Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Sakit Kista Ovarium, Feby Febiola Jalani 6 Kali Kemoterapi

Sakit Kista Ovarium, Feby Febiola Jalani 6 Kali Kemoterapi

Sekitar dua bulan lalu, Feby Febiola menjalani operasi kista ovarium. Kini, dia harus melakukan enam kali sesi kemoterapi. Apa itu kista ovarium?

Lama tak terdengar di publik, Feby Febiola muncul dengan kabar mengejutkan. Melalui akun Instagram pribadinya, aktris peran tersebut mengaku sedang sakit kista ovarium. Karena penyakitnya tersebut, akhir Mei lalu, dia harus menjalani operasi.

Usai Operasi, Feby Febiola Jalani Kemoterapi

Sekitar dua bulan pasca-operasi, Feby kini diketahui menjalani kemoterapi sebanyak enam kali. Tak ayal, terapi yang sering dijalani pasien kanker itu membuat rambut Feby rontok.

Dari dulu suka berandai kalau punya rambut bondol kayak gini, akhirnya kesampaian juga. Kayaknya cewek botak itu keren dan berkarakter,” tulis Feby dalam unggahan di Instagram. 

Jadi ceritanya, aku harus melewati 6x session chemotherapy. Sudah mulai rontok-rontok, sekalian saja dibondol. Nanti aku ceritakan semuanya deh, janji,” tulis wanita kelahiran Jakarta, 24 Mei 1978 itu.

Sampai saat ini, Feby belum bercerita lebih detail tentang kondisi kesehatannya. Namun, pesinetron berdarah Batak tersebut mengatakan kondisinya saat ini baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

1 dari 4 halaman

Apa Itu Kista Ovarium?

Dalam unggahan Instagram Stroy-nya, Feby Febiola mengaku tidak menemukan gejala apa pun dalam tubuhnya. Sampai akhirnya, dia memeriksakan diri ke dokter untuk USG. Barulah, dokter menemukan adanya kista pada ovarium Feby.

Lantas, apakah itu kista ovarium? Apa pula penyebab dan bagaimana gejalanya?

Ovarium adalah sebuah organ dalam tubuh wanita yang berfungsi untuk menghasilkan sel telur setiap bulannya. Tidak hanya itu, ovarium juga berfungsi untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron. 

Kepada KlikDokter, dr. Devia Irine Putri menjelaskan kista ovarium adalah sebuah kantong yang berisikan cairan yang terdapat pada ovarium wanita. Biasanya ini dikatakan benjolan atau tumor yang sifatnya jinak dan jarang ganas.

“Kista ovarium juga dibagi menjadi dua, yaitu kista fungsional dan kista patologis. Kalau fungsional, biasanya tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya. Tapi kalau patologis, kista ini bisa memiliki potensi kanker,” ujar dr. Devia. 

Penyebab kista ovarium sendiri sebenarnya belum diketahui pasti. Tapi umumnya kista ovarium bisa terbentuk karena adanya pengaruh hormon siklus haid bulanan.

Sementara itu, gejala kista ovarium pun tidak selalu muncul. Itu sebabnya, wajar jika sebelumnya Feby Febiola tidak merasakan adanya gejala kista ovarium. 

Akan tetapi, pada beberapa kasus, kista ovarium akan menimbulkan rasa nyeri pada bagian perut dan panggul. Selain itu, penderitanya juga sering mengalami keluhan perut kembung dan perut bengkak. 

Artikel lainnya: Sering Sakit Perut Sebelah Kiri, Gejala Penyakit Apa?

2 dari 4 halaman

Apakah Penderita Kista Ovarium Harus Dikemoterapi? 

Menurut dr. Devia, jika kista ovarium yang dimiliki oleh seorang wanita bersifat fungsional, maka ini tidak memerlukan terapi khusus untuk pengobatan.

Akan tetapi, jika kista yang dimiliki berpotensi menjadi kanker, tindakan kemoterapi dan operasi sebagai pengobatan kista ovarium pun dibutuhkan.

“Jenis kista ovarium kan ada banyak. Jadi terapinya berdasarkan ukuran dan keluhan yang timbul. Bisa dengan minum obat hormonal (biasanya kista dipengaruhi hormonal, jadi dibantu dengan obat hormonal juga), atau bisa dengan pengangkatan kista lewat operasi.”

“Kalau kistanya dicurigai ganas bisa dilakukan kemoterapi/radiasi maupun pengangkatan indung telur dan rahim secara keseluruhan,” dr. Devia menjelaskan.

3 dari 4 halaman

Tips Mencegah Penyakit Kista Ovarium 

Sampai saat ini, belum ada cara khusus yang tergolong efektif sebagai cara mencegah kista ovarium.

Namun, menurut beberapa ahli, ada beberapa cara yang bisa dilakukan wanita untuk meminimalkan risiko terkena penyakit kista ovarium, yaitu:

1. Punya Pola Makan Sehat 

Konsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari memang terbukti bisa meningkatkan kesehatan tubuh manusia. Anda bisa menghindari makanan yang berlemak tinggi, yang bisa berisiko meningkatkan kadar kolesterol dan obesitas.

Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi protein sehat yang berasal dari hewan dan tumbuh-tumbuhan. Biasakan juga untuk mengonsumsi sayur dan buah secara rutin agar kebutuhan vitamin dapat terpenuhi.

Artikel lainnya: Tanda Kista Ovarium Dilihat dari Vagina

2. Hindari Stres 

Stres tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tapi juga fisik. Karena itu, mengelola stres dengan baik merupakan salah satu cara yang tergolong efektif dalam meminimalkan risiko terkena penyakit berbahaya seperti kista ovarium.

3. Hindari Rokok dan Alkohol 

Rokok dan minuman beralkohol dapat menjadi pemicu beragam penyakit. Selain bikin kecanduan, rokok dan alkohol dapat mengganggu metabolisme tubuh, sekaligus merusak kesehatan organ reproduksi perempuan/pria.

Itu sebabnya, dua benda ini sangat mungkin untuk meningkatkan risiko munculnya kista pada ovarium.

4. Lakukan Pengecekan

Waspada jika siklus menstruasi Anda sering berubah dan tidak teratur. Perhatikan juga saat Anda sering mengalami nyeri yang hebat saat haid.

Selain itu, dr. Devia juga menyarankan agar wanita yang sudah aktif secara seksual untuk rutin memeriksakan kesehatan, setidaknya sekali dalam setahun.

Itulah beberapa cara untuk meminimalkan risiko timbulnya kista ovarium pada wanita. Jika Anda mendapati keluhan, seperti nyeri hebat saat haid atau datang bulan tidak teratur, segeralah periksakan ke dokter.

Jika masih ada pertanyaan seputar kesehatan wanita, Anda bisa langsung berkonsultasi dengan dokter via LiveChat di aplikasi KlikDokter.

[HNS]

0 Komentar

Belum ada komentar