang kompeten, maupun bisa juga tidak menjaga kebersihan wajah,” jelas dr. Devia. 

Artikel Lainnya: Mengungkap Bahaya Suntik Filler bagi Kesehatan

3 dari 5 halaman

Bisakah Filler Dikeluarkan dengan Operasi?

Jika dilakukan oleh tenaga profesional, suntik filler memang bisa menampilkan hasil yang maksimal.

Jika dilakukan oleh sembarang orang, suntik filler bisa berdampak berbahaya dan membuat wajah Anda jadi rusak.

Lantas, perlukah mengeluarkan kembali filler yang sudah ada dalam wajah dengan metode operasi? 

Menurut dr. Devia, tindakan pengeluaran filler sebetulnya tidak perlu dilakukan. Itu karena filler mengandung hyaluronic acid (HA) yang nantinya akan diserap oleh tubuh. 

“Tubuh manusia sudah punya HA. Jadi filler ini fungsinya untuk menambahkan kadar HA di dalam tubuh manusia. Tidak perlu diambil lagi, karena HA bisa diserap oleh tubuh. Biasanya perlu pengulangan setidaknya 6 bulan untuk mempertahankan agar kulit tetap bagus,” kata dia.

“Kalau memang ada nanah, yang dikeluarkan itu nanahnya; lalu diobati infeksinya. Bukan diambil lagi filler-nya,” dr. Devia menambahkan.

4 dari 5 halaman

Walau Sudah Diambil, Masih Adakah Risikonya? 

Menurut dr. Devia, jika isi filler sudah kembali diambil maka risiko untuk penyebaran infeksi pun sudah minim. Namun, kemungkinan efek samping timbul pasca-operasi tetap ada.

Misalnya, bengkak, ngilu, dan nyeri. Untuk itu, tetap ikuti anjuran dokter untuk proses pemulihan yang lebih maksimal. 

Di samping itu, tidak semua orang bisa menjalani suntik filler. Orang-orang dengan kondisi medis, seperti diabetes mellitus, herpes oral, masalah pembekuan darah, dan alergi tertentu, tidak disarankan melakukan tindakan ini.

Manfaat mempercantik penampilan dengan suntik filler memang menggiurkan. Namun, sebelum menjalaninya, konsultasikan dulu dengan dokter spesialis kulit atau dokter spesialis kecantikan. 

Makanya, yuk cari tahu informasi yang benar tentang suntik filler agar tidak salah langkah. Salah satunya, Anda bisa baca informasi akurat di KlikDokter

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar