Sukses

  • Home
  • Info Sehat
  • Mendadak Dilarikan ke RS, Raja Salman Sakit Radang Empedu

Mendadak Dilarikan ke RS, Raja Salman Sakit Radang Empedu

Penguasa Arab Saudi, Raja Salman, dikabarkan terkena penyakit radang empedu dan harus segera mendapatkan perawatan intensif. Apa penyebabnya?

Setelah kabar virus corona menyebar di keluarga Kerajaan Arab Saudi, kini ada informasi bahwa Raja Salman mengalami gangguan kesehatan. Bukan penyakit karena virus menular, pria berusia 84 tahun tersebut mengalami radang empedu.

Raja Salman Dilarikan ke Rumah Sakit

Menurut informasi yang diberitakan kantor resmi Saudi, Press Agency, pria bernama lengkap Salman bin Abdulaziz al-Saud itu telah dibawa ke Rumah Sakit Spesialis Raja Faisal. Rumah sakit tersebut memang sering menangani pasien dari keluarga kerajaan. 

Kondisi kesehatan Raja Salman memang mengundang banyak perhatian. Pasalnya, selama ini, kesehatannya diawasi ketat oleh para pengamat. 

Hal Itu dilakukan agar pemegang kekuasaan absolut dari produsen minyak terbesar di dunia tersebut selalu terjaga. 

Akibat penyakit radang empedu yang sedang dialami Raja Salman, Perdana Menteri Irak yang baru, Mustafa al-Kadhimi, juga menunda kunjungan ke Arab Saudi.

1 dari 4 halaman

Apa Penyebab Penyakit Radang Empedu?

Kantong empedu mungkin lebih jarang disebut ketimbang organ lain, seperti jantung, paru-paru, lambung, usus, dan liver (hati). 

Namun, bukan berarti fungsi dari kantung empedu ini tidak penting. Beberapa fungsi dari kantung empedu adalah:

  • Membantu enzim pencernaan bekerja lebih baik. 
  • Mengencerkan lemak .
  • Menciptakan kondisi basa sehingga gangguan bakteri yang didapat dari makanan bisa dicegah atau dihambat.

Jika fungsinya penting seperti itu, lantas, apa penyebab kantong empedu terganggu dan meradang? Begini penjelasan dr. Devia Irine Putri kepada KlikDokter

“Penyebab radang empedu bisa karena infeksi dari batu empedu. Lalu, adanya tumor dan riwayat trauma perut, misalkan habis kecelakaan dan operasi, serta penurunan imunitas tubuh terutama pada penderita HIV/AIDS juga bisa meningkatkan risiko radang empedu,” jelasnya.

Untuk batu empedu itu sendiri, kemunculannya dipicu oleh terlalu banyak makan makanan yang berlemak dalam jangka waktu yang panjang.

Makanan yang berlemak dapat menyebabkan penempelan plak dan penyumbatan. Lama-kelamaan, itu menjadi batu empedu. 

Jika radang empedu disebabkan oleh batu empedu, Anda bisa merasakan gejala ataupun tidak. 

Jika batunya besar, demam, kembung, rasa nyeri pada perut yang menjalar sampai punggung dan bahu, mual, dan muntah bisa dirasakan penderita. 

Artikel Lainnya: Pola Makan Sehat Usai Operasi Batu Empedu

2 dari 4 halaman

Apakah Radang Empedu Bisa Berakibat Fatal bagi Penderita?

Ada yang mengatakan, kematian merupakan efek fatal dari bahaya radang empedu. Benarkah demikian?

“Kalau sampai membuat penderitanya meninggal, sih, tidak. Kendati begitu, radang empedu merupakan salah satu kasus emergency yang harus segera ditangani. Jika tidak, akan terjadi kematian jaringan di sekitar kantong empedunya,” tutur dr. Devia.

Jika hal itu sampai terjadi, kantong empedu mau tak mau harus diangkat (dioperasi). 

Itu harus dilakukan untuk mengurangi risiko komplikasi dan mencegah kekambuhan penyakit. 

Saat kantong empedu diangkat, bukan berarti penderitanya langsung “bebas”, dalam artian langsung tak menjaga pola hidup. 

Saat sudah tidak memiliki kantong empedu, kemampuan tubuh dalam mengatasi lemak dan bakteri akan berkurang. 

Karena itulah, penderita radang empedu wajib memperhatikan pola makan dan jenis asupan yang dikonsumsi. Mereka harus bersahabat dengan buah, sayur, dan makanan sehat lainnya. 

Artikel Lainnya: Manfaat Minum Kopi untuk Cegah Batu Empedu

3 dari 4 halaman

Bagaimana Perawatan Penyakit Radang Empedu?

Penyakit Raja Salman memang harus mendapatkan perawatan dari rumah sakit. Bahkan, dr. Devia mengatakan, penderitanya harus mendapatkan rawat inap dan dipuasakan dulu. 

Jika penderitanya langsung makan, secara otomatis, empedu akan memproduksi cairan empedu. Ini justru memperparah kondisi. 

“Setelah itu, dokter biasanya akan memberikan obat antibiotik untuk mengurangi peradangan. Jika sudah parah, tindakan operasi akan dilakukan supaya infeksinya enggak telanjur melebar ke mana-mana,” jelasnya. 

Meski ada proses puasa, tidak perlu khawatir dengan kebutuhan nutrisinya. Penderita radang empedu tetap mendapatkan asupan dari cairan infus. 

Setelah semua pengobatan selesai dan keadaan penderita membaik, dia harus dengan konsisten menerapkan pola makan sehat dan menjaga berat badan di angka ideal. 

Itu dia informasi terkait radang empedu, penyakit yang kini tengah diderita Raja Salman. Bila masih ada pertanyaan terkait radang empedu, tanyakan langsung pada dokter via fitur LiveChat di aplikasi KlikDokter

(HNS/AYU)

0 Komentar

Belum ada komentar