Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Benarkah Arak Bali Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Virus Corona?

Benarkah Arak Bali Bisa Jadi Alternatif Pengobatan Virus Corona?

Arak Bali dikenal sebagai minuman tradisional yang mengandung alkohol asal Pulau Dewata. Minuman ini katanya dapat menjadi alternatif obat virus corona. Apa benar?

Sampai Jumat (24/7) pagi WIB, kasus positif COVID-19 di Bali mencapai 2.996 orang. Rinciannya adalah, 2.252 sembuh, 48 meninggal dunia, dan 696 lainnya masih dalam perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Sebagai destinasi wisata dunia, kasus virus corona yang terus meningkat tentu membuat laju perekonomian Bali terhambat. 

Itu sebabnya, pemerintah daerah setempat mencari cara untuk membantu mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan terapi arak Bali.

Terobosan tersebut dicetuskan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Ia mengklaim bahwa arak Bali dapat menjadi terapi untuk membantu mengobati pasien positif virus corona tanpa gejala (OTG).

1 dari 5 halaman

Gubernur Bali Klaim Terapi Arak Bali Ampuh untuk Pengobatan Virus Corona

Menurut Koster, terapi arak Bali bisa menyembuhkan pasien virus corona di provinsi yang dipimpinnya. 

Ia mengklaim seseorang yang baru positif coronavirus selama dua hari, ketika diberikan terapi arak Bali langsung sembuh pada hari ketiga.

Koster juga menyebut, terapi arak Bali bahkan sudah diuji coba kepada ratusan pasien positif COVID-19 yang berada di tempat karantina. 

Sebagian pasien dikabarkan sembuh setelah diberikan ekstrak arak Bali yang dicampur daun jeruk purut (lemon) dan ditambah minyak kayu putih.

Gubernur berusia 57 tahun itu pun berpendapat bahwa tingkat kesembuhan orang yang memakai terapi ini mencapai 80 persen. 

Koster mengaku pada percobaan awal terdapat 19 sampel yang dicoba dan hasilnya sebanyak 15 pasien sembuh. Jumlah sampel kemudian terus ditingkatkan hingga mencapai ratusan.

Dengan hasil ini, Koster berharap ratusan orang yang masih positif virus corona bisa segera sembuh. Ia juga optimis tingkat kesembuhan akan meningkat jika terapi arak Bali terus dilakukan.

Artikel Lainnya: 2 Obat Herbal Virus Corona Kalbe Farma Ikut Uji Klinis

2 dari 5 halaman

Terapi Menghirup Arak Bali untuk Sembuhkan Pasien COVID-19

Bukan dengan diminum, terapi arak Bali untuk virus corona ternyata diberikan dengan cara dihirup aromanya. Uap dari arak Bali ini nantinya akan dihirup menggunakan alat tertentu, seperti nebulizer.

Berdasarkan penuturan Koster, terapi arak Bali untuk COVID-19 kini sedang dalam tahap uji laboratorium. Ia berharap terapi temuannya tersebut bisa segera dipatenkan dan memberikan hasil yang baik ke depannya.

Di sisi lain, dr. Devia Irine Putri ternyata memiliki pandangan yang berbeda. Menurutnya, penggunaan alkohol belum terbukti dapat menyembuhkan COVID-19. Justru, alkohol itu sendiri dapat membuat daya tahan tubuh menurun.

"Kalau arak maupun minuman alkohol lainnya tidak terbukti menyembuhkan. Bukan berarti minum alkohol bisa membunuh virus. Justru, tidak direkomendasikan untuk minum alkohol karena malah membuat daya tahan tubuh melemah, merusak sel-sel tubuh," katanya.

Bukankah arak Bali untuk coronavirus digunakan dengan cara dihirup? Terkait ini, dr. Devia berpendapat bahwa menghirup alkohol dalam jangka waktu tertentu bisa menyebabkan terjadinya iritasi mukosa hidung.

Artikel Lainnya: Ternyata Membunuh Virus Corona Bisa Pakai Obat Kumur, Apa Ampuh?

3 dari 5 halaman

Apa Saja Kandungan Arak Bali?

Arak Bali sendiri umumnya terbuat dari nira kelapa atau beras merah yang difermentasi. Banyak yang menduga bahwa arak Bali akan sangat bermanfaat kalau benar-benar murni dari nira kelapa atau beras merah.

Meski demikian, tetap saja, arak atau alkohol jenis lainnya tidak membawa manfaat apa-apa bagi tubuh. Dengan kata lain, manfaat arak atau alkohol untuk pasien COVID-19 juga belum tentu nyata.

Faktanya. hingga saat ini belum ada pernyataan medis yang menyebut bahwa arak Bali bisa benar-benar berguna bagi kesehatan. 

Itu berarti, kabar mengenai arak Bali yang mampu menyembuhkan pasien COVID-19 hanya bersifat opini, bukan fakta yang sebenarnya.

4 dari 5 halaman

Arak Bali Bisa Jadi Hand Sanitizer atau Disinfektan

Tidak ada bukti sahih mengenai manfaat arak Bali untuk menyembuhkan COVID-19. Meski demikian, jenis minuman asal Pulau Dewata ini tetap bisa dimanfaatkan sebagai hand sanitizer atau disinfektan.

"Nah, kalau (arak Bali) dikembangkan menjadi disinfektan atau hand sanitizer, itu malah lebih berfungsi. Namun, untuk bisa menjadi disinfektan atau hand sanitizer, kandungan alkoholnya mesti 60-70 persen ke atas. Jadi, tetap harus dilakukan pemurnian," tutur dr. Devia.

Sekarang Anda sudah tahu fakta sebenarnya mengenai anggapan arak Bali sembuhkan COVID-19, bukan? Mulai saat ini, lebih bijaklah dalam menyikapi segala informasi yang beredar di sekitar. Jangan langsung percaya, sampai Anda benar-benar bertanya pada ahlinya.

KlikDokter bekerjasama dengan BNPB dan Kemenkes RI bekerjasama untuk mencegah penyebaran virus corona lebih luas. Anda bisa langsung konsultasi dengan dokter di layanan LiveChat. Bahkan, bisa deteksi dini gejala virus corona menggunakan layanan Cek Corona Online

(NB/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar